BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Jalan penghubung antara Kecamatan Buluspesantren dan Kebumen kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami kerusakan serius di beberapa titik.
Keluhan datang dari warga dan pengguna jalan yang terpaksa harus ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut, terutama ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.
Salah satu warga, Edi (37), mengungkapkan bahwa kerusakan ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
“Kerusakannya terlihat semakin parah di awal tahun 2026 ini,” ujar Edi kepada awak media pada Jumat (9/1).
Kondisi jalan yang semakin memburuk ini tampaknya disebabkan oleh kombinasi antara faktor cuaca ekstrem dan kurangnya perawatan berkala.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan tersebar dari Kecamatan Buluspesantren hingga perempatan JLS, dengan mayoritas jalan dipenuhi lubang dan beberapa bagian badan jalan mengalami permukaan bergelombang bahkan turun.
Ukuran lubang bervariasi, dengan beberapa mencapai diameter hingga 60 cm dan kedalaman sekitar 8 cm.
Keadaan ini tentunya menambah risiko bagi para pengguna jalan. Lubang-lubang besar yang tergenang air saat hujan deras dari Desember hingga awal Januari membuatnya semakin berbahaya karena tak terlihat jelas.
“Situasi hujan deras dari Desember hingga awal Januari ini membuat kerusakan semakin parah. Pengendara harus berhati-hati saat melintas,” ungkap Juni (46), seorang warga lainnya.
Tidak hanya keselamatan berkendara yang dipertaruhkan, namun juga kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan yang bergantung pada kondisi infrastruktur jalan tersebut.
Warga setempat mendesak Pemkab Kebumen agar segera memperbaiki jalan yang merupakan jalur vital bagi mereka.
“Kami sangat berharap ruas jalan ini segera dilakukan perbaikan agar tidak ada korban,” lanjut Juni dengan penuh harapan.
Menanggapi keresahan warga, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan pemahamannya terhadap ketidaknyamanan masyarakat akibat kerusakan jalan tersebut.
Ia menegaskan bahwa bidang infrastruktur termasuk perbaikan jalan merupakan prioritas utama pemerintah kabupaten.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab telah mengalihkan anggaran belanja perjalanan dinas serta biaya makan minum rapat ke kebutuhan dasar masyarakat untuk mempercepat proses perbaikan infrastruktur.
“Kebijakan ini telah membuat anggaran perbaikan jalan dan jembatan hingga mencapai Rp176 miliar pada tahun 2026,” ungkapnya dengan tegas.
Meski demikian, Bupati Lilis meminta warga untuk bersabar jika ada beberapa ruas jalan yang belum tertangani sepenuhnya.
Di sisi lain, langkah-langkah konkret sudah mulai dilakukan sepanjang tahun 2025 dengan keberhasilan memperbaiki 115 ruas jalan dan 20 jembatan di 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Pemerintah berharap upaya ini dapat secara bertahap mengurangi keluhan terkait infrastruktur dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan.
Namun demikian, kekhawatiran tetap ada mengingat pentingnya jalur penghubung tersebut bagi mobilitas sehari-hari masyarakat Kebumen.
Percepatan proyek perbaikan harus menjadi prioritas utama agar dampak buruk lebih lanjut dapat dicegah.
Melintas di jalur Kecamatan Buluspesantren-Kebumen kini menjadi tantangan tersendiri bagi warga setempat yang setiap hari menggunakan rute tersebut untuk berbagai keperluan penting.
Harapan besar tertuju pada percepatan tindakan nyata dari pemerintah daerah agar masalah ini segera tertangani demi kesejahteraan bersama. (cah/dda)
















