BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Keberhasilan Jago Tani Farm dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas ekspor kini mulai menarik perhatian internasional.
Kebun melon yang dikelola oleh Tatag Nur Ikhsan di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen baru-baru ini menjadi tujuan kunjungan para pengusaha dari Taiwan.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Direktur PT Known You Seed, Mr. David (Chu) bersama Direktur PT Known You Seed Indonesia, Mr. Willy dan manajer perusahaan lainnya pada hari Minggu (27/7/2025).
Tatag Nur Ikhsan menjelaskan bahwa PT Known You Seed adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan benih buah dan sayuran dengan basis operasional di Magelang.
“Sebagai bagian dari kemitraan, pihak direksi ingin mengeksplorasi kondisi pertanian di Indonesia, khususnya teknik penanaman melon dengan sistem green house seperti yang diterapkan di Jago Tani Farm,” ungkap Tatag pada Selasa (29/7).
Kedatangan para pengusaha ini didorong oleh rasa penasaran terhadap kualitas hasil panen yang dihasilkan oleh Jago Tani Farm.
Tanaman melon yang dihasilkan dikenal memiliki kualitas super nomor satu yang dapat bersaing dengan produk pertanian modern dari negara lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tatag juga menunjukkan proses panen melon jenis Golden Aroma.
“Mr. David terpesona dengan hasil kebun kami dan mengatakan bahwa kualitasnya tidak kalah dengan pertanian luar negeri,” ujar Tatag mengungkapkan kekaguman Mr. David.
Mr. David menyatakan kekagumannya terhadap sistem green house yang diterapkan oleh Tatag, “Saya kira ini sudah sangat bagus, baik dari segi volume, ketebalan kulit, warna serta rasa manisnya benar-benar sempurna,” ujarnya dalam bahasa Inggris.
Dalam kunjungan tersebut, Mr. David memberikan pesan agar kualitas buah tetap terjaga mengingat produk tersebut telah mencapai standar ekspor.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kuantitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar internasional dan bahkan menawarkan bantuan dalam hal pendampingan serta fasilitasi pengiriman ke pasar ekspor seperti Singapura.
“Yang penting SOP-nya dijaga agar kualitas tetap terjamin, kami siap membantu merambah pasar ekspor hingga Singapura asalkan kuantitas produksi bisa ditingkatkan,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Tatag mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan masukan berharga dari petinggi PT Known You Seed yang datang langsung dari Taiwan.
Ia merasa tersanjung karena kebun kecil miliknya mendapat perhatian internasional dalam perjalanan bisnis mereka ke Indonesia.
“Saya menyampaikan terima kasih atas saran yang diberikan terutama dalam menjaga SOP agar hasil tetap berkualitas tinggi dan tentu saja akan terus kami tingkatkan,” ujarnya penuh syukur.
Walaupun tanaman melon yang dibudidayakan sudah memenuhi syarat untuk diekspor, Tatag mengaku saat ini belum siap untuk merambah pasar ekspor lantaran kapasitas produksi masih terbatas.
Bersama kakaknya ia baru memiliki tiga unit green house dengan kapasitas masing-masing sekitar seribu tanaman.
“Dengan total tiga ribu tanaman saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspor,” katanya menjelaskan kondisi terkini.
Saat ini Jago Tani Farm baru mampu mensuplai kebutuhan melon untuk pasar domestik seperti Jakarta, Purwokerto, Bali, Yogyakarta hingga Kebumen sendiri. Target pasarnya meliputi hotel-hotel besar restoran serta mal atau supermarket termasuk agen buah besar di kota-kota tersebut.
“Apabila ingin memasuki pasar ekspor tentunya kami harus memperluas kapasitas green house tidak cukup hanya tiga unit saja dan itu memerlukan investasi serta tenaga kerja tambahan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja namun insya Allah kami berencana menuju ke arah sana,” jelasnya optimis tentang masa depan usahanya. (fur/stch)
















