Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rangkaian Ibadah Haji Jemaah Purbalingga Berakhir, Kepulangan Dijadwalkan 12 Juni 2025
Dusun Krajan Banjarnegara Pecahkan Rekor Kurban, 344 Hewan Kurban Disembelih, 8.000 Bungkus Daging Dibagikan
Sapi Kurban Presiden di Purbalingga Hasilkan 396 Kg Daging

Dusun Krajan Banjarnegara Pecahkan Rekor Kurban, 344 Hewan Kurban Disembelih, 8.000 Bungkus Daging Dibagikan

8.000 bungkus daging kurban dibagikan8.000 bungkus daging kurban dibagikan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dusun Krajan, yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, kembali mencuri perhatian publik pada perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini.

Suasana khas kampung di dataran tinggi itu berubah menjadi pusat aktivitas pemotongan hewan kurban. Tepat di sore hari, aula Madrasah Diniyah Muhammadiyah (MDM) dipenuhi tumpukan daging hasil penyembelihan yang melimpah.

Sebanyak 344 ekor hewan kurban disembelih serentak di dusun tersebut, terdiri dari 64 ekor sapi dan 280 ekor kambing. Jumlah yang mencolok ini berasal dari gabungan dua RW yang berada dalam satu sistem manajemen kurban bersama.

Ketua panitia kurban Dusun Krajan, Ahmad Hidayat, menyebutkan bahwa para pemilik hewan kurban atau shohibul kurban tahun ini mencapai 728 orang.

“Dari Dusun Krajan yang terdiri dari dua RW itu, tahun ini ada 64 ekor sapi dan 280 kambing. Sedangkan sohibul kurban sebanyak 728 orang,” jelasnya, Jumat (6/6).

Dengan jumlah hewan yang besar, panitia berhasil mengemas hingga 8.000 bungkus daging kurban yang siap didistribusikan.

Tidak hanya menyasar warga Dusun Krajan, distribusi juga menjangkau masyarakat dari luar desa. Sebagian penyaluran dilakukan langsung ke penerima, sebagian lainnya disalurkan lewat lembaga zakat Lazismu.

“Kami menyiapkan 8.000 bungkus. Ini dibagikan per jiwa untuk warga di sini dan sebagian untuk warga luar desa. Ada yang datang langsung, ada juga lewat Lazismu. Untuk yang langsung, kami beri tanda tinta agar tidak double,” tambah Ahmad Hidayat.

Proses pemotongan dilakukan di beberapa titik di sekitar dusun, namun seluruh hasilnya dikumpulkan di gedung MDM untuk tahap akhir pengemasan. Uniknya, keterlibatan para shohibul kurban sangat terasa dalam pelaksanaan tahun ini.

Tidak seperti di banyak tempat lain, para pemilik hewan justru aktif membantu proses penyembelihan dan pengolahan daging.

“Kalau di tempat lain biasanya pemilik kurban pasrah ke panitia, di sini justru dilibatkan. Daging yang sudah dipotong kemudian dikumpulkan di gedung MDM untuk dikemas,” ujar Ahmad.

Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, membenarkan bahwa Dusun Krajan menyumbang hampir separuh dari total hewan kurban di desa tersebut.

Dari keseluruhan Desa Batur, tercatat sebanyak 720 hewan kurban disembelih, terdiri dari 197 sapi dan 523 kambing.

“Kalau data masuk totalnya 197 ekor sapi dan 523 kambing. Yang dari Dusun Krajan sendiri 64 sapi dan 280 kambing,” ucap Fauzi.

Ia juga menyoroti tingginya kesadaran masyarakat untuk berkurban, meskipun berada dalam tekanan ekonomi. Tradisi kurban yang kuat dan berkesinambungan menjadi fondasi kuat budaya masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kesadaran warga sangat tinggi. Meski ekonomi sedang sulit, yang berkurban tetap banyak. Kesadaran ini memang sudah dari dulu, sekarang tinggal melanjutkan saja,” tutur Fauzi.

Menurutnya, jumlah shohibul kurban terus meningkat setiap tahun. Meski tahun ini terlihat adanya pergeseran dari hewan sapi ke kambing, tren peningkatan tetap terjadi.

“Dan alhamdulillah ada peningkatan tiap tahun. Walaupun tahun ini memang ada peralihan dari sapi ke kambing,” lanjutnya.

Faktor ekonomi tentu menjadi alasan utama, namun semangat untuk tetap berkurban tetap terjaga. Banyak warga rela menabung dalam jangka panjang, menyesuaikan dengan pola pendapatan masing-masing.

“Yang kerja di pasar nabung harian, petani usai panen, yang kantoran tiap bulan. Jadi saat waktunya kurban tinggal melengkapi,” jelasnya lagi.

Tradisi kurban massal seperti yang berlangsung di Dusun Krajan bukan hanya memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan ekonomi warga, tapi juga menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai kebersamaan dan keberagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat desa.

Kesadaran kolektif ini menjadi contoh baik dalam memperkuat praktik ibadah kurban secara gotong royong. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Jemaah haji dijadwalkan pulang juni

Rangkaian Ibadah Haji Jemaah Purbalingga Berakhir, Kepulangan Dijadwalkan 12 Juni 2025

Berita Selanjutnya
Sapi presiden hasilkan 396 kg daging

Sapi Kurban Presiden di Purbalingga Hasilkan 396 Kg Daging