BANYUMASEKSPRES.ID, Sorotan tertuju pada penampilan Joshua Zirkzee saat Manchester United berhasil mengalahkan Newcastle United dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Premier League.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford pada Boxing Day, 26 Desember 2025, ini menandai kembalinya The Red Devils ke jalur kemenangan setelah sebelumnya mengalami beberapa hasil yang kurang memuaskan.
Gol tunggal yang dicetak oleh Patrick Dorgu pada menit ke-24 menjadi penentu kemenangan krusial bagi tim asuhan Ruben Amorim di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, walaupun meraih tiga poin penting, sorotan tajam justru tertuju pada penampilan buruk Zirkzee.
Joshua Zirkzee, pemain asal Belanda, masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-60 menggantikan Benjamin Sesko. Namun, kontribusinya di lapangan dianggap jauh dari harapan.
Selama 31 menit bermain, ia hanya melakukan 13 sentuhan bola, angka yang menunjukkan minimnya keterlibatan dalam permainan tim. Statistik ini sangat kontras dengan harapan besar yang disematkan kepadanya sebagai seorang penyerang berkualitas di Premier League.
Lebih lanjut, Zirkzee hanya berhasil menyelesaikan empat umpan dan semuanya terjadi di area pertahanan Manchester United sendiri.
Ia gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang lawan atau menciptakan peluang kunci bagi rekan-rekannya. Data ini mengindikasikan bahwa ia kesulitan memberikan ancaman berarti di lini serang Setan Merah.
Performa Zirkzee juga ditandai dengan kehilangan penguasaan bola sebanyak lima kali, menyoroti kelemahan dalam pengendalian bola dan ketidakmampuannya memenangkan duel-duel penting.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim, terlihat sering menunjukkan ekspresi frustasi selama Zirkzee berada di lapangan.
Hal ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap performa sang penyerang yang digambarkan sebagai “jauh dari cukup baik” dan “benar-benar tidak sinkron dengan tempo pertandingan”.
Penampilannya seolah menggambarkan seperti “pemain baru yang dilemparkan ke dalam pertarungan Premier League berisiko tinggi”, dan para penggemar juga merasa kecewa dengan penampilan tersebut.
Zirkzee bergabung dengan Manchester United pada Juli 2024 dari Bologna dengan biaya transfer sebesar £36,5 juta. Pemain ini datang membawa harapan besar setelah menunjukkan performa menjanjikan di klub sebelumnya.
Pada debutnya di Premier League melawan Fulham, ia berhasil mencetak gol kemenangan yang memberikan angin segar bagi karirnya bersama The Red Devils. Namun demikian, musim 2025-2026 tampaknya menjadi musim yang penuh tantangan bagi Zirkzee.
Hingga Desember 2025, Zirkzee hanya mampu mencetak satu gol dalam 11 penampilan di semua kompetisi. Angka ini jauh dari ekspektasi klub maupun pendukungnya untuk seorang penyerang yang didatangkan dengan harga mahal dan reputasi tinggi.
Konsistensi tampaknya menjadi masalah utama bagi pemain asal Belanda ini. Penampilan buruk terutama saat melawan Newcastle telah memicu spekulasi bahwa Manchester United mungkin harus mempertimbangkan untuk melepasnya pada jendela transfer Januari mendatang.
Menurut laporan terkini, AS Roma dikabarkan telah mengajukan tawaran pinjaman dengan opsi pembelian untuk Zirkzee.
Sang pemain dilaporkan tertarik untuk kembali ke Serie A, liga dimana ia pernah berlaga sebelumnya dan merasa lebih nyaman.
Namun demikian, pihak manajemen Manchester United masih belum mengambil keputusan final terkait masa depan Zirkzee mengingat situasi tim yang tengah kekurangan opsi penyerang akibat cedera beberapa pemain serta partisipasi sejumlah pemain lain di Piala Afrika.
Secara keseluruhan selama berseragam Manchester United, Joshua Zirkzee telah mencetak delapan gol dan memberikan tiga assist dalam 61 penampilan di semua kompetisi sejak bergabung dengan klub tersebut.
Meski demikian angka ini belum cukup untuk memenuhi ekspektasi tinggi baik dari klub maupun para pendukung Setan Merah.
Meski pertandingan melawan Newcastle berakhir dengan kemenangan bagi Manchester United dan membawa mereka naik ke peringkat kelima klasemen Liga Inggris dengan 29 poin menggeser Liverpool berkat selisih gol tim asuhan Ruben Amorim harus segera mengevaluasi strategi khususnya terkait lini depan agar tetap kompetitif di sisa musim ini. (*/fam)
















