BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Publik Banjarnegara masih merasakan kekecewaan setelah hasil imbang yang diperoleh Persibara di kandang sendiri.
Stadion Soemitro Kolopaking, yang semula diharapkan menjadi tempat untuk memulai langkah gemilang, justru meninggalkan banyak pertanyaan mengenai kesiapan tim.
Saat ini, tanpa banyak pilihan, Laskar Dipayudha harus mengalihkan fokus ke laga tandang berat melawan Persik Kendal pada 7 Januari mendatang.
Kegagalan meraih tiga poin saat menjamu Persikama Kabupaten Magelang membuat posisi Persibara di Grup F Liga 4 Jawa Tengah musim 2025–2026 menjadi genting.
Waktu persiapan yang singkat memaksa tim pelatih bergerak cepat. Tidak hanya evaluasi teknis yang dilakukan, tetapi juga aspek mental bertanding pemain yang dianggap belum siap menghadapi tekanan kompetisi.
Pelatih Persibara, Agus Riyanto, mengakui bahwa pertandingan perdana mencerminkan kerentanan timnya.
Menurutnya, tekanan bermain di rumah sendiri malah membuat para pemain kehilangan ketenangan, sehingga skema permainan tidak berjalan sesuai rencana.
Kesalahan dalam passing, pressing yang terlambat, hingga kerja sama antarlini yang kurang solid menjadi catatan utama dalam evaluasi.
“Tekanan laga pertama itu nyata, apalagi kami bermain di kandang sendiri. Mental pemain masih terlihat belum stabil dan itu berdampak ke permainan. Banyak kesalahan mendasar yang seharusnya tidak terjadi. Ini jadi pembelajaran penting dan kami harus evaluasi total karena tidak ada waktu untuk berlama-lama,” ungkap Agus Riyanto kepada awak media pada Senin (5/1/2026).
Tantangan berikutnya tentu tidak lebih ringan. Persik Kendal tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mencuri kemenangan di kandang Persak Kebumen.
Modal tersebut membuat Kendal layak disebut sebagai salah satu penantang serius di Grup F.
Persibara pun menyadari pentingnya satu poin dalam laga tandang nanti untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Meski menghadapi situasi sulit, Agus memastikan timnya tidak akan datang ke Kendal dengan kepala tertunduk.
Fokus persiapan dialihkan pada perbaikan mental dan disiplin bermain agar para pemain dapat tampil lebih tenang dan percaya diri saat jauh dari tekanan publik sendiri.
“Kami tahu Persik Kendal sedang dalam tren positif setelah menang di Kebumen. Tapi kami juga datang dengan tekad mencuri poin. Semua pemain sudah menyatakan siap, tinggal bagaimana mereka bisa menerapkan hasil evaluasi di lapangan,” lanjutnya.
Persaingan di Grup F hingga saat ini berlangsung ketat. Persik Kendal memimpin dengan tiga poin sementara Persibara dan Persikama berbagi satu poin masing-masing dan Persak Kebumen harus melakukan banyak pembenahan usai kekalahan di laga perdana mereka.
Pertemuan antara Kendal dan Banjarnegara pun diprediksi akan menjadi salah satu penentu arah persaingan grup sejak awal kompetisi.
Bagi Persibara, laga tandang ini bukan sekadar soal perolehan poin tetapi juga merupakan ujian karakter tim secara keseluruhan.
Jika mampu bangkit dan meraih hasil positif di Kendal, Laskar Dipayudha memiliki peluang untuk membalikkan narasi negatif yang sempat muncul setelah pertandingan pembuka tersebut.
Namun jika gagal, tekanan akan semakin berat pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Selain mencari strategi terbaik dalam aspek teknis permainan, fokus pembenahan mental dan kekompakan tim menjadi prioritas utama Agus Riyanto dalam sisa waktu persiapan sebelum bertandang ke Kendal.
Pelatih ini berharap anak asuhnya mampu menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil evaluasi menyeluruh yang telah dilakukan.
Kendati tantangan terasa berat bagi skuad Laskar Dipayudha, semangat untuk bangkit tetap dijaga agar dapat memberikan performa terbaik melawan pesaing kuat seperti Persik Kendal nanti. (jud/stch/dda)
















