Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kakek Buyut Dikaitkan dengan Tokoh Pro-Jepang, Ha Young Minta Maaf soal Sejarah Keluarga

Minta Maaf Kontroversi Kakek BuyutnyaMinta Maaf Kontroversi Kakek Buyutnya
Ha Young

BANYUMASEKSPRES.ID, Aktris Korea Selatan Ha Young akhirnya buka suara terkait kontroversi sejarah keluarganya.

Ia menyampaikan permintaan maaf setelah sosok kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, diketahui memiliki sejumlah catatan sejarah yang menunjukkan keterkaitan dengan organisasi dan pemerintahan kolonial Jepang di Korea.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Ha Young melalui surat tulisan tangan yang diunggah ke akun Instagram pribadinya pada Rabu (12/8).

Dalam surat itu, aktris yang dikenal lewat sejumlah drama Korea tersebut mengaku selama ini hanya mengetahui kisah tentang kakek buyutnya berdasarkan cerita yang diwariskan di lingkungan keluarga.

Ha Young mengatakan, informasi yang selama ini diterimanya ternyata tidak menggambarkan sejarah keluarganya secara lengkap.

Ia bahkan mengaku pernah menceritakan sosok kakek buyutnya sebagai figur yang dibanggakan tanpa memahami catatan sejarah yang sebenarnya.

“Selama ini, saya hanya mengetahui kehidupan kakek buyut saya secara sepenggal-sepenggal berdasarkan cerita yang diturunkan dalam keluarga,” tulis Ha Young.

Ia mengakui pernyataan tersebut menjadi kesalahan karena disampaikan tanpa melakukan pemahaman dan verifikasi terhadap sejarah secara menyeluruh.

Ha Young pun menyatakan penyesalannya karena telah membicarakan sejarah keluarganya di hadapan publik.

Kontroversi bermula setelah Ha Young tampil dalam program televisi Problem Child in House yang ditayangkan KBS pada 7 Agustus.

Dalam acara tersebut, ia membahas latar belakang keluarganya yang berkaitan dengan dunia medis.

Ha Young menyebut kakek buyutnya pernah menempuh pendidikan kedokteran Barat di Jepang.

Sosok tersebut juga disebut mendirikan klinik medis Barat swasta pertama di Seoul dan pernah memberikan perawatan kepada Kaisar Gojong.

Pernyataan tersebut kemudian membuat warganet melakukan penelusuran terhadap identitas kakek buyut Ha Young. Sosok yang dimaksud kemudian diidentifikasi sebagai Ahn Sang-ho.

Penelusuran terhadap sejumlah catatan sejarah selanjutnya memunculkan fakta mengenai aktivitas Ahn Sang-ho pada masa pendudukan Jepang.

Ahn Sang-ho tercatat sebagai orang Korea pertama yang memperoleh lisensi medis Jepang pada 1902.

Namanya juga tercantum sebagai anggota dewan Asosiasi Persahabatan Daejeong, sebuah organisasi bisnis yang didirikan pada 1916 dan dikaitkan dengan sejumlah kolaborator Jepang.

Catatan publikasi Maeil Sinbo pada Desember 1918 juga memuat pernyataan Ahn Sang-ho mengenai keluarganya yang disebut telah “berasimilasi sepenuhnya”.

Catatan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar yang membuat sejarah keluarga Ha Young mendapat sorotan publik.

Kontroversi semakin berkembang setelah agensi Ha Young, Bistus Entertainment, sempat membantah tudingan bahwa Ahn Sang-ho merupakan tokoh pro-Jepang.

Namun, sehari setelah pernyataan tersebut, agensi melakukan verifikasi ulang dan mengubah sikapnya.

Bistus Entertainment kemudian mengakui bahwa nama Ahn Sang-ho memang tercantum dalam daftar penasihat Asosiasi Persahabatan Daejeong pada 1916.

Agensi juga meminta maaf karena sebelumnya memberikan bantahan sebelum melakukan pemeriksaan fakta secara menyeluruh.

“Ha Young merasa sangat berat hati karena telah memicu kontroversi tanpa sengaja,” kata agensi tersebut dalam pernyataannya.

Ha Young sendiri mengaku menyesal karena membicarakan sejarah keluarganya dengan cara yang dianggap terlalu ringan.

Ia menyadari bahwa ketidaktahuan mengenai fakta sejarah tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan catatan masa lalu.

“Saya sangat menyesal karena sempat membicarakan sejarah keluarga saya dengan begitu enteng tanpa memahami secara benar sejarah kelam negara kita di masa penjajahan Jepang,” tulisnya.

Ia juga menyadari bahwa sebagai figur publik, pernyataan mengenai sejarah keluarga dapat menimbulkan perhatian luas.

Karena itu, Ha Young berjanji akan lebih berhati-hati dalam menjalani karier dan menyampaikan informasi kepada publik.

Selain Ahn Sang-ho, sosok mendiang kakek Ha Young, Ahn Boo-ho, turut menjadi perhatian.

Ahn Boo-ho diketahui pernah bekerja di Rumah Sakit Nasional Sorokdo pada akhir 1940-an hingga awal 1950-an.

Rumah sakit tersebut kemudian menjadi sorotan dalam sejarah Korea karena pada periode tersebut terjadi berbagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap pasien penyakit Hansen.

Meski demikian, sejauh informasi yang disampaikan dalam kontroversi ini, tidak terdapat bukti bahwa Ahn Boo-ho terlibat langsung dalam tindakan tersebut.

Bistus Entertainment menegaskan bahwa kontroversi tersebut menjadi pelajaran bagi Ha Young dan agensi.

Verifikasi fakta dinilai penting, terutama ketika informasi yang disampaikan berkaitan dengan sejarah sensitif Korea Selatan.

“Mulai sekarang, ia akan menjalani kariernya dengan sikap yang lebih rendah hati dan lebih berhati-hati,” kata Bistus Entertainment.

Ha Young, yang memiliki nama lengkap Ahn Ha-young, memulai debut akting melalui drama Dr. Prisoner pada 2019.

Namanya kemudian semakin dikenal setelah tampil dalam Extraordinary Attorney Woo pada 2022.

Ia selanjutnya membintangi The Trauma Code: Heroes on Call pada 2025 dan kembali tampil dalam drama Our Sticky Love pada 2026.

Kontroversi mengenai sejarah keluarganya kini menjadi pengingat bahwa informasi mengenai tokoh sejarah perlu disampaikan berdasarkan catatan dan sumber yang terverifikasi.

Ha Young pun memilih meminta maaf serta mengakui kekeliruan setelah fakta mengenai sejarah keluarganya kembali menjadi perhatian publik. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Atlet Sepatu Roda Bawa Empat Medali

Atlet Sepatu Roda Banjarnegara Fatahilah Raih 4 Medali di Kejuaraan Internasional China

Berita Selanjutnya
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite

Orang Kaya Bakal Dilarang Beli Pertalite, Desil 10 Jadi Sasaran Awal