Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ini Kronologi Tiga Pekerja Proyek Penguatan Tebing Sungai Klawing Purbalingga Hilang Terseret Banjir

Tiga pekerja di sungai klawing hilangTiga pekerja di sungai klawing hilang
Proses pencarian para pekerja yang hanyut terbawa arus Sungai Klawing oleh tim SAR, Minggu (3/8) malam.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga pada Minggu malam, 3 Agustus 2025.

Tiga pekerja proyek yang terlibat dalam penguatan tebing Sungai Klawing dinyatakan hilang setelah diduga terseret arus banjir yang tiba-tiba meluap.

Para pekerja tersebut tengah mengerjakan jembatan akses untuk alat berat yang diperlukan dalam proyek tersebut ketika kejadian berlangsung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa saat itu curah hujan sangat tinggi sehingga air Sungai Klawing cepat meluap dan membahayakan para pekerja.

“Karena curah hujan tinggi, air Sungai Klawing tiba-tiba meluap. Para pekerja segera bergegas menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Dalam situasi genting tersebut, para pekerja berusaha secepat mungkin untuk menaikkan alat berat ke tempat yang lebih aman.

Mereka memilih untuk membawa alat berat ke shelter atau posko yang sudah disiapkan di tanggul sodetan Sungai Klawing.

Sayangnya, tiga dari enam pekerja tidak sempat mencapai shelter dan dilaporkan menyeberang menuju jalur alat berat.

Menurut keterangan warga setempat dan saksi mata, ketiga pekerja yang hilang adalah Sarwoyo dan Muhyadi, warga Desa Penaruban Purbalingga serta Tedi Setiawan dari Majenang Cilacap.

“Ketiganya diduga hilang ketika menyeberang menuju jalur alat berat,” lanjut Prayitno memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas korban yang hilang.

Begitu laporan mengenai kejadian ini diterima oleh BPBD Kabupaten Purbalingga, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penilaian awal dan memulai operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Operasi ini dilakukan dengan koordinasi bersama Badan SAR Nasional (BASARNAS) guna memastikan setiap langkah dilakukan dengan efektif dan efisien demi keselamatan para pekerja.

Di sisi lain, tiga pekerja lainnya berhasil selamat karena tetap bertahan di shelter hingga bantuan datang pada sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Mereka adalah Juni Setiawan dan Muntohar, keduanya operator alat berat asal Kebumen serta Bintang Putra yang berasal dari Yogyakarta.

Ketiganya akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BASARNAS dan relawan yang telah bersiaga sejak malam hari.

Namun demikian, upaya pencarian tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Prayitno menambahkan bahwa operasi SAR sempat terhambat akibat kondisi banjir yang membuat aliran sungai sangat deras ditambah dengan hujan lebat terus mengguyur area sekitar lokasi pencarian.

Keadaan ini diperparah dengan keterbatasan mesin tempel perahu yang hanya memiliki kekuatan 25 HP sehingga tidak dapat beroperasi secara optimal dalam kondisi arus kuat seperti itu.

Proses evakuasi dan pencarian ini menjadi sorotan utama karena tantangan alam yang harus dihadapi oleh tim penyelamat dalam menjalankan tugas mereka.

Meskipun begitu, kerja keras tim SAR gabungan bersama para relawan menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan misi penyelamatan ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam terutama saat bekerja di daerah rawan seperti tepi sungai besar.

Koordinasi dan kesiapan antar lembaga terkait serta pengetahuan tentang mitigasi risiko menjadi kunci penting untuk mencegah korban jiwa lebih banyak lagi di masa mendatang.

Situasi serupa sebelumnya pernah terjadi di wilayah ini ketika curah hujan ekstrem menyebabkan luapan sungai tak terduga sehingga menempatkan banyak nyawa dalam bahaya serius.

Oleh karena itu langkah-langkah antisipatif perlu ditingkatkan termasuk edukasi bagi masyarakat setempat mengenai tindakan darurat saat menghadapi bencana banjir.

Kejadian di Sungai Klawing ini juga membuka ruang diskusi tentang perlunya peningkatan infrastruktur pendukung keselamatan kerja terutama dalam proyek-proyek pembangunan yang berdekatan dengan sumber daya alam berisiko tinggi seperti sungai atau lereng pegunungan rawan longsor.

Seiring dengan berjalannya waktu hingga pagi menjelang harapan keluarga korban masih tertuju pada keberhasilan operasi SAR dalam menemukan ketiga pekerja yang belum ditemukan tersebut agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing dalam keadaan selamat.

Proses pencarian terus dilanjutkan hingga berita ini diturunkan meskipun kondisi cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat namun semangat dari tim gabungan tidak surut sedikitpun demi kemanusiaan serta tanggung jawab moral terhadap sesama warga negara Indonesia. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Tampilan halaman cekbansos.kemensos.go.id untuk mengecek status penerima bantuan

Langkah Update Data DTSEN lewat Aplikasi Cek Bansos, untuk Penerima KIP Kuliah

Berita Selanjutnya
Tercatat 28 titik longsor dan 2 banjir

Tercatat 28 Titik Longsor dan 2 Banjir di Banyumas Akibat Hujan Deras Dua Hari Terakhir