BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kondisi tanggul pemecah ombak di kawasan Pantai Cemara Jajar, Cilacap, kini memasuki status darurat. Tanggul yang selama ini menjadi benteng pelindung dari gempuran ombak laut selatan hancur total, menyebabkan air laut mulai merembes dan masuk ke area yang biasa digunakan pengunjung untuk bersantai.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas wisata pantai.
Sejumlah pedagang telah memilih angkat kaki karena khawatir dengan keselamatan dan minimnya pengunjung akibat situasi yang tidak kondusif.
Menurut keterangan Djasmin, penjaga pantai setempat, kerusakan tanggul sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tiga minggu terakhir.
Namun, dalam sepekan terakhir, kerusakan itu semakin parah hingga akhirnya tanggul benar-benar tak mampu menahan derasnya gelombang air laut.
“Tanggul sudah rusak sejak tiga minggu yang lalu. Ini saja kayaknya sudah ada 10 pohon cemara di sekitarnya ikut hancur,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/8).
Djasmin menjelaskan, selain karena gelombang laut selatan yang dikenal ganas, ia menduga kerusakan disebabkan oleh konstruksi tanggul yang tidak cukup kuat sejak awal.
Ia menyebut bahwa tanggul di Pantai Cemara Jajar berbeda kualitasnya dengan tanggul milik pantai tetangga yang dianggap lebih kokoh dan tahan lama.
Hal senada disampaikan oleh Sadimun, penjaga pantai lainnya. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan paling parah terjadi dalam satu minggu terakhir, seiring dengan tingginya curah ombak yang datang bertubi-tubi.
“Kerusakan parah baru seminggu ini. Penjual di sini juga sudah banyak yang pergi. Yang bertahan cuma yang benar-benar tidak punya usaha lain,” katanya.
Sadimun menambahkan, selain mengancam keselamatan pengunjung dan warga, rusaknya tanggul ini juga berdampak langsung terhadap ekonomi lokal.
Banyak pedagang kecil yang sebelumnya menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan kini terpaksa berhenti berdagang karena lokasi sudah tidak aman dan semakin sepi.
Dengan hancurnya tanggul, air laut kini sudah masuk ke area-area yang sebelumnya menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai, bermain pasir, atau menikmati pemandangan. Kondisi ini mengakibatkan area pantai yang biasanya ramai di akhir pekan, berubah menjadi sepi dan tergenang.
Bahkan, beberapa fasilitas sederhana yang dibangun swadaya oleh warga, seperti tempat duduk dan lapak pedagang, kini rusak atau tersapu air laut.
Keindahan pantai yang biasanya menjadi daya tarik pun kini terganggu oleh puing-puing pohon cemara yang tumbang serta pecahan beton dari tanggul yang runtuh.
Para penjaga pantai dan warga sekitar berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menanggulangi masalah ini. Mereka menilai, perbaikan sementara atau tambal sulam tidak akan efektif jika tidak disertai pembangunan ulang dengan konstruksi yang lebih kokoh.
“Kami ingin seperti di Pantai Tegalkamulyan atau Teluk Penyu. Di sana tanggulnya kuat, tidak gampang jebol. Kalau dibangun seadanya saja, nanti rusak lagi dan hanya buang-buang anggaran,” keluh Djasmin.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Pantai Cemara Jajar selama ini menjadi salah satu destinasi alternatif bagi wisatawan lokal karena akses yang mudah dan suasana yang masih alami. Namun tanpa perlindungan memadai, kawasan ini justru rentan rusak dan kehilangan daya tariknya.
Pantai-pantai di pesisir selatan Jawa, termasuk Cilacap, memang dikenal memiliki ombak yang ganas dan arus laut yang kuat. Maka dari itu, pembangunan tanggul pemecah ombak yang berkualitas menjadi kebutuhan mutlak, bukan sekadar proyek pelengkap.
Kondisi darurat seperti yang terjadi di Pantai Cemara Jaja menunjukkan perlunya respon cepat dari pihak terkait, termasuk dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan Dinas Pariwisata, agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar dan kerugian ekonomi yang meluas.
Jika tidak segera ditangani, bukan hanya lingkungan dan fasilitas pantai yang terdampak, namun juga kelangsungan hidup masyarakat kecil yang sangat bergantung pada sektor wisata. (gia/stch)
















