Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Longsor Terjang Rumah Warga di Rowokele, Hujan Deras Picu Kerusakan

Longsor Hantam Rumah Warga RowokeleLongsor Hantam Rumah Warga Rowokele
DOK BPBD KEBUMEN LONGSOR: Petugas memeriksa material longsor yang terjadi di Dukuh Lemungsur, Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Insiden tanah longsor kembali melanda wilayah Dukuh Lemungsur, Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian dapur sebuah rumah milik warga setempat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material cukup signifikan, khususnya di area dapur yang diterjang material longsoran.

Menurut keterangan dari Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri yang disampaikan melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, longsoran tersebut berasal dari tebing dengan tinggi sekitar 30 meter dan lebar 15 meter. Material tanah yang longsor diperkirakan memiliki volume sekitar tujuh meter kubik.

“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan dalam kejadian tersebut. Namun, material longsor sempat masuk ke dapur rumah warga,” kata Kompol Faris pada Selasa (23/12).

Peristiwa ini bermula pada Minggu (21/12), ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut.

Hujan yang terus-menerus memicu terjadinya longsoran tanah dari tebing yang berada di samping rumah seorang warga bernama Masikin. Material tanah kemudian masuk dan menutupi sebagian besar area dapur rumahnya.

Begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden tersebut, petugas dari Polsek Rowokele bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen dan Pemerintah Desa Wonoharjo segera bergegas menuju lokasi kejadian.

Di sana, mereka melakukan tindakan evakuasi terhadap material longsoran sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Selain upaya penanganan darurat di lokasi bencana, aparat kepolisian juga memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat tebing atau lereng,” lanjut Kompol Faris.

Peringatan ini sangat penting mengingat kondisi tanah di daerah tersebut yang labil serta potensi curah hujan yang masih tinggi.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden longsor di wilayah Kebumen, sebuah daerah yang dikenal memiliki kontur tanah pegunungan dan bertebing curam.

Kondisi geografis ini, ditambah dengan intensitas hujan tinggi selama musim penghujan, membuat ancaman longsor menjadi salah satu risiko utama bagi penduduk setempat.

Langkah-langkah pencegahan telah diupayakan oleh pemerintah setempat, termasuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya tinggal dekat dengan area rawan longsor serta cara-cara mitigasi bencana yang efektif.

Namun demikian, tantangan tetap ada karena faktor alam seperti cuaca ekstrem tidak dapat sepenuhnya diprediksi atau dikendalikan.

Di tengah ancaman bencana alam seperti ini, peran aktif semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin timbul.

Kerja sama lintas sektor diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penduduk di daerah rawan bencana.

Sementara itu, BPBD Kebumen terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap titik-titik rawan longsor lainnya di wilayah Kebumen. Mereka juga siap siaga memberikan bantuan cepat jika terjadi insiden serupa di masa mendatang.

Dalam konteks kebencanaan seperti ini, kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Masyarakat dihimbau agar selalu waspada terutama selama musim hujan berlangsung dan segera melaporkan potensi bahaya kepada pihak berwenang agar tindakan preventif bisa segera dilakukan.

Dengan demikian, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali ini, perhatian serius tetap harus diberikan terhadap penanganan pasca-bencana dan pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang dengan dampak yang lebih parah. (*/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Gedung bca learning institute sentul

Peluang Kuliah Gratis hingga Kerja di BCA, Beasiswa PPTI Masih Buka Sampai 2026

Berita Selanjutnya
Nonton bioskop pakai dompet digital

Promo Menarik! Beli Tiket Bioskop Pakai GoPay Dapat Cashback 50%