Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Omzet Usaha Penggilingan Daging di Kebumen Naik Tiga Kali Lipat saat Iduladha, Pelanggan Membludak

Omset penggilingan daging melesatOmset penggilingan daging melesat

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Momen Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha penggilingan daging di Kebumen. Tradisi mengolah daging kurban menjadi berbagai hidangan lezat membuat permintaan terhadap jasa giling melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Adi Wibowo, pemilik usaha penggilingan daging bakso di kawasan Pasar Pagi Tumenggungan, menjadi salah satu yang merasakan lonjakan signifikan tersebut.

Ia menyebutkan, jika pada hari biasa hanya menggiling sekitar satu ton daging per hari, saat Iduladha angka itu bisa meningkat hingga tiga ton.

“Alhamdulillah, omzet meningkat tiga kali lipat. Kalau biasanya hanya sekitar satu ton per hari, saat Iduladha bisa mencapai tiga ton daging yang kami giling,” ujar Adi saat ditemui di kios miliknya, Sabtu (8/6).

Menurut Adi, lonjakan tertinggi terjadi pada hari kedua dan ketiga setelah penyembelihan hewan kurban. Pada momen itu, antusiasme warga untuk mengolah daging menjadi makanan siap saji seperti bakso, rendang, dan semur meningkat tajam.

Dari sekitar 200 pelanggan per hari di masa normal, Adi dan timnya bisa melayani hingga 500 orang saat puncak permintaan.

Ia menambahkan, tarif jasa penggilingan daging masih tergolong ramah di kantong masyarakat.

Harga bervariasi antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, tergantung pada permintaan khusus seperti tambahan bumbu atau pengolahan lanjutan.

“Konsumen tinggal bawa daging dari rumah. Hasilnya langsung jadi adonan siap masak, bahkan sudah berbumbu sesuai takaran. Praktis dan hemat waktu,” jelas Adi.

Praktik seperti ini, lanjutnya, tidak hanya mempermudah masyarakat dalam pengolahan daging kurban, tetapi juga membuka peluang ekonomi musiman yang cukup menguntungkan bagi pelaku usaha kecil.

Kios penggilingan daging miliknya pun harus menambah jam operasional dan tenaga kerja tambahan untuk mengimbangi lonjakan pelanggan.

Salah satu pelanggan setia, Suprapti, warga Tambakrejo, Kecamatan Buluspesantren, mengaku setiap tahun memanfaatkan jasa penggilingan daging kurban. Tahun ini, ia membawa dua kilogram daging sapi yang didapat dari pembagian kurban.

“Kalau sedikit biasanya dimasak rendang atau semur. Tapi kalau banyak seperti sekarang, saya pilih digiling jadi bakso,” katanya.

Ia menilai menggunakan jasa penggilingan daging jauh lebih efisien. Selain hasilnya lebih halus dan siap masak, konsumen tak perlu repot mengolah sendiri dengan peralatan rumah tangga yang terbatas. Bagi keluarga besar, penggilingan daging juga membantu menciptakan olahan yang bisa dinikmati bersama-sama.

Peningkatan aktivitas ini juga terasa di beberapa titik lainnya di Kabupaten Kebumen. Pasar tradisional dan sentra kuliner menjadi lebih hidup selama masa libur Iduladha.

Kehadiran penggilingan daging membantu mempercepat proses penyajian makanan dari daging kurban, yang biasanya langsung dibagikan ke sanak saudara atau diolah untuk konsumsi keluarga selama beberapa hari ke depan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa momen keagamaan seperti Iduladha bukan hanya sarat nilai ibadah, tapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Peluang usaha kecil dan menengah seperti penggilingan daging turut terbantu, menciptakan siklus ekonomi positif bagi masyarakat bawah.

Adi Wibowo menegaskan bahwa pelayanan maksimal selama Iduladha tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Ia ingin para pelanggan merasa puas dan terbantu, sambil tetap menjaga kualitas hasil gilingan dan kebersihan tempat usaha.

“Yang penting kami bisa bantu masyarakat, apalagi ini momen penting. Kalau pelanggan puas, pasti mereka akan datang kembali tahun depan,” pungkasnya. (cah/stch)

Berita Sebelumnya
Pad sektor pariwisata turun

PAD Wisata Cilacap Turun, Bupati Dorong BUMD Kelola Wisata untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

Berita Selanjutnya
Sekolah rakyat tunggu pembangunan fisik

Sekolah Rakyat Purbalingga Siap Dibangun, Lolos Aspek Sarpras dan Tunggu Realisasi Pusat