Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Limbah Dapur MBG Diduga Cemari Sumur Warga di Dayeuhluhur Cilacap

Sumur Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur MBGSumur Warga Diduga Tercemar Limbah Dapur MBG
PERBAIKAN : Tampungan limbah di Dapur Mergo SPPG Dayeuhluhur 2 diperbaiki

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, warga Dusun Ciawitali merasakan dampak yang mengkhawatirkan akibat bau busuk yang menyengat sejak sepekan terakhir.

Bau yang diduga berasal dari limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayeuhluhur 2 ini telah memicu keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Dewi, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa aroma tak sedap tersebut sudah berlangsung selama seminggu.

“Bau busuknya sudah satu mingguan, terus kemarin ada dua warga yang melapor kalau sumurnya berbau,” ujarnya pada Selasa (3/2).

Berdasarkan informasi dari beberapa warga lainnya, dapur MBG Mergo yang dituding sebagai sumber masalah baru mulai beroperasi sekitar dua minggu terakhir.

Salah satu warga yang terkena dampak langsung dan enggan disebut namanya mengatakan bahwa limbah dapur sempat tercecer di selokan, sehingga mengeluarkan bau busuk.

“Penyebabnya sudah pasti dari limbah dapur, karena hal seperti ini baru terjadi semenjak ada dapur,” tuturnya lebih lanjut.

Kondisi ini diperparah oleh lokasinya yang dekat dengan selokan tempat limbah tersebut mengalir.

“Kemarin limbahnya berceceran di selokan dan kebetulan sumur saya berada cukup dekat dengan selokan, lalu limbahnya mungkin terserap dan menyebabkan air sumur saya berbau busuk,” katanya menambahkan.

Agus Sularno, salah satu warga yang sumurnya terkontaminasi, menjelaskan bahwa air sumurnya kini tidak layak untuk dikonsumsi karena menjadi keruh, berbau busuk dan berbuih.

“Sumurnya jadi bau sejak ada dapur MBG, dan baru kali ini sumur saya berbau begini,” jelas Agus.

Karena kondisi tersebut, ia terpaksa meminta air bersih dari sumur tetangga untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sementara sumur tidak saya pakai karena tidak layak, jadi untuk keperluan sehari-hari itu saya minta air ke sumur tetangga,” lanjutnya.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Desa Panulisan Timur Arief Budi Setiawan mengatakan bahwa pihak desa telah menerima laporan terkait bau busuk tersebut sekitar seminggu yang lalu.

“Laporan kami terima sekitar seminggu yang lalu, dan pihak dapur langsung bertindak untuk mengatasi masalah tersebut,” jelas Arief saat ditemui awak media di Balai Desa Panulisan Timur.

Arief juga menambahkan bahwa pihak dapur MBG bersikap responsif saat mengetahui bahwa limbah dapurnya menjadi sumber bau busuk itu.

Namun demikian, Arief mengaku belum mendapat informasi mengenai dua sumur warga yang tercemar akibat limbah tersebut.

“Laporan kemarin itu tentang bau busuk karena limbah dapur, saya malah baru tahu kalau ada sumur yang tercemar,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara itu Fazli, Kepala SPPG Dapur Mergo, memberikan tanggapan serupa dengan menyatakan bahwa pihaknya segera bertindak setelah menerima laporan terkait bau busuk tersebut.

“Bau busuknya memang dari limbah dapur kami, kemungkinan penampungannya ada yang bocor,” ucap Fazli dalam keterangannya kepada wartawan.

Fazli melanjutkan bahwa pihak dapurnya tengah dalam proses memperbaiki penampungan limbah yang diduga mengalami kebocoran.

“Itu di belakang masih dikerjakan, jadi untuk saat ini baunya masih sedikit tercium,” pungkas Fazli sembari berharap agar masalah ini segera terselesaikan sehingga tidak lagi mengganggu ketenteraman warga sekitar.

Situasi ini menggambarkan tantangan lingkungan hidup dalam pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga di tingkat lokal.

Pihak desa serta pengelola dapur MBG tampaknya perlu bekerja sama secara intensif untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap masalah pencemaran lingkungan seperti ini demi menjaga kesehatan serta kenyamanan masyarakat Desa Panulisan Timur. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Takaran Basah Kian Menghilang

Takaran Basah Kian Ditinggalkan, DKUKMP Banyumas Ungkap Perubahan Alat Ukur Pedagang

Berita Selanjutnya
Bobol Rumah Makan, Pencuri Gagal Buka Brankas

Brankas Tak Berhasil Dibuka, Aksi Pencurian di Mie Gacoan Kebumen Gagal