BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai Geopark, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kebumen mengadakan kegiatan bertajuk “Ngaji Geopark” yang berlangsung di Kampus Geologi Luk Ulo Karangsambung.
Acara ini tidak hanya menjadi bagian dari rapat pleno tahunan PC GP Ansor Kebumen tetapi juga sebagai langkah strategis dalam merespons pengakuan UNESCO terhadap Geopark Kebumen.
Dengan demikian, kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai geopark sekaligus menyiapkan kader GP Ansor dalam perannya sebagai agen penyebarluasan informasi geopark kepada masyarakat.
Ketua GP Ansor Kebumen, Ahmad Amin Mustofa, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang geopark setelah Kebumen mendapat pengakuan resmi dari UNESCO.
Dia menyatakan bahwa sebagai bagian dari masyarakat, sudah sewajarnya GP Ansor mempelajari dan memahami apa yang dimaksud dengan geopark serta menentukan peran yang dapat dimainkan oleh anggotanya di semua tingkatan.
“Pertama kita Ngaji Geopark karena Kebumen mendapatkan penghargaan dari UNESCO. Maka sudah menjadi kewajiban Ansor sebagai bagian elemen masyarakat untuk mengetahui tentang itu dan peran apa yang bisa dilakukan teman-teman Ansor di semua tingkatan,” ujar Ahmad Amin Mustofa saat ditemui di sela rapat pleno tersebut.
Lebih lanjut, Ahmad Amin Mustofa menjelaskan bahwa kader GP Ansor tersebar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.
Ke depannya, organisasi ini berencana untuk mengambil peranan lebih aktif, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bahkan, dia mencatat bahwa sejumlah kader sudah terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah masing-masing.
Hal ini menjadi sinyal positif bagi upaya GP Ansor untuk lebih berkontribusi pada perekonomian lokal seiring dengan pengembangan potensi pariwisata berbasis geopark kebanggaan mereka.
Sementara itu, Istanto selaku Manajer Operasional Kampus Geologi Luk Ulo Karangsambung sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, memberikan edukasi literasi geopark kepada para peserta.
Ia menekankan bahwa meskipun istilah geopark sering terdengar familiar, namun pemahaman mendalam mengenai konsep dan manfaatnya masih belum dikuasai oleh banyak masyarakat.
Dalam paparannya, Istanto menjelaskan bahwa geopark memiliki empat aspek utama yaitu pendidikan, penelitian, geowisata, dan ekonomi.
“Pemahaman tentang apa itu geopark masih belum banyak dimiliki masyarakat. Geopark itu terkenal, tapi kurang dikenal,” ujarnya.
Istanto berharap agar GP Ansor dapat berperan lebih besar dalam menyebarluaskan literasi tentang geopark kepada masyarakat luas.
Dengan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat termasuk organisasi seperti GP Ansor, kesadaran tentang pentingnya menjaga dan memanfaatkan kekayaan geologi yang ada di wilayah mereka dapat meningkat signifikan. (mam/dda)
















