Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ekonomi Kreatif Jadi Harapan Baru Pertumbuhan Ekonomi Negara di ASEAN

Ekonomi kreatif jadi harapan baruEkonomi kreatif jadi harapan baru
Kampung tematik sebagai salah satu langkah strategis untuk membangkitkan potensi lokal dan ekonomi kreatif di Surabaya

BANYUMASEKSPRES.ID, ASEAN – Ekonomi kreatif kini memancarkan cahaya optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN dan Timor Leste.

Meski penuh dengan potensi besar, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan yang signifikan terutama terkait akses dan koordinasi antarnegara.

Hal tersebut terungkap dari Jajak Pendapat Persepsi Regional mengenai Ekonomi Kreatif ASEAN yang dirilis oleh Program ASEAN-UK Advancing Creative Economy.

Survei ini mengungkapkan bahwa meskipun semangat dan potensi ekonomi kreatif sangat besar, terdapat kesenjangan dalam pemahaman serta dukungan kebijakan di lapangan.

Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, menyatakan harapannya agar kemitraan strategis dengan ASEAN mampu membuka peluang baru bagi sektor ekonomi kreatif di Asia Tenggara.

“Kami belajar dari pengalaman Inggris, di mana kreativitas menjadi motor inovasi dan pertumbuhan. Kami ingin mendukung hal serupa di kawasan ini,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Summer Xia dari British Council menjelaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi landasan bagi penyusunan ASEAN Creative Economy Sustainability Framework Companion Guide.

Panduan praktis ini dirancang untuk membantu para pembuat kebijakan dan pelaku industri agar intervensi yang dilakukan lebih relevan dan memiliki dampak jangka panjang yang positif.

Kerangka kerja tersebut telah mendapatkan persetujuan dari para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 di Malaysia pada Mei 2025.

Visi utamanya adalah membangun ekonomi kreatif yang berbasis budaya, inklusif, dan berkelanjutan.

Terdapat 13 prioritas strategis yang telah ditetapkan, mulai dari peningkatan kesadaran nilai ekonomi kreatif hingga promosi pendidikan seni serta pengembangan pola pikir kritis.

Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial-Budaya, San Lwin, menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi sebagai ‘konektor terkuat’ dalam membangun masa depan ASEAN yang makmur dan inklusif.

Menurut survei tersebut, sebanyak 60 persen responden yakin bahwa ekonomi kreatif akan mengalami pertumbuhan signifikan.

Selain itu, 43 persen responden melihat adanya dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, masih ada beberapa kendala utama yang perlu diperhatikan. Sebanyak 54 persen responden menilai bahwa budaya lokal memainkan peran penting dalam produk kreatif.

Di sisi lain, 53 persen publik mengidentifikasi harga tinggi sebagai hambatan utama dalam mengakses produk kreatif.

Lebih lanjut, sekitar 50 persen profesional menyoroti kurangnya koordinasi antarnegara sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi.

“Dan hanya 47 persen publik yang cukup familiar dengan istilah ekonomi kreatif, menunjukkan perlunya edukasi lebih luas,” papar San Lwin dalam kesempatan berbeda.

Melalui kolaborasi antara ASEAN dan Inggris, harapannya adalah agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi sekadar jargon tetapi benar-benar dapat membuka peluang sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Di Surabaya misalnya, kampung tematik telah menjadi salah satu langkah strategis untuk membangkitkan potensi lokal serta menggerakkan roda ekonomi kreatif setempat.

Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana kreativitas dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.

Dengan berbagai upaya tersebut, jelas terlihat bahwa meskipun terdapat tantangan dan rintangan yang harus dilalui, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan ASEAN tetap tinggi.

Dukungan kebijakan yang tepat serta kerjasama lintas negara akan menjadi kunci untuk mewujudkan potensi besar ini menjadi kenyataan.

Dalam konteks regional maupun global saat ini, peran ekonomi kreatif semakin penting sebagai pendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada kerangka kerja atau panduan semata tetapi juga pada komitmen seluruh pihak terkait untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi mencapai tujuan bersama yaitu kemakmuran seluruh masyarakat ASEAN.

Sebagai salah satu motor penggerak utama dalam perekonomian masa depan kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, ekonomi kreatif memerlukan perhatian khusus dari semua pihak baik pemerintah swasta maupun komunitas lokal agar dapat berkembang. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Banjir dan longsor intai cilacap

Cilacap Darurat Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Tanah Longsor

Berita Selanjutnya
Banyumas dapat dua exit tol pejagan cilacap

Banyumas Dapat Dua Exit Tol Pejagan-Cilacap, Pemkab Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal