Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Salurkan Bantuan Peralatan IKM 156 Juta untuk 371 Pelaku Usaha

19 Kelompok IKM Dapat Bantuan Alat Produksi19 Kelompok IKM Dapat Bantuan Alat Produksi
DORONG PRODUKSI: Bupati Purbalingga menyerahkan secara simbolis bantuan alat produksi kepada perwakilan kelompok IKM di Pendapa Dipokusumo.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam langkah nyata untuk memperkuat sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyalurkan bantuan peralatan produksi kepada 371 pelaku IKM yang tergabung dalam 19 kelompok usaha.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis di Pendapa Dipokusumo pada Selasa, 30 Desember 2025.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, mengungkapkan bahwa bantuan peralatan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp156.420.000.

“Bantuan ini diberikan kepada 371 penerima yang tergabung dalam 19 kelompok IKM,” jelas Agung saat ditemui di sela kegiatan penyerahan hibah mesin dan peralatan produksi tersebut.

Agung menekankan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup berbagai jenis peralatan produksi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usaha.

Peralatan tersebut meliputi alat-alat untuk mendukung proses produksi gula kelapa, kopi, olahan makanan dan minuman, serta kerajinan tangan.

“Jenisnya beragam, mulai dari peralatan pengolahan, pengemasan, hingga alat pendukung produksi lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyatakan harapannya agar bantuan ini mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas produk-produk IKM di daerahnya.

“Bantuan ini kami arahkan untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Harapannya, IKM bisa berkembang, produktivitas meningkat, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Fahmi dengan optimisme.

Sektor IKM memang memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian daerah. Kesadaran akan hal ini mendorong Pemkab Purbalingga untuk terus memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan termasuk di dalamnya adalah bantuan peralatan produksi seperti yang disalurkan kali ini.

Bantuan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai dorongan jangka pendek bagi pelaku IKM tetapi juga sebagai investasi jangka panjang menuju kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk diharapkan daya saing produk lokal dapat meningkat baik di pasar domestik maupun internasional.

Langkah seperti ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian melalui penguatan sektor-sektor ekonomi lokal yang potensial.

Harapan besar disematkan pada usaha-usaha kecil menengah agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus menjadi sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi banyak keluarga di Purbalingga.

Dalam konteks globalisasi saat ini dimana persaingan semakin ketat inovasi dan adaptasi terhadap teknologi baru menjadi keharusan bagi setiap pelaku usaha termasuk IKM.

Oleh karena itu pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kuantitas tetapi juga kualitas produk dengan memperhatikan aspek-aspek seperti kemasan branding dan pemasaran digital.

Dukungan pemerintah daerah terhadap IKM sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Pemerintah pusat maupun daerah menyadari betul bahwa UMKM termasuk IKM berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah pelaku usaha serta masyarakat luas, cita-cita untuk menjadikan sektor IKM sebagai kekuatan ekonomi lokal yang tangguh bukanlah suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Melalui program-program pemberdayaan semacam ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap dapat membangun ekosistem bisnis yang lebih dinamis, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (tya/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Wapres Gibran Pastikan IKN Sesuai Arah dan Target

Wapres Gibran Tinjau Proyek Strategis IKN, Pastikan Pembangunan Tepat Target

Berita Selanjutnya
Bank dan multifinance dinilai paling siap mengelola PayLater karena wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dan transparansi informasi.

Ini Penyebab PayLater Hanya Boleh di Bank dan Multifinance