BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Kabupaten Cilacap, terdapat sekitar 450 koperasi yang beroperasi, namun hanya 301 di antaranya yang masih aktif.
Kehadiran Koperasi Merah Putih yang tersebar di 284 desa atau kelurahan belum memberikan dampak signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menyoroti pentingnya peran koperasi dalam peningkatan ekonomi daerah. Namun, kontribusi tersebut masih tergolong rendah.
Menurut Bupati Syamsul, untuk meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDRB, diperlukan langkah konkret dan sinergi lintas sektor agar koperasi bisa “naik kelas”.
Ia menekankan bahwa transformasi koperasi harus dilakukan agar dapat memainkan peran lebih signifikan dalam pertumbuhan ekonomi lokal. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (29/7).
Bupati menjelaskan bahwa pendekatan tradisional dalam pengelolaan koperasi sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Oleh karena itu, ia mendorong koperasi untuk mengikuti perkembangan zaman dengan mengadopsi teknologi digital dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Koperasi harus masuk ke ekosistem digital dan terhubung dengan rantai pasok yang ada,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mendorong agar program-program lintas sektor dapat terintegrasi dengan pembinaan koperasi. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah daerah telah membentuk tim teknis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.
Misalnya, koperasi berbasis perikanan akan dibina oleh Dinas Perikanan, sedangkan koperasi pertanian akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian.
“Pembinaan koperasi tidak bisa dilakukan secara terpisah,” kata Bupati Syamsul.
Ia menambahkan bahwa perlu adanya kerjasama dengan OPD yang membina potensi wilayah serta melibatkan Forum Pengusaha Cilacap. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan secara terpadu dan menyeluruh.
Potensi keterlibatan koperasi juga terlihat dalam program MBG di Cilacap. Program ini memiliki sekitar 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap harinya memproduksi lebih dari 3.000 porsi makanan.
“Ini adalah peluang besar bagi koperasi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, perputaran uang dapat mencapai sekitar Rp 30 juta setiap harinya. Namun Bupati mengingatkan agar prinsip keadilan tetap dijunjung tinggi sehingga tidak mematikan usaha kecil lainnya.
Dengan dorongan digitalisasi dan kolaborasi serta pembinaan terintegrasi dari berbagai pihak terkait, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap bahwa koperasi-koperasi di daerahnya tidak hanya mampu bertahan tetapi juga berkembang menjadi penunjang utama perekonomian lokal.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan daya saing koperasi. Transformasi ini bertujuan agar keberadaan koperasi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di Cilacap.
Melalui upaya kolektif antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk para pelaku usaha lokal dan komunitas setempat, potensi besar dari sektor koperasi diharapkan mampu digali secara optimal demi kesejahteraan bersama.
Dorongan kuat terhadap digitalisasi dianggap sebagai salah satu kunci utama keberhasilan transformasi ini karena memungkinkan akses lebih luas serta efisiensi operasional bagi seluruh anggota maupun pengurus dari setiap unit usaha berbasis komunitas tersebut.
Dengan demikian langkah nyata dalam mendukung modernisasi industri kreatif serta inovatif seperti ini akan semakin membuka peluang kerja baru sekaligus mengurangi tingkat pengangguran terutama bagi generasi muda produktif saat ini maupun masa depan nanti. (jul/stch)
















