BANYUMASEKSPRES.ID, Permasalahan saldo bansos PKH dan BPNT kosong di KKS semakin sering dikeluhkan masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan bantuan sosial untuk kebutuhan sehari-hari dalam mencukupi keperluan pokok.
Tidak sedikit penerima manfaat yang heran saat mengecek saldo KKS mereka justru menemukan nominal nol, padahal sudah ada jadwal resmi pencairan bantuan sosial pemerintah.
Bank penyalur seperti Mandiri, BRI, BNI, hingga BSI menjadi jalur utama pencairan, tetapi banyak penerima bansos tetap merasa kecewa karena tidak ada dana masuk.
Menanggapi keresahan tersebut, Pendamping Sosial PKH dari Kemensos, Reza, memberikan penjelasan menyeluruh mengenai apa yang menyebabkan saldo kosong meskipun KKS masih aktif digunakan masyarakat.
Menurutnya, kondisi ini bisa terjadi karena faktor administratif dan teknis dalam sistem penyaluran, sehingga tidak selalu berarti bantuan sosial dicabut oleh pemerintah.
“Pertama, karena memang belum ada penyaluran dari pusat ke rekening KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” jelas Reza dalam keterangannya kepada media pada kesempatan berbeda.
Ia menambahkan, masyarakat sering salah paham hanya karena melihat jadwal umum, padahal pencairan tetap bisa bergeser tergantung verifikasi data terakhir dari pusat.
Proses penyaluran bansos kerap terkendala penyesuaian data kependudukan, hasil evaluasi penerima, atau kendala sistemik perbankan, sehingga saldo bansos PKH dan BPNT kosong di KKS masih mungkin terjadi.
Selain itu, menurut Reza, ada kemungkinan KKS yang digunakan masih aktif tetapi pemilik kartu tidak lagi masuk sebagai penerima bantuan sosial karena perubahan data kependudukan.
“Kedua, karena ATM KKS yang digunakan adalah milik anggota keluarga KPM yang sudah tidak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat,” ungkap Reza menjelaskan.
Dalam banyak kasus, hal ini muncul karena perubahan status sosial ekonomi, seperti anak penerima sudah lulus sekolah atau keluarga tidak lagi memenuhi kriteria.
Sistem pemutakhiran data Kemensos secara otomatis akan mengeluarkan penerima yang tidak memenuhi syarat, meskipun kartu masih dapat digunakan untuk cek saldo.
Reza menekankan masyarakat wajib memastikan kartu KKS yang digunakan benar-benar milik anggota keluarga yang masih aktif terdaftar di DTKS.
Jika tidak, saldo akan tetap Rp 0 karena tidak ada dana yang ditransfer pusat, meskipun kartu secara teknis masih bisa berfungsi untuk transaksi terbatas.
“Jadi meskipun kartunya aktif dan bisa dipakai, kalau tidak ada penyaluran dari pusat, ya tetap saldo Rp 0,” lanjut Reza menegaskan lagi.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pendamping sosial di setiap wilayah untuk membantu memverifikasi data penerima agar masalah bisa diselesaikan lebih cepat.
Pendamping biasanya bisa menjelaskan apakah seseorang masih terdaftar di DTKS atau sudah keluar dari daftar akibat pemutakhiran data kependudukan secara berkala.
Pentingnya Memahami Penyebab Saldo Kosong
Dalam menghadapi saldo bansos PKH dan BPNT kosong di KKS, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi simpang siur dari media sosial atau obrolan lingkungan.
Reza mengingatkan bahwa informasi resmi hanya bersumber dari Kemensos, pemerintah daerah, atau pendamping sosial yang memang bertugas mendampingi penerima manfaat.
Jika masyarakat merasa layak menerima bantuan tetapi saldo tetap kosong, langkah bijak adalah memeriksa status melalui aplikasi Cek Bansos atau situs resmi Kemensos.
Dengan cara ini, penerima manfaat dapat mengetahui posisi data mereka di sistem dan memastikan apakah masih terdaftar atau justru sudah keluar dari daftar.
Reza juga menyarankan agar masyarakat rutin memperbarui data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi ke pemerintah desa atau kelurahan secara berkala.
Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi bagi Kemensos untuk menentukan siapa yang layak tetap menerima bansos PKH dan BPNT di periode berikutnya.
Pendamping sosial juga akan melakukan monitoring langsung ke lapangan untuk mengecek data, memastikan keakuratan informasi, dan menjaga agar bansos tepat sasaran.
Masyarakat yang memahami proses ini tidak akan langsung panik saat saldo kosong, karena bisa jadi sekadar menunggu jadwal penyaluran dari pusat.
Masalah saldo nol di rekening KKS memang menimbulkan keresahan, tetapi bukan berarti hak penerima dicabut sepenuhnya tanpa alasan jelas atau pemberitahuan resmi.
Dengan komunikasi yang baik antara penerima, pendamping sosial, serta pemerintah, setiap kendala bisa diatasi sehingga bantuan kembali cair sesuai jadwal.
Penerima bansos juga diingatkan untuk tetap bersikap bijak, tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan, melainkan memverifikasi terlebih dahulu dengan sumber resmi.
Akhirnya, memahami penyebab saldo bansos PKH dan BPNT kosong di KKS akan membantu masyarakat tetap tenang, serta terhindar dari informasi palsu yang menyesatkan.
Bansos tetap disalurkan dengan sistem yang diawasi ketat, dan dengan update data yang benar, hak masyarakat akan terus terjaga secara transparan dan akuntabel. (amp)
















