Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lapas Cilacap Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan

Petugas dan Warga Binaan DiperiksaPetugas dan Warga Binaan Diperiksa
DIPERIKSA : Warga Binaan Lapas Cilacap menjalani skrining penyakit TB oleh petugas kesehatan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas warga binaan dan petugas mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) serta skrining tuberkulosis (TBC) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cilacap, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Pemeriksaan kesehatan dipusatkan di Aula Abhinaya Lapas Cilacap dan dilaksanakan melalui kerja sama antara Puskesmas Cilacap Tengah I, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, serta pihak Lapas Cilacap.

Sinergi tersebut bertujuan memastikan warga binaan maupun petugas memperoleh layanan kesehatan yang memadai, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti tuberkulosis.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disertai pemeriksaan rontgen dada di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap, Gowim Mahali, mengatakan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni lapas.

Menurutnya, lingkungan pemasyarakatan memerlukan perhatian khusus karena tingginya aktivitas dan interaksi antarwarga binaan maupun petugas.

“Langkah tersebut juga mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” ujar Gowim.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu aspek utama dalam mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang optimal.

Oleh sebab itu, identifikasi dini terhadap potensi penyakit menular menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

“Kesehatan merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang optimal. Oleh karena itu, deteksi dini kesehatan dan indikasi penyakit menular menjadi langkah efektif untuk pencegahan penyakit menular,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 93 warga binaan dan tujuh petugas lapas menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Pemeriksaan dimulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah.

Selanjutnya, peserta juga menjalani pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, hingga rontgen dada sebagai metode utama untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi tuberkulosis sejak tahap awal.

Pemeriksaan rontgen dada dinilai penting karena mampu membantu tenaga medis menemukan indikasi TBC meskipun seseorang belum menunjukkan gejala yang jelas.

Dengan deteksi lebih cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan di lingkungan lapas dapat ditekan.

Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung dengan tertib. Petugas kesehatan tetap menerapkan standar pelayanan medis sesuai prosedur, sementara pihak lapas memastikan aspek keamanan selama kegiatan tetap terjaga.

“Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dengan tetap mengedepankan standar pelayanan kesehatan dan aspek keamanan,” jelas Gowim.

Melalui program ini, Lapas Cilacap berharap kondisi kesehatan warga binaan dan petugas dapat terus dipantau secara berkala.

Pemeriksaan rutin juga diharapkan mampu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga penanganan medis dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Selain memberikan manfaat bagi penghuni lapas, kegiatan ini juga mendukung program pemerintah dalam pengendalian penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dengan adanya kolaborasi antara Lapas Cilacap, Puskesmas Cilacap Tengah I, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan semakin optimal.

Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah preventif yang penting untuk menciptakan lingkungan lapas yang lebih sehat, aman, dan mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang berkualitas. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kemawi Gagal Raih Bankeu

Desa Kemawi Banyumas Gagal Peroleh Bankeu 2026, Perbaikan Jalan dan Gedung PKK Tertunda

Berita Selanjutnya
Kunjungan Wisata Menurun, Hunian Hotel Hanya 25 Persen

Sektor Pariwisata Purbalingga Lesu, Kunjungan Wisata dan Okupansi Hotel Menurun