BANYUMASEKSPRES.ID, ISLANDIA – Fenomena gerhana matahari total 2026 membuat sejumlah wilayah Islandia berubah gelap di tengah hari.
Peristiwa astronomi langka tersebut menjadi perhatian ribuan warga dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.
Namun, pemandangan gerhana matahari total di Islandia tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Awan tebal dan hujan yang melanda sejumlah wilayah justru menghalangi pandangan para pengamat ketika fase totalitas berlangsung.
Dilansir AFP, Kamis (13/8/2026), kegelapan total menyelimuti Keflavik, wilayah yang berada sekitar 50 kilometer di barat daya Reykjavik, pada Rabu sekitar pukul 17.47 waktu setempat.
Fenomena tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri bagi masyarakat Islandia.
Gerhana matahari total dapat disaksikan dari Reykjavik untuk pertama kalinya sejak 1433, atau sekitar 593 tahun lalu.
Kemunculan gerhana matahari total menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling dinantikan di Islandia.
Warga dan wisatawan dari berbagai daerah berkumpul di sejumlah lokasi yang berada di jalur totalitas untuk mendapatkan kesempatan melihat langsung Matahari yang tertutup Bulan.
Antusiasme terhadap fenomena tersebut bahkan telah muncul jauh sebelum hari pelaksanaan.
Sejumlah penginapan di Islandia dilaporkan telah dipenuhi wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan gerhana matahari total 2026.
Astronom sekaligus komunikator sains populer Saevar Helgi Bragason menjadi salah satu orang yang telah lama menantikan peristiwa tersebut.
Ia mengaku telah menunggu lebih dari satu dekade untuk menyaksikan fenomena gerhana di negaranya.
Saevar sebelumnya pernah menyaksikan gerhana matahari sebagian yang terjadi di Islandia pada 20 Maret 2015.
Karena itu, kemunculan gerhana matahari total kali ini menjadi momen yang sangat dinantikan.
Namun, harapan tersebut sempat terganggu oleh kondisi cuaca. Prakiraan menunjukkan awan tebal berpotensi menutupi Matahari ketika fase totalitas berlangsung.
“Rasanya hampir seperti kehilangan seseorang,” kata Saevar sesaat sebelum gerhana berlangsung.
Durasi gerhana matahari total berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan. Salah satu wilayah yang mendapatkan fase totalitas paling lama adalah kawasan tebing Latrabjarg di bagian paling barat Islandia.
Di kawasan tersebut, gerhana matahari total berlangsung sekitar 2 menit 13 detik.
Durasi tersebut memberikan kesempatan bagi pengamat untuk menikmati suasana langit yang berubah gelap ketika Bulan menutupi piringan Matahari.
Sementara itu, di pusat kota Reykjavik, fase gerhana total berlangsung sedikit lebih dari satu menit.
Meskipun relatif singkat, momen tersebut memiliki arti penting karena fenomena serupa terakhir kali dapat disaksikan dari ibu kota Islandia pada 1433.
Gerhana matahari total terjadi ketika posisi Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi.
Dalam kondisi tertentu, ukuran tampak Bulan dapat menutupi seluruh piringan Matahari sehingga wilayah yang berada di jalur bayangan Bulan mengalami kegelapan sementara.
Fenomena tersebut berbeda dengan gerhana matahari sebagian karena pada gerhana total seluruh bagian Matahari yang terlihat dari lokasi tertentu tertutup Bulan selama fase totalitas.
Fenomena astronomi langka tersebut juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Islandia.
Ribuan wisatawan datang dari berbagai penjuru untuk mendapatkan kesempatan menyaksikan gerhana secara langsung.
Hotel-hotel di Reykjavik dan sejumlah wilayah lainnya bahkan dilaporkan penuh menjelang berlangsungnya fenomena tersebut.
Tingginya permintaan akomodasi menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap wisata astronomi.
Salah satu hotel di Desa Breidavik, wilayah barat Islandia, bahkan telah menerima pemesanan pertama untuk menyaksikan gerhana tersebut sejak 14 tahun sebelum fenomena berlangsung.
Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa fenomena astronomi seperti gerhana matahari total tidak hanya menarik perhatian kalangan astronom dan peneliti.
Peristiwa langka juga dapat menjadi daya tarik wisata yang mendorong masyarakat melakukan perjalanan khusus untuk melihatnya.
Meski sebagian pengamat di Islandia harus menghadapi awan tebal dan hujan, fenomena gerhana matahari total 2026 tetap menjadi peristiwa bersejarah.
Terlebih bagi Reykjavik, kembalinya kegelapan total akibat gerhana setelah ratusan tahun menjadikan momen tersebut salah satu fenomena astronomi paling menarik yang pernah disaksikan masyarakat setempat. (*/stch/dda)
















