Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rutan Banjarnegara Pasarkan 4.000 Besek Ikan, Warga Binaan Dapat Premi dan Keterampilan Kerja
Johann Zarco Akui Tak Setangguh Marc Marquez Saat Cedera, Pilih Fokus Pemulihan MotoGP

Johann Zarco Akui Tak Setangguh Marc Marquez Saat Cedera, Pilih Fokus Pemulihan MotoGP

Zarco Akui Tak Seberani MarquezZarco Akui Tak Seberani Marquez
KECELAKAAN: Johann Zarco mengalami kecelakaan di MotoGP Catalunya

BANYUMASEKSPRES.ID, Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, mengungkapkan pengakuan jujur mengenai proses pemulihan cedera yang tengah dijalaninya.

Rider asal Prancis tersebut mengaku dirinya tidak memiliki keberanian seperti Marc Marquez dalam menghadapi rasa sakit dan menjalani rehabilitasi setelah mengalami cedera serius.

Cedera parah yang dialami Zarco terjadi akibat kecelakaan hebat pada MotoGP Catalunya. Insiden tersebut membuatnya harus menepi dari lintasan balap dalam waktu yang cukup lama.

Hingga kini, Johann Zarco masih menjalani program rehabilitasi intensif dan belum dapat dipastikan kapan akan kembali membela LCR Honda di ajang MotoGP.

Dalam dokumenter yang ditayangkan Canal+, Zarco mengungkapkan bahwa masa-masa awal setelah kecelakaan menjadi periode yang sangat berat.

Bahkan, ia sempat merasa khawatir tidak akan bisa berjalan normal lagi akibat cedera yang dideritanya.

Selama menjalani proses penyembuhan, Zarco banyak memperhatikan perjuangan Marc Marquez yang dalam beberapa tahun terakhir juga berkali-kali mengalami cedera serius.

Menurutnya, pembalap Ducati tersebut memiliki mental dan ketahanan fisik yang luar biasa.

“Saya melihat Marc meringis, memasukkan jarum ke bahunya dan segala macamnya. Saat itulah saya melihat bahwa dia sangat tangguh. Saya tidak merasa seberani dia,” ujar Zarco.

Meski mengagumi ketangguhan Marquez, Johann Zarco menegaskan dirinya tidak ingin memaksakan tubuh hanya demi bisa kembali membalap lebih cepat.

Ia menyadari setiap atlet memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi rasa sakit maupun proses pemulihan.

Sebagai rival di lintasan, Zarco tetap memiliki ambisi mengalahkan Marc Marquez ketika nanti kembali berlaga.

Namun, ambisi tersebut tidak membuatnya mengambil keputusan yang berisiko terhadap kondisi kesehatannya.

“Dia adalah lawan saya. Dan jika saya bisa mengalahkannya, saya adalah orang pertama yang ingin melakukannya,” kata Zarco.

Pengalaman melihat perjuangan Marquez justru memberikan pelajaran penting baginya.

Zarco menyadari bahwa memaksakan comeback sebelum kondisi benar-benar pulih hanya berpotensi memperparah cedera dan menghambat kariernya dalam jangka panjang.

Karena itu, pembalap berusia 36 tahun tersebut memilih menjalani rehabilitasi secara bertahap hingga benar-benar siap kembali ke lintasan MotoGP.

“Saya berkata kepada diri sendiri, jika bahkan Marc terkadang kesulitan, jangan mencoba menjadi semacam superhero. Persiapkan diri dengan baik dan kembalilah dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, ini hampir seperti mundur selangkah untuk kemudian melakukan lompatan yang lebih besar,” ungkapnya.

Keputusan Johann Zarco untuk tidak terburu-buru kembali juga dipengaruhi kepastian masa depannya bersama LCR Honda.

Ia telah mengantongi kontrak hingga musim MotoGP 2027, sehingga tidak berada dalam tekanan untuk segera tampil demi mempertahankan kursinya di tim.

Menurut Zarco, kepastian kontrak tersebut memberinya ketenangan untuk fokus sepenuhnya pada proses pemulihan tanpa harus mengambil risiko yang dapat memperburuk kondisi fisiknya.

“Keberuntungan saya karena bisa berpikir seperti itu adalah saya sudah memiliki kontrak untuk 2027. Itu memungkinkan saya untuk bersabar,” jelasnya.

Selama Johann Zarco masih menjalani rehabilitasi, posisi pembalap utama LCR Honda sementara diisi oleh Cal Crutchlow sebagai pengganti.

Tim berharap Zarco dapat kembali membalap setelah dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis.

Bagi Johann Zarco, comeback bukan sekadar kembali secepat mungkin ke lintasan MotoGP.

Ia ingin memastikan kondisi fisik, mental, dan kebugarannya benar-benar berada pada level terbaik agar mampu bersaing secara kompetitif sekaligus meminimalkan risiko cedera kambuhan.

Dengan pendekatan yang lebih hati-hati, Zarco berharap dapat kembali tampil maksimal bersama LCR Honda dan melanjutkan persaingan di MotoGP tanpa dibayangi masalah cedera yang pernah mengancam kelangsungan kariernya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rutan Pasarkan Empat Ribu Besek Ikan

Rutan Banjarnegara Pasarkan 4.000 Besek Ikan, Warga Binaan Dapat Premi dan Keterampilan Kerja