Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Industri Bulu Mata Purbalingga Dihantam PHK, PT Sung Shim Internasional Pangkas 145 Pekerja

145 Karyawan Terimbas PHK145 Karyawan Terimbas PHK
BULU MATA PALSU: Suasana pabrik PT Sung Shim Internasional di Kelurahan Kalikabong, Purbalingga, tampak lengang menjelang tutup tahun 2025.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Purbalingga, sebuah kabupaten yang selama ini dikenal dengan industri bulu mata palsunya, mendapatkan kabar kurang menggembirakan menjelang akhir tahun 2025.

Salah satu perusahaan bulu mata palsu terbesar di daerah tersebut, PT Sung Shim Internasional, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 145 karyawannya.

Gelombang PHK ini berlangsung dalam dua pekan terakhir di pabrik mereka yang berlokasi di Kelurahan Kalikabong.

Pengurangan tenaga kerja ini berdampak signifikan terhadap aktivitas produksi di pabrik tersebut. Aktivitas produksi terlihat menurun seiring dengan berkurangnya jumlah pekerja yang masih bertahan di perusahaan ini.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan (Dinnaker) Kabupaten Purbalingga, Yesu Dewayana Purba, mengonfirmasi kejadian ini dan menjelaskan bahwa PHK dilakukan melalui mekanisme Perjanjian Bersama (PB) antara manajemen perusahaan dan para karyawan.

“PHK memang tidak bisa dihindari. Namun alhamdulillah prosesnya berjalan lancar karena sudah ada kesepakatan bersama, termasuk terkait pesangon dan hak-hak pekerja lainnya, meskipun memang tidak bisa 100 persen terpenuhi,” ujar Yesu.

Saat ini, setelah gelombang PHK tersebut, jumlah karyawan yang masih bekerja di PT Sung Shim Internasional tinggal sekitar 70 orang saja.

Dinnaker berharap agar perusahaan dapat terus bertahan dan melanjutkan operasionalnya di Purbalingga agar tetap bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah setempat.

“Harapan kami adalah perusahaan tetap bisa beroperasi dan mendapatkan order ke depan,” tambah Yesu.

PT Sung Shim Internasional merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang telah menjadi bagian dari sejarah industri Purbalingga sejak era 1990-an.

Perusahaan ini sebelumnya juga memiliki cabang pabrik di Tegal, namun cabang tersebut telah ditutup dan dijual beberapa waktu lalu. Kini, Purbalingga menjadi satu-satunya lokasi operasional mereka yang tersisa.

Pada masa jayanya, perusahaan ini mampu menyerap hingga sekitar 800 tenaga kerja lokal. Namun perubahan dinamika industri global memaksa PT Sung Shim Internasional untuk melakukan penyesuaian strategi bisnis agar tetap mampu bersaing.

“Persaingan sekarang memang semakin berat. Ongkos tenaga kerja di luar negeri relatif lebih murah, ditambah persaingan dengan China yang semakin ketat. Walaupun dari sisi keterampilan tenaga kerja kita unggul, tetapi dari sisi efisiensi biaya masih kalah,” ungkap Yesu.

Di tengah tekanan dari persaingan global dan tantangan biaya produksi yang meningkat, PT Sung Shim Internasional harus mengambil langkah-langkah strategis untuk bertahan hidup.

Pengurangan tenaga kerja adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka sambil tetap berusaha menjaga kualitas produk yang telah menjadi ciri khas mereka selama bertahun-tahun.

Industri bulu mata palsu sendiri merupakan salah satu sektor andalan di Purbalingga yang menyerap banyak tenaga kerja lokal serta memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi daerah tersebut.

Dengan adanya PHK massal ini, tentu akan berdampak pada perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Namun demikian, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Purbalingga terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi dampak dari gelombang PHK ini.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pekerja agar lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk menarik investor baru ke wilayah tersebut guna menciptakan lapangan pekerjaan baru sebagai kompensasi atas hilangnya kesempatan kerja akibat penutupan pabrik atau pengurangan tenaga kerja oleh perusahaan-perusahaan yang ada.

Dengan situasi ekonomi global saat ini dan tantangan yang dihadapi oleh industri lokal seperti PT Sung Shim Internasional, diperlukan strategi dan kebijakan yang tepat agar dapat menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Purbalingga ke depan.

Bagaimana pun juga, harapan besar masih ada bahwa sektor industri bulu mata palsu dapat bangkit kembali dengan inovasi serta adaptasi terhadap perubahan pasar global sehingga terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah setempat maupun nasional. (alw/fam)

Berita Sebelumnya
Safa Marwah Bantah Isu Wanita Simpanan Ridwan Kamil

Klarifikasi Soal Isu Kedekatan dengan Ridwan Kamil, Safa Marwah Tegaskan Hanya Berteman

Berita Selanjutnya
Harga emas berpotensi anjlok

Cara Pakai Fitur Transfer Emas di Aplikasi BRImo, Solusi Kirim Emas Digital dengan Cepat