BANYUMASEKSPRES.ID, Hingga saat ini, jadwal resmi pendaftaran sekolah kedinasan 2026 memang belum diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara.
Meski begitu, calon pendaftar sudah bisa mulai menyiapkan diri, terutama bagi yang mengincar sekolah kedinasan milik Badan Intelijen Negara, yakni Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN.
Mengacu pada informasi resmi STIN per Rabu (4/3/2026), ada sejumlah keuntungan yang akan diperoleh jika dinyatakan lolos seleksi dan resmi menjadi taruna atau taruni di kampus tersebut.
Selama menjalani pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya apa pun. Seluruh kebutuhan dasar pendidikan ditanggung. Taruna dan taruni juga tinggal di asrama. Mereka mendapatkan konsumsi serta seragam resmi selama masa pendidikan.
Setelah lulus, mahasiswa akan diangkat menjadi CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil, yang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak lulusan SMA/SMK.
Fasilitas pendidikan di STIN juga disebut lengkap dan modern. Selain itu, mahasiswa berkesempatan berlatih menjadi bagian dari Indonesian Cyber Task Force serta mendalami bidang Biomedical Hazard.

Kombinasi akademik dan pelatihan khusus ini menjadikan STIN berbeda dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya.
Bagi siswa yang berminat mendaftar sekolah kedinasan STIN, ada sejumlah persyaratan penting yang wajib diperhatikan. Syarat tersebut mencakup nilai akademik hingga ketentuan fisik yang cukup ketat.
Ketentuan ini mengacu pada persyaratan tahun 2025 dan biasanya menjadi gambaran untuk seleksi berikutnya. Untuk syarat nilai rapor daftar STIN, lulusan SMA/SMK/MA tahun 2023 dan 2024 wajib memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 80.
Sementara itu, lulusan tahun 2025 harus memiliki nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 6, SKL, atau ijazah minimal 80.
Selain nilai akademik, terdapat ketentuan fisik yang harus dipenuhi. Pendaftar perempuan belum pernah melahirkan dan laki-laki belum pernah memiliki anak biologis. Peserta juga tidak boleh bertato atau memiliki bekas tato.
Untuk perempuan, tidak boleh bertindik atau memiliki bekas tindik di bagian tubuh yang tidak lazim. Sementara laki-laki tidak diperkenankan memiliki tindik atau bekas tindik di bagian tubuh mana pun.
Kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat mutlak. Pendaftar tidak boleh pernah mengalami patah tulang. Bagi yang menggunakan kacamata, ukuran maksimal yang diperbolehkan adalah 1 baik plus maupun minus. Peserta juga tidak boleh buta warna.
Ketentuan tinggi badan turut menjadi perhatian. Laki-laki diutamakan memiliki tinggi minimal 165 cm dan perempuan minimal 160 cm, dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan.
Jika tinggi badan kurang dari batas tersebut, peserta wajib memiliki prestasi atau kemampuan tertentu yang dapat dibuktikan saat seleksi. Secara umum, syarat lengkap mendaftar STIN meliputi status sebagai Warga Negara Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan.
Peserta harus beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Calon pendaftar tidak pernah terlibat tindak pidana dan berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK. Bagi lulusan sekolah luar negeri, ijazah wajib mendapat pengesahan dari Direktorat Sekolah Menengah Atas Dirjen PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Peserta belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan. Usia pada 31 Desember 2025 minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun, dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir.
Calon taruna atau taruni juga harus mendapatkan persetujuan orang tua atau wali. Dalam proses seleksi penerimaan, peserta tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti SKD.
Pendaftar bukan personel atau mantan personel TNI, Polri, maupun PNS. Mereka juga tidak pernah mengikuti pendidikan pembentukan personel TNI, Polri, atau PNS sebelumnya.
Peserta wajib bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama selama 16 tahun sejak dinyatakan lulus pendidikan STIN. Selain itu, tidak sedang terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain.
Kepemilikan kartu BPJS Kesehatan yang masih aktif juga menjadi syarat. Bagi yang sudah bekerja tetap sebagai pegawai atau karyawan, harus memperoleh persetujuan atau rekomendasi dari kepala instansi.
Jika diterima, yang bersangkutan bersedia diberhentikan dari status pegawai atau karyawan. Peserta wajib mengikuti dan lulus setiap rangkaian seleksi penerimaan Taruna/i STIN Tahun Akademik 2025/2026.
Setelah lulus, mereka juga harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau instansi lain yang ditentukan oleh BIN sesuai kebutuhan.
Untuk persyaratan administrasi daftar STIN, dokumen yang harus disiapkan antara lain surat izin orang tua atau wali asli. Contoh surat dapat diunduh melalui laman resmi STIN, lalu diunggah dalam format pdf atau jpeg dengan nama file ortu.pdf atau ortu.jpeg.
Lulusan tahun 2023 dan 2024 wajib mengunggah ijazah SMA/SMK/MA dalam format pdf atau jpeg dengan nama file ijazah2023/2024. Sementara lulusan 2025 mengunggah SKL, ijazah, atau rapor semester 1 sampai 6 dengan nama file Rapor/SKL/Ijazah2025.
Foto berwarna seluruh badan ukuran postcard (3R) juga wajib diunggah. Pakaian atasan putih dan bawahan hitam, dengan latar merah untuk laki-laki dan biru untuk perempuan. File diberi nama foto.pdf atau foto.jpeg.
Selain itu, foto orang tua diunggah dengan nama file foto-ortu. Dokumen Kartu Keluarga diunggah sebagai kk.pdf atau kk.jpeg. Kartu BPJS Kesehatan juga diunggah dengan nama file bpjs.pdf atau bpjs.jpeg. STIN sendiri memiliki beberapa jurusan dari jenjang D4, S1 hingga S2.
Untuk jenjang D4 tersedia Program Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber, Program Sarjana Terapan Intelijen Teknologi, serta Program Sarjana Terapan Keamanan Ekonomi dan Intelijen Keuangan. Pada jenjang S1 terdapat Program Sarjana Agen Intelijen dan Program Sarjana Analis Intelijen.
Sementara untuk jenjang S2 tersedia Program Magister Kajian Intelijen serta Program Magister Terapan Intelijen Medik. Informasi ini dapat menjadi bekal awal bagi lulusan SMA/SMK yang berencana mendaftar sekolah kedinasan STIN.
Meski jadwal resmi sekolah kedinasan 2026 belum diumumkan, persiapan sejak dini akan sangat membantu menghadapi proses seleksi yang dikenal ketat. (vip)
















