BANYUMASEKSPRES.ID, Francesco Bagnaia kembali menjadi sorotan setelah gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone.
Pembalap Ducati tersebut mengalami kecelakaan di tikungan terakhir ketika berusaha mempertahankan posisinya.
Kecelakaan itu semakin menarik perhatian karena Bagnaia mengaku kehilangan grip bagian depan motornya secara tiba-tiba.
Bahkan setelah melihat data dari motornya, pembalap asal Italia tersebut masih belum menemukan penyebab pasti insiden yang membuatnya kembali gagal meraih hasil positif.
Bagnaia memang menjalani akhir pekan yang sulit di Silverstone. Ia hanya mampu menempati posisi ke-16 dalam sesi kualifikasi dan kemudian finis di posisi ke-17 pada Sprint Race.
Kondisi tersebut berlanjut pada balapan utama ketika Bagnaia kembali gagal mencapai garis finis.
Insiden terjadi ketika Bagnaia keluar dari Luffield dan memasuki bagian akhir lintasan.
Motor Ducati yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan grip pada bagian depan sehingga membuatnya terjatuh.
Bagnaia mengaku belum pernah mengalami kejadian dengan karakter seperti itu sebelumnya.
Pemeriksaan data juga belum memberikan jawaban yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada motornya.
“Kalaupun melihat data, sulit untuk memahami apa yang terjadi. Saya kehilangan grip dalam sepersekian detik dan semuanya berakhir,” ujar Bagnaia kepada Speedweek.
Menurut Bagnaia, kejadian tersebut terasa sangat aneh karena kehilangan grip berlangsung begitu cepat.
Ia pun mengaku sulit menerima hasil tersebut setelah menjalani akhir pekan yang sudah cukup buruk.
“Ini benar-benar sangat aneh, tetapi memang seperti itu kejadiannya. Sangat sulit untuk menerimanya,” lanjut pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut.
Kecelakaan Bagnaia juga menarik perhatian komentator MotoGP Neil Hodgson.
Pada awalnya, Hodgson sempat menilai Bagnaia melakukan kesalahan ketika kehilangan kendali atas motornya.
Namun, pandangannya berubah setelah melihat rekaman CCTV dari sirkuit. Berdasarkan rekaman tersebut, Hodgson kemudian menduga terdapat kemungkinan persoalan teknis yang menyebabkan kecelakaan.
Perubahan pandangan tersebut membuat insiden Bagnaia kembali dikaitkan dengan persoalan mengenai karakter motor Ducati yang sebelumnya pernah disoroti Casey Stoner.
Casey Stoner bukan sosok asing bagi Ducati. Mantan juara dunia MotoGP tersebut pernah bekerja sebagai penasihat dan mentor bagi tim asal Italia itu.
Dalam perannya tersebut, Stoner sempat memberikan analisis mengenai perilaku motor Ducati.
Stoner pernah mempertanyakan konsistensi perilaku motor yang digunakan Bagnaia.
Menurutnya, karakter motor tersebut terkadang menunjukkan perilaku yang sulit dipahami.
“Dia adalah pembalap yang sangat halus, orang yang sangat halus dalam semua aspek ini. Saya melihat motornya melakukan hal-hal yang seharusnya tidak terjadi,” ujar Stoner.
Pernyataan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah kecelakaan Bagnaia di Silverstone.
Pasalnya, insiden kali ini juga terjadi ketika pembalap Ducati tersebut merasa kehilangan kendali secara tiba-tiba tanpa memahami penyebabnya.
Kecelakaan di MotoGP Inggris juga bukan satu-satunya insiden yang membuat Bagnaia mempertanyakan performa motornya.
Sebelumnya, pembalap Ducati tersebut sempat mengalami persoalan serupa dalam beberapa balapan.
Pada MotoGP Prancis, Bagnaia pernah mengatakan bahwa insiden yang membuatnya kehilangan peluang meraih podium bukan disebabkan kesalahan manusia.
Setelah melakukan pemeriksaan, Ducati kemudian mengidentifikasi adanya masalah kecil pada motornya.
Rangkaian kejadian tersebut membuat isu mengenai konsistensi motor Ducati kembali menjadi perhatian.
Terlebih, Bagnaia merupakan salah satu pembalap yang sangat mengandalkan karakteristik motor dalam persaingan MotoGP.
Namun, belum ada kesimpulan bahwa kecelakaan Bagnaia di Silverstone disebabkan masalah teknis.
Bagnaia sendiri masih mengaku kesulitan memahami kejadian tersebut berdasarkan data yang tersedia.
Karena itu, insiden di Silverstone menjadi pekerjaan rumah bagi Bagnaia dan Ducati.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah kecelakaan tersebut murni akibat kehilangan grip atau terdapat faktor teknis pada motor.
Sorotan terhadap analisis Casey Stoner pun kembali muncul karena pernyataan mantan pembalap Ducati tersebut dianggap relevan dengan kondisi yang dialami Bagnaia.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan tetap harus menunggu analisis teknis lebih lanjut. (*/stch/dda)
















