Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Wabup Purbalingga Ingatkan Hoaks di Medsos bisa Picu Perpecahan

Hoaks di medsos picu perpecahanHoaks di medsos picu perpecahan
HOAKS: Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap hoaks di media sosial saat menghadiri Peringatan HUT ke-66 DPC Pepabri Purbalingga, Sabtu (19/9).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks di media sosial.

Dalam pandangannya, penggunaan media sosial yang tidak bijak berpotensi menimbulkan perpecahan dan mengganggu stabilitas daerah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dimas saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri Republik Indonesia (Pepabri) Kabupaten Purbalingga yang dilaksanakan di Pendapa Dipokusumo pada hari Sabtu, 20 September.

“Di era gempuran media sosial seperti sekarang ini, tidak ada kebenaran yang absolut. Kesalahan kalau diframing benar dan diberitakan terus menerus maka akan diyakini sebagai suatu kebenaran,” ujar Dimas dengan tegas.

Ia menyoroti bahwa medan perang modern kini telah berpindah ke dunia maya. Menurutnya, konten yang diglorifikasi dan tersebar tanpa henti dapat menciptakan situasi yang tidak kondusif serta mengancam stabilitas, tidak hanya di ibu kota tetapi juga di seluruh daerah.

Situasi ini menjadi semakin relevan mengingat bahwa meskipun wilayah Purbalingga berhasil menjaga kondusivitasnya ketika beberapa daerah lain mengalami demonstrasi dan aksi anarkis pada akhir Agustus lalu, ancaman dari informasi palsu tetap menjadi perhatian utama.

Kekhawatiran akan dampak dari hoaks inilah yang membuat Dimas menekankan pentingnya menjaga persatuan serta cinta tanah air guna menjamin keamanan wilayah.

“Tentunya bapak ibu mempunyai putra putri. Mari kita saling jaga agar mereka bisa menyampaikan kritik dan saran secara konstruktif serta menjauhi anarkisme,” pesannya dengan harapan agar generasi muda dapat berpartisipasi dalam diskusi publik yang sehat tanpa terjerumus ke dalam tindakan kekerasan atau destruktif.

Acara HUT Pepabri kali ini juga turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua dan pengurus Pepabri, para purnawirawan, warakawuri serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa dan Bersatu dalam Kebhinekaan, Menguatkan Ketahanan Nasional untuk Membangun Negeri.”

Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan keberlanjutan perjuangan para purnawirawan dalam membangun bangsa yang lebih kuat dan bersatu di tengah keragaman.

Dalam konteks sosial politik saat ini, ancaman dari berita bohong atau hoaks memang sudah menjadi isu global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Media sosial sebagai platform utama penyebaran informasi sering kali menjadi sumber misinformasi ketika tidak digunakan secara bijaksana.

Hal ini disebabkan oleh sifat media sosial yang memungkinkan siapa saja untuk memproduksi dan menyebarluaskan informasi dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi yang ketat.

Pernyataan Dimas mengenai pentingnya sikap kritis terhadap informasi yang diterima menggugah kesadaran akan perlunya literasi digital di kalangan masyarakat.

Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital dengan bijak. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat diharapkan dapat memilah mana informasi yang valid dan mana yang hanya sekadar rumor atau berita palsu.

Selain itu, ajakan Dimas kepada orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dari pengaruh negatif media sosial sangat relevan di era digital ini.

Generasi muda, sebagai pengguna aktif media sosial, rentan terpapar informasi keliru jika tidak dibekali dengan kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Pendidikan tentang etika penggunaan media sosial perlu ditanamkan agar mereka dapat berkontribusi positif dalam lingkungan online.

Kehadiran Forkopimda dan OPD terkait dalam acara tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mengatasi tantangan-tantangan terkait stabilitas daerah termasuk ancaman dari hoaks.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan elemen masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya menjaga keamanan serta mencegah potensi konflik akibat penyebaran informasi salah.

Pesan persatuan dan cinta tanah air yang disampaikan oleh Dimas juga sejalan dengan tema acara HUT Pepabri yaitu membangun masa depan bangsa melalui kebersamaan dalam keragaman.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan globalisasi saat ini semangat kebhinekaan harus terus dipupuk agar bangsa Indonesia bisa berdiri kokoh menghadapi berbagai dinamika. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Ketua dprd resmi mengundurkan diri

Ketua DPRD Banjarnegara Resmi Mengundurkan Diri

Berita Selanjutnya
Warga kesugihan jadi korban longsor freeport

Warga Kesugihan Cilacap Jadi Korban Longsor Tambang Bawah Tanah Freeport