Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Peluncuran Payment ID Bank Indonesia Ditunda ke September 2025, Ini Alasannya 

Meski semula dijadwalkan meluncur pada agustus 2025, sistem ini akhirnya resmi ditunda hingga september 2025.Meski semula dijadwalkan meluncur pada agustus 2025, sistem ini akhirnya resmi ditunda hingga september 2025.
meski semula dijadwalkan meluncur pada Agustus 2025, sistem ini akhirnya resmi ditunda hingga September 2025.

BANYUMASEKSPRES.ID, Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan sebuah sistem inovatif untuk transaksi keuangan digital bernama Payment ID. Kehadirannya digadang-gadang bakal membawa perubahan besar dalam dunia pembayaran di Indonesia.

Namun, meski semula dijadwalkan meluncur pada Agustus 2025, sistem ini akhirnya resmi ditunda hingga September 2025. Penundaan tersebut memicu berbagai spekulasi sekaligus rasa penasaran publik.

Payment ID merupakan sistem identifikasi dan pelacakan transaksi digital yang dikembangkan BI sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BPSI) 2030.

Melalui teknologi ini, seluruh transaksi digital, mulai dari belanja online di e-commerce, penggunaan e-wallet, hingga pembayaran digital lainnya, dapat dipantau hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sistem ini bukan sekadar pencatatan transaksi biasa. Payment ID dirancang untuk menjadi fondasi identifikasi tunggal berbasis NIK yang mengintegrasikan seluruh riwayat keuangan digital masyarakat Indonesia.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa Payment ID memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, mengunci identitas pengguna melalui profil NIK yang akan menjadi otentikasi data dalam setiap transaksi digital.

Kedua, mengintegrasikan data profil individu dengan riwayat transaksinya secara lebih komprehensif.

Berbeda dengan SLIK OJK yang hanya fokus pada catatan kredit, Payment ID mencakup seluruh aktivitas transaksi digital, termasuk di luar sektor kredit.

Selain itu, sistem ini juga diklaim mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap data pribadi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir mengenai risiko kebocoran data saat melakukan transaksi online.

Awalnya, BI menjadwalkan peluncuran Payment ID bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025. Momentum tersebut dipilih untuk menandai inovasi besar dalam sistem keuangan digital nasional.

Namun, setelah melalui evaluasi mendalam, BI memutuskan untuk menunda peluncuran ke September 2025. Langkah ini diambil demi memperpanjang masa uji coba agar sistem benar-benar siap sebelum digunakan secara nasional.

Dengan perpanjangan uji coba, diharapkan semua aspek teknis, termasuk keamanan, kecepatan, dan keakuratan sistem, dapat terjamin optimal.

Seiring dengan semakin santernya pembicaraan tentang Payment ID, sejumlah isu negatif pun ikut bermunculan di ruang publik, terutama di media sosial.

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia menegaskan bahwa Payment ID justru hadir untuk mempermudah, meningkatkan transparansi, sekaligus memperkuat keamanan transaksi keuangan digital.

“Payment ID dihadirkan bukan untuk membatasi, melainkan untuk memberi kenyamanan dan perlindungan masyarakat dalam bertransaksi di era digital,” jelas pihak BI.

Sistem ini juga digadang-gadang akan mempersingkat proses pelacakan transaksi yang sebelumnya memakan waktu lama. Dengan teknologi Payment ID, riwayat transaksi akan bisa diakses lebih cepat, lebih akurat, dan tentunya lebih aman.

Inovasi Payment ID menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital keuangan nasional.

Melalui sistem ini, Indonesia tidak hanya menghadirkan metode transaksi yang lebih praktis, tetapi juga memperkuat perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial. (WAN)

Berita Sebelumnya
Bmkg pasang radar cuaca di jeruklegi

BMKG Cilacap Tingkatkan Mitigasi Bencana, Radar Cuaca Modern Dipasang di Jeruklegi

Berita Selanjutnya
13 ribu anak tidak sekolah

13 Ribu Anak Tidak Sekolah di Banyumas, Pendampingan Insentif dan Motivasi Perlu Dilakukan