Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan Banjarnegara 2026 Siap Digelar, Catat Tanggalnya!

Festival Kupat Landan Siap DigelarFestival Kupat Landan Siap Digelar
PERSIAPAN: Grup Tari Aplang yang akan tampil di Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Desa Klampok, yang terletak di Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, telah menciptakan sebuah acara yang unik untuk melestarikan tradisi sekaligus memberikan dorongan positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Acara tersebut adalah Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan yang mengusung tema “Kiringan Berbudaya, Klampok Berdaya”.

 

Festival ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 2 Mei 2026, bertempat di Lapangan Krida Utama yang berada di Dusun Purwasari.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang pesta kuliner tradisional, namun juga berfungsi sebagai panggung budaya serta promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Dalam acara ini, akan disajikan sebanyak tiga ribu kupat landan dan enam ribu tahu kiringan yang akan diarak sejauh 500 meter sebelum akhirnya disantap bersama oleh masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk tidak hanya memperkenalkan kuliner khas daerah tetapi juga mengajak warga untuk bersama-sama merayakan kekayaan budaya mereka.

Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali tradisi lokal yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Ia mengatakan, “Festival ini kami gagas untuk mengangkat kembali tradisi dan kesenian lokal, sekaligus mengenalkan produk UMKM khas daerah pada masyarakat luas.”

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen desa dalam menjaga warisan budaya serta mendukung ekonomi lokal.

Salah satu daya tarik utama festival tahun ini adalah penampilan Tari Aplang massal.

Tari Aplang merupakan kesenian khas wilayah barat Banjarnegara yang belakangan ini mulai jarang dipentaskan.

Agus menambahkan, “Melalui tari Aplang massal, kami ingin mengingatkan bahwa daerah ini punya warisan budaya yang perlu dijaga bersama.”

Penampilan tari ini bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya lokal yang harus dilestarikan.

Selain itu, rangkaian acara festival juga akan dimeriahkan dengan kegiatan senam massal dan makan bersama.

Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi sambil menikmati hidangan khas daerah.

Tak kalah menarik adalah berbagai hadiah rakyat yang disiapkan panitia, termasuk hadiah utama berupa tiga ekor kambing.

Hadiah tersebut tentunya akan menarik perhatian lebih banyak pengunjung dan menciptakan suasana yang meriah.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Zaki Mobarok, turut menilai festival ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.

Ia mengatakan bahwa acara semacam ini memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Ini menarik karena memadukan budaya dan UMKM. Setiap kegiatan seperti ini pasti berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Komentar Zaki menunjukkan betapa pentingnya peran festival dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung keberlangsungan usaha kecil di desa-desa.

Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan bukan hanya sekadar acara tahunan tetapi merupakan langkah strategis dalam menyebarluaskan informasi tentang keberadaan produk-produk lokal kepada publik.

Dengan meningkatkan eksposur produk UMKM melalui festival ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal dan menghargai kekayaan kuliner serta seni tradisional daerah mereka sendiri. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Trans Banyumas Didorong Integrasi ke Listrik

Trans Banyumas Beralih ke Listrik, Pemkab Gandeng VinFast Bangun SPKLU

Berita Selanjutnya
Simpang Sigong Dipasangi APIL

Simpang Sigong Cilacap Kini Punya APIL, Dishub Dorong Keselamatan Lalu Lintas