BANYUMASEKSPRES.ID, PENYANYI dan penulis lagu berbakat, Nadin Amizah, baru-baru ini mengungkapkan kebingungannya terkait penggunaan elemen yang sangat mirip dengan karyanya dalam film terbaru produksi Sinemart Pictures yang berjudul “Bertaut Rindu.”
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, Nadin menyatakan bahwa film tersebut menggunakan kata “bertaut” dan frasa “semua _ dirayakan” yang sangat identik dengan lagu populernya, “Bertaut.”
Film “Bertaut Rindu” mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis (31/7). Penggunaan judul film serta beberapa elemen promosinya dinilai terlalu menyerupai lirik dan semangat lagu “Bertaut,” tanpa adanya persetujuan resmi dari Nadin sebagai pencipta karya tersebut.
Nadin mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak rumah produksi sempat menghubunginya untuk meminta izin menggunakan lagunya sebagai bagian dari soundtrack film.
Namun hingga saat ini, menurut pengakuan Nadin, belum ada persetujuan resmi yang diberikan untuk penggunaan tersebut, baik sebagai lagu latar maupun bagian dari judul film.
Lewat unggahan Instagram Story-nya pada Selasa (29/7), Nadin mencurahkan kegelisahannya. Dia merasa bingung sekaligus mempertanyakan bagaimana pihak film akan menempatkan lagu “Bertaut” di dalam film jika memang digunakan.
“Sebenarnya yang membuat aku lebih confused adalah let’s say aku izinkan penggunaan Bertaut, lagunya, dan judulnya. Placement-nya tuh di film akan seperti apa?” tulis Nadin dengan nada penuh tanda tanya.
Keresahan ini mendapat perhatian luas di media sosial karena “Bertaut” merupakan salah satu lagu paling personal bagi Nadin.
Lagu tersebut menceritakan hubungan emosional yang mendalam dengan sang ibu, penuh kehangatan dan memori yang mendalam sehingga tidak bisa sembarangan digunakan dalam konteks komersial tanpa pemahaman terhadap makna aslinya.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Nadin menegaskan bahwa lirik awal lagu “Bertaut” sangat spesifik dan memiliki makna yang tidak bisa dipelintir sembarangan.
Ia berharap publik, termasuk rumah produksi, memahami konteks asli sebelum menjadikan lagu tersebut sebagai materi dalam film.
“Karena lirik pertamanya aja langsung ‘bun’, tentang bundaku. Bun itu maksudnya bukan ‘bun’ sayang gitu, bukan ‘bun’ beb gitu, bukan. Bunda,” jelas Nadin dengan tegas.
Penggunaan kata “bertaut” dalam judul film merupakan hal yang signifikan bagi Nadin. Penyanyi kelahiran tahun 2000 ini menganggap kata tersebut sarat makna dan erat kaitannya dengan identitas artistiknya.
Lagu itu digubah dengan penghayatan mendalam mengenai hubungan batin antara ibu dan anak, bukan sekadar istilah puitis belaka.
Perhatian netizen juga tertuju pada lagu soundtrack film “Bertaut Rindu” berjudul “Seiring” yang dinyanyikan oleh Jasmine Nadya.
Banyak pengguna media sosial berpendapat bahwa lagu “Seiring” memiliki nuansa dan aransemen yang mirip dengan lagu “Bertaut.”
Meski tidak identik secara lirik namun secara melodi dan gaya penyampaian disebut-sebut sangat mirip hingga menimbulkan kecurigaan adanya inspirasi yang terlalu dekat dari karya asli Nadin.
Beberapa pengguna media sosial bahkan membagikan perbandingan cuplikan kedua lagu tersebut dan menyuarakan dukungan kepada Nadin agar hak ciptanya dilindungi secara adil.
Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak rumah produksi mengenai keberatan yang disampaikan oleh Nadin.
Namun polemik ini sekali lagi membuka diskusi pentingnya menghormati hak kekayaan intelektual khususnya dalam dunia perfilman dan musik di Indonesia.
Nadin Amizah dikenal sebagai musisi yang sangat menjaga keaslian serta kejujuran dalam karyanya. Ia tidak sembarangan mengkomersialkan lagu hanya demi keuntungan materi apalagi jika konteks penggunaan tidak sesuai dengan semangat asli dari karya tersebut.
Lahir pada 28 Mei 2000, Nadin Amizah merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu dan produser musik independen asal Indonesia.
Namanya mulai dikenal luas setelah berduet dengan Dipha Barus lewat lagu “All Good” pada tahun 2016.
Sejak saat itu, ia terus menunjukkan kualitas musikalnya melalui karya-karya puitis emosional serta penuh makna personal.
Debut albumnya bertajuk “Selamat Ulang Tahun” dirilis pada tahun 2020 mendapatkan banyak pujian berkat lirik mendalam serta aransemen musik intim.
Lagu “Bertaut,” salah satu trek dari album tersebut menjadi anthem bagi banyak pendengar terutama karena mengangkat tema hubungan antara anak dan ibu dengan cara jujur serta menyentuh hati.
Gaya bermusik Nadin dikenal unik dengan sentuhan spoken-word orkestra akustik serta narasi kuat dalam setiap lagunya. Ia juga dikenal selektif dalam kolaborasi serta sangat menjaga nilai artistik dalam setiap rilisan musiknya.
Di tengah polemik ini tentu penggemar berharap permasalahan dapat ditemukan solusinya sehingga semua pihak dapat saling menghormati hak cipta masing-masing sembari tetap berkarya bagi kemajuan industri kreatif tanah air. (*/stch)
















