BANYUMASEKSPRES.ID, Persaingan gelar juara MotoGP 2026 memasuki fase paling sengit dalam beberapa musim terakhir.
Menjelang Grand Prix Inggris, lima pembalap teratas di klasemen sementara hanya dipisahkan 24 poin, sehingga peluang menjadi juara dunia masih terbuka lebar bagi seluruh kandidat.
Catatan tersebut menjadi salah satu persaingan paling ketat setelah 11 seri sejak era MotoGP modern dimulai pada 2002.
Kondisi ini membuat perebutan gelar diprediksi akan berlangsung hingga balapan terakhir musim 2026.
Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, menilai ketatnya persaingan musim ini dipengaruhi oleh minimnya konsistensi para kandidat juara.
Menurutnya, hampir semua pembalap papan atas beberapa kali melakukan kesalahan yang berdampak pada perolehan poin.
“Saya pikir tidak ada yang mampu konsisten. Tidak ada yang bisa tampil sepanjang akhir pekan,” ujar Alex Marquez.
Selama tiga musim terakhir Ducati mendominasi persaingan MotoGP. Namun, kebangkitan Aprilia pada musim ini membuat perebutan gelar menjadi jauh lebih terbuka.
Hingga pertengahan musim, Jorge Martin masih memimpin klasemen sementara, diikuti Ai Ogura, Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio yang terus memberikan tekanan.
Alex Marquez menilai persaingan ketat tersebut bukan semata-mata karena peningkatan performa Aprilia.
Ia justru melihat inkonsistensi para pembalap papan atas sebagai faktor utama yang membuat klasemen terus berubah dari satu seri ke seri berikutnya.
Beberapa kandidat juara memang sempat kehilangan banyak poin akibat kesalahan sendiri.
Marco Bezzecchi, misalnya, tampil impresif pada awal musim sebelum melakukan sejumlah kesalahan sepanjang Juni yang membuat momentumnya menurun.
Di sisi lain, Jorge Martin mengalami akhir pekan yang sulit di Grand Prix Barcelona setelah terjatuh hingga lima kali.
Pembalap asal Spanyol itu juga gagal meraih hasil maksimal pada seri Hungaria, meski masih mampu mempertahankan posisi teratas klasemen sementara.
Juara bertahan Marc Marquez pun tidak luput dari kesalahan. Pembalap Ducati tersebut sempat terjatuh saat memimpin Grand Prix Spanyol meski sebelumnya berhasil merebut posisi pole.
Insiden itu membuatnya kehilangan poin penting dalam perebutan gelar.
Menurut Alex Marquez, situasi tersebut membuat peluang seluruh pembalap di papan atas tetap seimbang.
“Tahun ini tampaknya lebih terbuka karena para pembalap lebih sering melakukan kesalahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk 2024 dan 2023. Ini cukup menarik dan lebih baik untuk para penggemar,” katanya.
Alex juga menilai hanya Marco Bezzecchi yang sempat menunjukkan konsistensi pada awal musim.
Namun, cedera serta hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa balapan terakhir membuat pembalap Aprilia tersebut kehilangan peluang memperlebar jarak dari para pesaingnya.
Memasuki paruh kedua musim, Alex Marquez meyakini konsistensi akan menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Pembalap yang mampu menjaga performa setelah jeda musim panas diperkirakan memiliki peluang terbesar mengangkat trofi juara.
Ia menilai Ai Ogura dan Marc Marquez memiliki peluang besar untuk tampil lebih stabil pada sisa musim.
Sementara itu, Jorge Martin tetap menjadi kandidat kuat karena mampu mempertahankan posisinya di puncak klasemen meski beberapa kali gagal meraih hasil maksimal.
Saat ditanya mengenai siapa favorit juara MotoGP musim ini, Alex Marquez justru memberikan jawaban bernada santai.
“Tentu saja, bukan saya,” ujarnya sambil bercanda.
Pandangan Alex Marquez berbeda dengan Francesco Bagnaia.
Sebelumnya, Bagnaia menolak anggapan bahwa para pembalap papan atas kurang konsisten karena tidak cukup berambisi meraih gelar.
Menurutnya, seluruh pembalap selalu berusaha tampil maksimal di setiap balapan, hanya saja persaingan MotoGP saat ini jauh lebih kompetitif dibanding musim-musim sebelumnya.
Dengan selisih hanya 24 poin di antara lima pembalap teratas, setiap seri balapan memiliki arti penting dalam menentukan arah perebutan gelar.
Grand Prix Inggris diprediksi menjadi salah satu balapan krusial yang dapat mengubah peta klasemen sekaligus memperbesar peluang masing-masing kandidat menuju gelar juara dunia MotoGP 2026. (*/stch/dda)
















