Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Investasi Swasta 74,54 Triliun Masuk IKN, Jawa Tengah Buka Peluang Kerja Sama

Investasi Swasta Rp 74,54 T Masuk IKNInvestasi Swasta Rp 74,54 T Masuk IKN
TAMPAK ATAS: Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara

BANYUMASEKSPRES.ID, KALIMANTAN TIMUR – Investasi swasta yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah mencapai Rp74,54 triliun.

Besarnya nilai investasi tersebut menjadi salah satu penggerak pembangunan kawasan IKN sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dengan berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan untuk membangun IKN.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan ibu kota baru tersebut saat ini berjalan melalui sejumlah skema pembiayaan.

Skema tersebut mencakup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Masing-masing skema memiliki peran dalam mendukung pembangunan berbagai infrastruktur dan fasilitas di kawasan IKN.

Selain investasi swasta yang mencapai Rp74,54 triliun, nilai proyek pembangunan IKN melalui skema KPBU juga telah mencapai Rp134,22 triliun.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pembiayaan sekaligus potensi ekonomi yang berkembang seiring pembangunan kawasan ibu kota baru.

Di tengah pembangunan tersebut, Otorita IKN juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kerja sama antardaerah dinilai dapat memperkuat ekosistem pembangunan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar IKN.

Salah satu daerah yang berpeluang menjalin kerja sama dengan Otorita IKN adalah Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disebut membuka peluang kolaborasi untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pengembangan ekonomi di IKN.

Basuki mengatakan kerja sama antara Jawa Tengah dan Otorita IKN berpotensi memberikan manfaat bagi kedua pihak. Salah satunya berupa peluang mendapatkan insentif fiskal bagi Jawa Tengah.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/8/2026).

Menurut Basuki, peluang kerja sama antara Jawa Tengah dan IKN tidak hanya berkaitan dengan penanaman modal atau investasi.

Kolaborasi dapat dikembangkan dalam berbagai sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Beberapa sektor yang berpotensi dikembangkan antara lain penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, serta pariwisata.

Kerja sama pada sektor tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan ekonomi yang lebih luas antara Jawa Tengah dan kawasan IKN.

Penyediaan barang dan jasa menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di IKN.

Kebutuhan terhadap berbagai produk dan jasa dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha dari daerah lain untuk ikut mengambil bagian dalam ekosistem ekonomi ibu kota baru.

Selain sektor usaha, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam kerja sama.

Pembangunan IKN membutuhkan sumber daya manusia dengan berbagai keahlian, sehingga kolaborasi antardaerah dapat diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Sektor ekonomi kreatif dan pariwisata juga dinilai memiliki potensi.

Jawa Tengah memiliki berbagai produk kreatif serta destinasi wisata yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan kawasan IKN.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik peluang kerja sama tersebut.

Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah selama ini juga dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” ujar Luthfi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pembangunan kawasan tidak hanya membutuhkan peran pemerintah.

Dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan juga memiliki peran dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Jawa Tengah, peluang menjadi mitra Otorita IKN dapat membuka akses terhadap berbagai kegiatan ekonomi baru.

Pelaku usaha daerah berpotensi memperoleh kesempatan untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan pembangunan dan aktivitas ekonomi di kawasan IKN.

Sementara bagi IKN, kerja sama dengan daerah dapat membantu memperluas jaringan ekonomi dan memperkuat hubungan dengan berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan demikian, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun konektivitas ekonomi antardaerah.

Besarnya investasi yang telah masuk juga menunjukkan bahwa IKN terus menjadi kawasan yang menarik bagi dunia usaha.

Nilai investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun dan proyek KPBU Rp134,22 triliun menjadi bagian dari pembiayaan pembangunan yang terus berjalan.

Ke depan, peluang kerja sama antara IKN dan Jawa Tengah diharapkan dapat berkembang ke berbagai sektor.

Mulai dari investasi, perdagangan barang dan jasa, pengembangan SDM, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

Dengan terbukanya peluang tersebut, investasi IKN tidak hanya memberikan dampak terhadap Kalimantan Timur.

Daerah lain, termasuk Jawa Tengah, juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi melalui kerja sama dan keterlibatan dalam ekosistem pembangunan IKN.

Jika kolaborasi tersebut terealisasi, hubungan ekonomi antara Jawa Tengah dan IKN dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas manfaat pembangunan ibu kota baru.

Pemerintah daerah pun dituntut mampu menyiapkan sektor usaha dan sumber daya manusia agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
37 Penyandang Thalasemia Masih Usia Sekolah

37 Anak Usia Sekolah Terdeteksi Thalasemia di Purbalingga, Dinkes Perkuat Skrining

Berita Selanjutnya
TMMD Sengkuyung III 2026 Resmi ditutup

TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Cilacap Resmi Ditutup, Dorong Pembangunan Desa Bingkeng