Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Keterbatasan Armada Jadi Tantangan Besar Pengelolaan Sampah di Cilacap

Volume sampah capai 100 ton per hariVolume sampah capai 100 ton per hari
Armada operasional yang mengangkut sampah di Kabupaten Cilacap terbatas

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kabupaten Cilacap saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Setiap harinya, volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat mencapai antara 90 hingga 100 ton.

Dalam upaya menangani permasalahan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap terus berusaha untuk mengelola sampah dengan berbagai keterbatasan, terutama dalam hal armada operasional.

Saat ini, dari total 40 unit truk sampah yang dimiliki oleh DLH, hanya 37 unit yang berfungsi secara optimal.

Informasi ini disampaikan oleh Teguh Ayunanto selaku Ketua Tim Kerja Pengurangan dan Penanganan Sampah yang mewakili Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Adi Setiawan.

“Saat ini ada 37 truk yang beroperasi. Sisanya dua unit dalam kondisi rusak dan satu unit lagi masih dalam proses perekaman barcode,” ungkap Teguh pada Rabu (1/10)..

Hal ini mengingat bahwa armada tersebut harus melayani kebutuhan pengangkutan sampah bagi sekitar 2,03 juta jiwa penduduk Kabupaten Cilacap, menurut data terbaru per Semester I tahun 2024.

Pemasok utama volume sampah di wilayah ini berasal dari sektor rumah tangga dan pasar tradisional.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi sampah dapur (organik). Sebab rumah tangga menjadi pemasok sampah terbanyak di Kabupaten Cilacap,” ujar Teguh menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengurangan produksi sampah.

Kabupaten Cilacap telah menyediakan fasilitas berupa 84 unit Tempat Penampungan Sementara (TPS) guna menampung sampah dari masyarakat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 TPS berada di wilayah padat penduduk, yakni di area kota Cilacap. Pengelolaan sampah memang menjadi isu krusial di Cilacap.

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat, volume sampah pun mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini menuntut penanganan lebih serius dari pemerintah daerah serta keterlibatan aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam konteks pengelolaan sampah, DLH Kabupaten Cilacap juga menghadapi tantangan lain seperti pemeliharaan armada truk pengangkut yang memerlukan biaya tidak sedikit.

Keterbatasan anggaran sering kali menjadi hambatan dalam memastikan seluruh truk dapat beroperasi dengan baik setiap harinya.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas armada juga menjadi perhatian utama agar dapat memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah yang semakin besar.

DLH terus berusaha melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas dengan berbagai cara meski terkendala dana.

Sementara itu, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mulai menunjukkan peningkatan seiring dengan kampanye-kampanye aktif yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan komunitas peduli lingkungan.

Namun demikian, upaya edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pengurangan sampah organik dari rumah tangga masih perlu ditingkatkan agar perubahan signifikan dapat terjadi.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak terkait lainnya diharapkan permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap dapat teratasi dengan baik. (rey/dda)

Berita Sebelumnya
Liverpool 1 2 galatasaray liverpool yakin bisa bangkit

Liverpool Kalah dari Galatasaray, Van Dijk dan Arne Slot Tetap Optimis

Berita Selanjutnya
Mayoritas ojol pilih potongan 20 persen

Mayoritas Pengemudi Ojol Lebih Pilih Potongan Komisi 20% Asal Ada Promo, Ini Alasannya