BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Tarian Pacu Jalur yang tengah viral di berbagai platform media sosial turut meramaikan Pawai Kebangsaan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Purbalingga pada Sabtu, 23 Agustus.
Dalam acara tersebut, kontingen dari Polres Purbalingga dan Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga menampilkan tarian unik ini. Bahkan, kontingen Setda Purbalingga mempersembahkan pertunjukan lengkap dengan properti perahu serta pendayungnya, sebuah upaya yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap budaya lokal.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan Sekretaris Daerah Herni Sulasti turut memeriahkan suasana dengan ikut bergoyang bersama kontingen Setda.
Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menyatakan rasa bangganya serta memberikan apresiasi kepada masyarakat Purbalingga atas partisipasi dan dukungan mereka dalam menyukseskan rangkaian perayaan kemerdekaan tahun ini.
“Saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat seluruh warga yang telah berpartisipasi dan berkontribusi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tema pawai tahun ini, “Menguatkan Sinergi dan Kolaborasi, Mewujudkan Purbalingga Baru Menuju Indonesia Maju”, menurut Fahmi sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah saat ini.
“Purbalingga Baru yang kita cita-citakan adalah daerah yang maju dan sejahtera. Sehingga, untuk mencapainya, kita butuh sinergi dan kolaborasi dari semua elemen tanpa terkecuali,” jelasnya lebih lanjut.
Acara pawai ini dimulai dari GOR Goentoer Darjono dan berakhir di Alun-Alun Purbalingga. Ribuan warga antusias menyaksikan setiap atraksi yang ditampilkan oleh berbagai kontingen.
Setiap kontingen diberi waktu tiga menit untuk menampilkan kreativitas mereka di depan panggung kehormatan.
Pawai ini diikuti beragam peserta mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sekolah-sekolah, pelajar, organisasi kemasyarakatan, LSM hingga perusahaan swasta dan instansi vertikal.
Semuanya hadir untuk mengekspresikan semangat nasionalisme melalui seni, budaya, dan inovasi.
Rute pawai dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan jangkauan penonton dan memamerkan keindahan kota Purbalingga.
Dimulai dari GOR Goentoer Darjono menuju Polsek Kota kemudian melewati Taman Usman Janatin hingga pertigaan Toko Pojok akhirnya sampai di Alun-Alun Purbalingga.
Tarian Pacu Jalur yang dibawakan oleh kontingen Polres Purbalingga di panggung kehormatan berhasil menarik perhatian penonton.
Semua elemen yang terlibat dalam acara ini menunjukkan kekompakan dan kerja sama yang kuat demi menghidupkan kembali semangat kebangsaan dalam perayaan hari kemerdekaan kali ini.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas tetapi juga sebagai sarana memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat serta pemerintah daerah.
Dengan semangat sinergi dan kolaborasi yang kuat harapan akan terwujudnya Purbalingga yang lebih maju semakin nyata.
Semua pihak berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung setiap tahun sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antar warga masyarakat.
Dengan demikian selain meningkatkan rasa cinta tanah air acara semacam ini juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor pariwisata budaya serta usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Melalui sinergi positif antara pemerintah daerah masyarakat serta berbagai elemen lainnya pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih baik bisa terwujud dengan sukses.
Kekompakan yang ditunjukkan dalam perayaan kali ini merupakan cerminan dari komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Dalam konteks globalisasi yang semakin pesat seperti sekarang ini menjaga identitas budaya lokal menjadi semakin penting agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.
Upaya-upaya kreatif seperti pawai kebangsaan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak harapan akan terciptanya lingkungan masyarakat yang harmonis toleran serta saling mendukung bisa tercapai secara optimal.
Semoga ke depan lebih banyak lagi inisiatif serupa muncul sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia maju melalui pembangunan daerah-daerahnya secara berkelanjutan. (tya/stch)
















