BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Deru deras air terjun Curug Pete siang itu menggema lebih keras dari biasanya. Bukan hanya karena debit air yang mengalir deras dari ketinggian, tetapi juga dipicu oleh semangat dan adrenalin yang terpacu dari para pemuda Karang Taruna Unggul Jaya Abadi Desa Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja.
Di sinilah, pelatihan kepemimpinan tidak sekadar teori dalam ruangan, melainkan langsung diuji melalui aksi berani menuruni air terjun.
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digagas oleh Karang Taruna setempat dirancang dengan cara yang unik dan menantang.
Setelah mendapatkan pemahaman organisasi dan kepemimpinan di dalam kelas, para peserta diajak ke alam terbuka untuk menghadapi tantangan nyata. Dengan dilengkapi perlengkapan keamanan yang memadai, satu per satu mereka menuruni tebing Curug Pete menggunakan teknik rappelling.
Arus air yang deras, permukaan batu yang licin, serta ketinggian menjadi ujian yang harus diatasi dengan ketenangan dan keberanian.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah kehadiran Kepala Desa Mandiraja Kulon, Suwaryo. Alih-alih hanya memberikan instruksi dari atas, Suwaryo ikut mengenakan helm, tali, dan harness lalu turun bersama para pemuda.
Langkah tersebut menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak selalu berada di belakang meja; ia hadir untuk memberi contoh keberanian dan keterlibatan langsung dalam setiap tantangan yang ada.
“Banjarnegara ini daerah rawan bencana. Pemuda harus punya mental kuat, berani, dan terampil. Kalau suatu saat dibutuhkan sebagai relawan, mereka sudah siap,” ujar Suwaryo pada Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, keteladanan adalah kunci utama. Seorang pemimpin tidak hanya cukup memberi instruksi dari jauh tetapi juga harus siap mengambil risiko dan bertanggung jawab bersama orang-orang yang dipimpinnya.
Di antara para peserta LDK ini terdapat Asri, seorang anggota Karang Taruna yang mengaku jantungnya sempat berdegup kencang saat pertama kali melangkah mundur dari bibir tebing.
Namun dengan fokus dan mengikuti instruksi pemandu secara seksama, ia berhasil menyelesaikan tantangan tersebut dengan baik.
“Deg-degan, tapi justru di situ kita belajar tenang dan cepat mengambil keputusan,” ungkap Asri.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Dila. Baginya, melakukan rappelling di Curug Pete bukan hanya tentang melatih keberanian individu tetapi juga kerja sama tim.
Kesalahan kecil bisa berakibat fatal jika tidak saling mengingatkan satu sama lain.
“Dilakukan bersama-sama jadi lebih berani. Kita belajar percaya dan menjaga satu sama lain,” kata Dila.
Dengan memadukan konsep LDK kepemimpinan dan tantangan alam ekstrem ini, Karang Taruna Unggul Jaya Abadi berharap dapat melahirkan generasi muda desa yang tidak hanya mahir dalam berorganisasi, tetapi juga tangguh menghadapi tekanan serta siap turun ke lapangan dalam berbagai situasi darurat maupun sosial kemanusiaan.
Inisiatif seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri peserta namun juga memperkuat solidaritas antaranggota komunitas lokal.
Selain itu, kegiatan ini membantu membangun karakter generasi muda agar lebih peka terhadap persoalan sosial di sekitar mereka serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam yang mungkin terjadi di daerah mereka.
Dengan adanya pelatihan kepemimpinan berbasis tantangan nyata seperti ini, diharapkan tercipta mentalitas tangguh pada generasi muda desa Mandiraja Kulon.
Hal ini bertujuan agar mampu menghadapi berbagai situasi sulit dengan kepala dingin serta memiliki kemampuan untuk bertindak cepat ketika dibutuhkan sebagai relawan atau penolong pertama saat terjadi bencana.
Konsep pelatihan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengembangkan program serupa demi mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat serta keberanian tinggi dalam menghadapi segala situasi kompleks di lapangan.
Sebagai akhir dari latihan dasar kepemimpinan tersebut, seluruh peserta berkumpul kembali di titik awal untuk berbagi pengalaman serta evaluasi setelah menyelesaikan tantangan menuruni Curug Pete.
Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi dari Kepala Desa Suwaryo agar semangat kebersamaan dan rasa saling percaya tetap dijaga demi kemajuan bersama komunitas Mandiraja Kulon ke depannya.
Inisiatif pelatihan kepemimpinan yang digagas oleh Karang Taruna Unggul Jaya Abadi bukan hanya sekedar program rutin biasa, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter pemimpin sejati bagi generasi muda desa tersebut. (jud/stch/fam)
















