Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Rumah di Cimanggu Cilacap Ambruk

Satu Rumah di Cimanggu Roboh, Diterjang Hujan dan AnginSatu Rumah di Cimanggu Roboh, Diterjang Hujan dan Angin
PEMBERSIHAN : BPBD bersama Forkompimcam melakukan pembersihan puing-puing runtuhan rumah

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah rumah bilik di Dusun Cimanggu Wetan, Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, ambruk setelah diterjang hujan deras yang disertai angin kencang pada Senin (12/1).

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB. Rumah berukuran 5 x 7 meter yang dimiliki oleh Wartam ini runtuh karena konstruksinya yang sudah lapuk dan tidak mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem.

Beruntungnya, saat kejadian berlangsung, Wartam tidak berada di rumah karena sedang bekerja di rumah tetangganya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo, saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1), menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Namun demikian, kerugian material akibat robohnya rumah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

“Korban sementara mengungsi ke rumah saudara. Petugas telah melakukan pengecekan lokasi dan pendataan dampak kejadian,” ujar Taryo kepada awak media.

Setelah insiden terjadi, warga setempat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Palang Merah Indonesia (PMI), serta petugas UPTD PKBD Majenang segera melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk.

Tindakan ini dilakukan untuk memastikan lokasi menjadi aman dan tidak membahayakan warga sekitar.

Dalam keterangannya, Taryo menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang menghuni rumah dengan kondisi bangunan tua atau tidak permanen.

“Potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, jadi kami meminta masyarakat untuk lebih waspada,” pungkasnya.

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cilacap dan sekitarnya bukanlah fenomena baru.

Setiap tahun, daerah ini sering kali dilanda cuaca buruk yang mempengaruhi stabilitas bangunan, terutama bagi rumah-rumah dengan konstruksi yang sudah tua atau tidak permanen.

Kelemahan struktur seperti kayu lapuk atau dinding bilik dari bambu menjadi perhatian utama dalam menghadapi ancaman bencana alam ini.

BPBD Kabupaten Cilacap terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya memiliki bangunan yang lebih kokoh untuk mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca buruk.

Dengan prediksi perubahan iklim yang semakin tidak menentu, kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana menjadi sangat penting.

Edukasi dan awareness campaign mengenai mitigasi bencana juga dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tindakan apa saja yang perlu diambil ketika menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, kerja sama antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam penanganan bencana seperti ini.

Kolaborasi antara warga setempat dengan aparat dan relawan dari organisasi kemanusiaan menunjukkan solidaritas tinggi dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam situasi seperti ini, gotong royong menjadi kekuatan utama yang mampu mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

Peristiwa robohnya rumah milik Wartam ini menjadi pengingat akan pentingnya melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi bangunan tempat tinggal kita.

Kondisi iklim yang semakin sulit diprediksi menuntut kita untuk selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan.

Bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana alam seperti Cilacap, memiliki rencana evakuasi dan tempat perlindungan sementara dapat membantu meminimalisir dampak jika sewaktu-waktu bencana kembali melanda. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Soal Keluhan Jaka Budi Santosa, Pelaku UMKM Penyewa Lahan di Area Menara Teratai kepada BLUD UPTD Teratai Mas

Kontrak Sewa Menara Teratai Purwokerto Berakhir, UMKM Harap Ada Kepastian Usaha

Berita Selanjutnya
Berat Badan Turun 20 Kg

Ammar Zoni Turun 15–20 Kg Selama Masa Penahanan, Dokter Kamelia Beri Dukungan