BANYUMASEKSPRES.ID, Liam Rosenior kini menjadi sosok yang paling diperhitungkan untuk menggantikan Enzo Maresca sebagai manajer Chelsea.
Karier Rosenior menampilkan perjalanan unik, berawal dari transisi mulus dari pemain menjadi pelatih.
Dengan pengalaman yang ditempa di Inggris dan prestasi mengesankan di Prancis, namanya mencuat dalam jajaran kandidat potensial.
Pada hari Selasa (6/1), Rosenior merasakan pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala di Premier League, menandai langkah bersejarahnya ke level tertinggi kepelatihan Eropa setelah Maresca dipecat oleh manajemen Chelsea.
Rosenior memutuskan pensiun dari karier bermainnya pada Juli 2018 saat masih bersama Brighton.
Sebelum itu, ia pernah memperkuat beberapa klub ternama seperti Fulham dari 2003 hingga 2007 dan Hull City antara 2010 sampai 2015.
Di Brighton, dia menyelesaikan karier profesionalnya sejak 2015 hingga 2018 sebelum akhirnya gantung sepatu ketika klub tersebut masih berkompetisi di Championship.
Setelah pensiun, Rosenior tidak membuang waktu untuk beralih ke dunia kepelatihan.
Ia memulai karier barunya sebagai bagian dari staf pelatih Brighton U-23, yang menjadi fondasi penting bagi perjalanan manajerialnya.
Pada tahun 2019, ia bergabung dengan Derby County sebagai pelatih tim utama dan kemudian naik pangkat menjadi asisten manajer Wayne Rooney dua tahun kemudian.
Kesempatan besar datang pada tahun 2022 ketika Rosenior diangkat sebagai manajer interim Derby County. Ini menandai pertama kalinya ia memimpin tim senior secara langsung.
Pada bulan November tahun yang sama, dia kembali ke Hull City sebagai manajer. Klub ini pernah mengangkat namanya sebagai pemain dan menjadikannya idola di mata suporter.
Bergabung di tengah musim, Rosenior berhasil menstabilkan performa Hull City dan membawa mereka finis di peringkat ketujuh Championship musim 2023/24.
Meski hanya terpaut sedikit dari zona play-off, keputusan pahit tetap harus diterimanya ketika diberhentikan setelah gagal membawa Hull lolos ke babak play-off.
Karier Rosenior kemudian melambung ke level Eropa ketika pada Juli 2024 ia ditunjuk sebagai pelatih kepala Strasbourg menggantikan Patrick Vieira di Ligue 1 Prancis.
Dalam musim debutnya, Rosenior mencuri perhatian dengan keputusan taktis berani seperti menurunkan starting XI termuda di Ligue 1 pada pertandingan pertamanya.
Hasilnya tidak mengecewakan karena Strasbourg berhasil finis di peringkat ketujuh Ligue 1 dan meraih tiket UEFA Conference League, sebuah pencapaian besar bagi klub tersebut. Keberhasilan ini membuat Strasbourg memperpanjang kontraknya hingga 2028.
Performa impresif tersebut menjadikan Rosenior kandidat terkuat untuk posisi manajer Chelsea saat ini. Kembali ke Inggris berarti tantangan baru menanti Rosenior dalam menyelami atmosfer kompetitif Premier League sekaligus mencicipi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihannya.
Perjalanan karier Liam Rosenior memang penuh liku dan tantangan namun juga sarat dengan pencapaian gemilang yang membuatnya terus menjadi sorotan publik sepak bola dunia.
Kini, semua mata tertuju padanya untuk melihat bagaimana mantan pemain ini akan menghadapi tantangan baru bersama salah satu klub terbesar di Eropa. (*/stch/dda)
















