Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

FIFA Pertimbangkan Perpanjang Halftime Final Piala Dunia 2026, Berpotensi Langgar Aturan IFAB

FIFA Bakal Langgar Aturan IFABFIFA Bakal Langgar Aturan IFAB
BINTANG TAMU: Mulai dari Shakira, Tyla, hingga EJAE, para musisi yang tampil di panggung final Piala Dunia 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, FIFA dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan besar pada partai final Piala Dunia 2026 dengan mempertimbangkan perpanjangan waktu istirahat antarbabak demi menghadirkan konser halftime bergaya Super Bowl.

Jika rencana tersebut benar-benar diterapkan, final Piala Dunia 2026 akan menjadi yang pertama dalam sejarah turnamen yang memiliki jeda lebih panjang dari ketentuan resmi Laws of the Game yang ditetapkan IFAB (International Football Association Board).

Laga final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Selain menjadi penentu juara dunia, pertandingan tersebut juga dipersiapkan sebagai pertunjukan hiburan berskala global dengan menghadirkan sederet musisi internasional.

Menurut laporan BBC, FIFA sedang mengkaji beberapa opsi terkait pelaksanaan konser halftime.

Salah satu skenario yang paling mungkin diterapkan adalah memperpanjang waktu jeda antarbabak menjadi sekitar 20 hingga 25 menit agar pertunjukan musik dapat berlangsung tanpa mengganggu jalannya pertandingan.

Pilihan lain yang masih dipertimbangkan adalah tetap memberikan waktu istirahat normal selama 15 menit sesuai regulasi, kemudian melanjutkannya dengan pertunjukan musik berdurasi sekitar 11 menit sebelum babak kedua dimulai.

Jika opsi tersebut dipilih, total jeda pertandingan akan mencapai sekitar 26 menit, jauh lebih lama dibandingkan batas maksimal 15 menit yang selama ini berlaku dalam peraturan resmi IFAB.

Dalam Laws of the Game, IFAB secara tegas mengatur bahwa waktu istirahat antarbabak tidak boleh melebihi 15 menit.

Karena itu, apabila FIFA benar-benar memperpanjang halftime, keputusan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu perubahan paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.

Meski demikian, konsep serupa sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi FIFA.

Pada final Piala Dunia Antarklub 2025 yang juga digelar di MetLife Stadium, jeda pertandingan diperpanjang hingga sekitar 24 menit untuk mengakomodasi konser halftime yang menghadirkan Coldplay, J Balvin, Doja Cat, Tems, dan Emmanuel Kelly.

Keberhasilan penyelenggaraan konser tersebut menjadi salah satu alasan FIFA mempertimbangkan penerapan konsep serupa pada final Piala Dunia 2026 yang diprediksi akan disaksikan miliaran penonton di seluruh dunia.

Persiapan konser halftime sendiri terus dimatangkan dengan menghadirkan sejumlah bintang musik kelas dunia.

Nama-nama besar seperti Madonna, Shakira, BTS, hingga Justin Bieber dipastikan masuk dalam daftar pengisi acara yang akan memeriahkan final Piala Dunia 2026.

BBC juga melaporkan bahwa Justin Bieber menjadi nama terbaru yang bergabung dalam jajaran artis internasional yang akan tampil pada malam final.

Selain mereka, konser halftime juga akan diramaikan oleh Burna Boy, Gustavo Dudamel, PS22 Chorus, serta Coldplay.

Vokalis Coldplay, Chris Martin, dipercaya menjadi kurator yang bertanggung jawab menyusun konsep keseluruhan pertunjukan agar tampil spektakuler di hadapan penonton dunia.

Tak hanya konser halftime, FIFA juga menyiapkan upacara penutupan yang tak kalah megah sebelum pertandingan dimulai.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30 waktu setempat atau 00.30 WIB.

Sejumlah selebritas dunia akan tampil pada seremoni tersebut, di antaranya Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, Jennifer Hudson, hingga kreator konten ternama IShowSpeed.

Jennifer Hudson dijadwalkan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat sebelum kick-off dimulai.

Pertandingan final sendiri akan dimulai pada pukul 15.00 waktu setempat atau 02.00 WIB dan menjadi penutup turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara.

Rencana menghadirkan konser halftime menjadi bagian dari strategi FIFA untuk meningkatkan daya tarik hiburan dalam ajang sepak bola terbesar di dunia.

Konsep tersebut mengadopsi kesuksesan Super Bowl NFL yang selama bertahun-tahun mampu memadukan pertandingan olahraga dengan pertunjukan musik spektakuler.

Namun, wacana memperpanjang waktu istirahat juga memunculkan perdebatan.

Sejumlah pihak menilai perubahan tersebut berpotensi memengaruhi ritme permainan dan kondisi fisik para pemain karena jeda yang terlalu panjang dapat mengurangi intensitas pertandingan.

Di sisi lain, banyak pula yang mendukung langkah FIFA karena dinilai mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperluas jangkauan komersial Piala Dunia melalui kolaborasi dengan industri hiburan global.

Hingga kini FIFA belum mengumumkan keputusan final mengenai durasi halftime.

Namun apabila rencana tersebut disahkan, final Piala Dunia 2026 dipastikan akan mencatat sejarah baru sebagai pertandingan sepak bola paling megah dengan perpaduan olahraga dan hiburan dalam satu panggung. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Banjarnegara Kekurangan Dua Ribu Guru ASN

Banjarnegara Kekurangan Dua Ribu Guru ASN, 254 Mahasiswa UIN Saizu Turun Mengajar

Berita Selanjutnya
Banyumas Bakal Terima Becak Listrik Lagi

Program Becak Listrik Presiden Berlanjut, Banyumas Berpeluang Terima Ratusan Unit Lagi