Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kreativitas di Karnaval Bukateja Purbalingga – Dari Tradisi Hingga Patung Tikus Berdasi

Dari tradisi hingga patung tikus berdasiDari tradisi hingga patung tikus berdasi
KRITIK: Kontingen SMK Darul Abror Bukateja yang mengangkat tema anti korupsi dalam karnaval Kecamatan Bukateja, Minggu (24/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Minggu pagi (24/8) suasana di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, dipenuhi semangat dan antusiasme yang berbeda dari biasanya.

Ribuan warga memadati jalanan utama untuk menyaksikan karnaval tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara ini merupakan tradisi yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat, di mana kreativitas dan semangat kebangsaan berbaur menjadi satu.

Karnaval Bukateja tahun ini menampilkan 40 kontingen yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

Peserta terdiri dari anak-anak TK hingga pelajar SD, SMP, SMA sederajat, perangkat desa, instansi pemerintah, organisasi masyarakat serta masyarakat umum.

Setiap kontingen membawa tema dan kreativitas masing-masing yang membuat acara semakin meriah.

Keramaian semakin terasa saat peserta mulai berbaris dengan mengenakan kostum unik dan membawa properti raksasa.

Tak hanya itu, atraksi seni yang disuguhkan oleh para peserta berhasil memikat perhatian penonton yang hadir.

Camat Bukateja, Nur Azizah Erlita, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan HUT RI di Bukateja selalu digelar dengan meriah setiap tahunnya.

Menurutnya, keberhasilan acara ini tak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pihak swasta.

“Sebelumnya ada gelar aparatur dan upacara HUT RI ke-80, hari ini kami adakan pawai kebangsaan, dan akan ditutup dengan resepsi HUT RI pada 29 Agustus mendatang di Pendopo Kecamatan Bukateja. Semua kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan APBD karena kami melibatkan pihak swasta,” jelas Nur Azizah kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa semangat dan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses penyelenggaraan karnaval tersebut.

Ketua Panitia Karnaval Bukateja, Ali Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa tahun ini karnaval terasa lebih variatif karena memberikan kesempatan bagi sekolah dasar untuk tampil secara mandiri.

“Tahun ini lebih variatif karena kontingen SD boleh tampil per sekolah. Penilaian dilakukan berdasarkan kebhinekaan, kreativitas serta estetika. Pemenang akan mendapatkan trofi dan uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Ali menambahkan bahwa karnaval dilaksanakan pada hari Minggu agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyaksikannya langsung. Sepanjang rute pawai dari Lapangan Desa Majasari hingga depan Puskesmas Bukateja dipadati ribuan penonton.

Anak-anak tampak antusias melambaikan bendera merah putih sementara orang tua mereka sibuk mengabadikan momen dengan ponsel pintar mereka.

“Harapannya semangat peserta terus meningkat seiring dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan,” tambah Ali.

Salah satu penampilan menarik datang dari SMK Darul Abror Bukateja. Kontingen ini mengusung tema anti korupsi dengan menampilkan patung tikus berdasi besar yang digotong beramai-ramai sebagai simbol sindiran terhadap praktik korupsi yang masih marak terjadi.

“Ini sebagai aksi sindiran dan kecaman terhadap para koruptor,” tegas Yusuf Febriyanto, salah satu peserta dari SMK Darul Abror saat diwawancarai awak media Banyumas Ekspres.

Atraksi tersebut mendapat sorakan dan tepuk tangan meriah dari warga yang memadati pinggir jalan. Banyak penonton mengabadikan penampilan tersebut bahkan ada yang berseloroh jika pesan anak-anak sekolah ini lebih tajam daripada orasi politik.

Selain sindiran sosial, karnaval juga diwarnai ragam kesenian tradisional khas Banyumas seperti tarian tradisional ebeg atau kuda lumping musik calung gunungan hasil bumi hingga patung naga raksasa yang memukau para penonton.

Semua itu menambah warna pada perayaan sekaligus mengingatkan generasi muda akan kekayaan budaya lokal.

Bagi sebagian warga karnaval ini bukan sekadar tontonan tetapi juga ruang pertemuan sosial.

Pedagang kaki lima memanfaatkan momentum berjualan makanan sementara warga dari desa-desa sekitar turut datang meramaikan acara ini. Suasana guyub rukun tampak jelas terlihat menegaskan semangat kemerdekaan masih terus hidup dalam keseharian masyarakat.

Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat karnaval Bukateja tidak hanya menjadi ajang hiburan tetapi juga sarana edukasi dan refleksi bagi semua pihak yang terlibat maupun penonton yang hadir.

Pesan kebangsaan semangat gotong royong hingga kritik sosial seperti yang ditampilkan SMK Darul Abror menjadi bukti jika peringatan HUT RI bisa dikemas dengan cara kreatif sekaligus bermakna.

Acara yang berlangsung hampir sepanjang hari itu akhirnya ditutup dengan rasa puas baik dari peserta maupun penonton yang hadir.

Masyarakat pun menantikan gelaran berikutnya sembari berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan lewat karnaval bisa terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menjaga persatuan bangsa.

Rangkuman dari kegiatan ini menunjukkan bagaimana acara tahunan seperti Karnaval Bukateja dapat memainkan peran penting dalam menyatukan komunitas sekaligus mempromosikan identitas budaya lokal serta nilai-nilai kebangsaan kepada khalayak luas terutama generasi muda sebagai penerus bangsa di masa depan. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Tanggul pemecah ombak pantai cemara rusak

Tanggul Pemecah Ombak Pantai Cemara Jajar Cilacap Rusak, Air Laut Mulai Masuk ke Area Wisata

Berita Selanjutnya
Di antara banyaknya pilihan, ada beberapa map roblox yang memang dikenal memberi hadiah item gratis untuk para pemainnya.

Map Roblox yang Bisa Dapat Item Gratis, Begini Cara Memainkannya