Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kementerian PU Bangun Jalur Alternatif Simpang Lancang–Werlah, Siapkan Anggaran 100 Miliar

PU Bangun Jalur Alternatif Pascabanjir GayoPU Bangun Jalur Alternatif Pascabanjir Gayo
DIKEBUT: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya memperkuat jembatan, tetapi juga menyiapkan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah

BANYUMASEKSPRES.ID, ACEH – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Proyek infrastruktur tersebut menjadi tindak lanjut setelah Jembatan Enang-Enang mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025.

Pembangunan jalur baru ini tidak hanya bertujuan menyediakan akses cadangan ketika jalur utama terganggu akibat bencana, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi logistik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat mobilitas warga di kawasan dataran tinggi Gayo.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana.

Karena itu, selain melakukan penguatan terhadap Jembatan Enang-Enang, pemerintah juga menyiapkan akses jalan alternatif agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jalur transportasi.

“Kita tidak hanya memperkuat Jembatan Enang-Enang, tetapi juga menyiapkan akses yang lebih baik. Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah ini akan menjadi penguat konektivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga Bener Meriah,” ujar Dody.

Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah memiliki panjang sekitar 8 kilometer.

Dalam proyek tersebut, Kementerian PU akan melakukan pelebaran jalan hingga 6 meter serta pengaspalan penuh agar dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman dan nyaman.

Peningkatan kualitas jalan tersebut diharapkan mampu mempercepat waktu tempuh masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas lalu lintas, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.

Bagi masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo dan wilayah sekitarnya, akses transportasi merupakan salah satu faktor utama yang menopang kehidupan sehari-hari.

Jalur yang lancar memungkinkan hasil panen petani dapat segera dipasarkan, distribusi logistik tetap berjalan, serta aktivitas pendidikan, perdagangan, dan pelayanan publik tidak terganggu.

Selain pembangunan jalan, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan dua jembatan permanen, yaitu Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang.

Kedua jembatan tersebut dirancang memiliki lebar yang memungkinkan dua kendaraan melintas secara bersamaan sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Khusus Jembatan Simpang Lancang, pemerintah merancang bentang sepanjang 45 meter agar mampu menyesuaikan kondisi geografis dan aliran sungai di kawasan tersebut.

Seluruh pembangunan jalan beserta dua jembatan permanen dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp100 miliar yang telah disiapkan pemerintah.

Selama proses konstruksi berlangsung, pemerintah memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga melalui penyediaan jembatan fungsional sementara.

Infrastruktur sementara tersebut memanfaatkan box container yang diperkuat menggunakan pelat baja dan timbunan sehingga tetap aman dilalui kendaraan, termasuk kendaraan logistik.

Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terhambat selama pembangunan infrastruktur permanen berlangsung.

Di sisi lain, Kementerian PU juga terus melakukan penanganan terhadap Jembatan Enang-Enang yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir bandang.

Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai.

Untuk menjaga keamanan pengguna jalan, pemerintah telah memasang penyangga sementara sebagai langkah darurat.

Tahap berikutnya, Kementerian PU akan melaksanakan pekerjaan perkuatan struktur bawah jembatan agar konstruksi kembali stabil dan mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Menurut Kementerian PU, pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.

Dengan adanya lebih dari satu akses transportasi, risiko terputusnya konektivitas akibat bencana alam dapat diminimalkan.

Keberadaan jalur baru tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bener Meriah melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, peningkatan aktivitas perdagangan, serta kemudahan akses menuju berbagai pusat pelayanan masyarakat.

Melalui penguatan Jembatan Enang-Enang, pembangunan dua jembatan permanen, dan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah, pemerintah berharap masyarakat Aceh, khususnya di kawasan Bener Meriah dan Pintu Rime Gayo, memiliki sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas wilayah dalam jangka panjang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Calon Perangkat Diminta Training Dulu

3 Calon Perangkat Desa Bogangin Banyumas Diminta Training Dulu

Berita Selanjutnya
MPLS Fokus Bentuk Karakter dan Dunia Kerja

680 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Panca Bhakti Banjarnegara, Kenalkan Budaya Sekolah dan Industri