BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam langkah proaktif untuk mencegah banjir di Kecamatan Karangpucung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy telah memulai pengecekan intensif pada Sungai Cirajayu dan Sungai Cikawung.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan awal menjelang pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.
Menurut Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede, kegiatan pengecekan bertujuan untuk menilai kondisi nyata kedua sungai serta lingkungan sekitarnya yang selama ini dikenal rawan meluap terutama saat hujan deras turun.
“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi di lapangan sesuai dengan rencana teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai,” jelas Roy dalam wawancaranya pada Sabtu (10/1).
Pentingnya peninjauan lapangan ini, lanjut Roy, adalah agar setiap langkah penanganan banjir dapat dilakukan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui penanganan yang tepat terhadap Sungai Cirajayu dan Sungai Cikawung, diharapkan risiko banjir yang selama ini mengganggu permukiman dan aktivitas warga bisa diminimalisir.
“Penanganan kedua sungai tersebut harapannya dapat mengurangi resiko banjir, apalagi pada saat cuaca ekstrem seperti saat ini,” tandasnya lagi.
Roy menambahkan bahwa seluruh tahapan dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur.
Penanganan yang komprehensif dan terstruktur menjadi kunci dalam menangani persoalan banjir yang acapkali melanda wilayah barat Cilacap.
Sebelumnya, daerah ini mengalami banjir yang cukup parah akibat peningkatan debit air sungai setelah hujan deras.
Misalnya saja, kejadian banjir pada November 2025 lalu masih segar dalam ingatan warga.
Pada saat itu, luapan dari Sungai Cikawung sempat merendam rumah-rumah penduduk dan menghambat aktivitas sehari-hari mereka.
Memori buruk ini menjadi pengingat akan pentingnya langkah mitigasi banjir yang lebih baik di masa mendatang.
Selain itu, BBWS Citanduy juga menekankan pentingnya kerjasama dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat dalam setiap tahap perencanaan hingga realisasi proyek.
Kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai elemen penting untuk memastikan keberhasilan program pengendalian banjir ini.
Faktor-faktor alam seperti topografi wilayah yang cenderung rendah serta curah hujan tinggi berperan besar dalam menyebabkan banjir di area ini.
Oleh karena itu, selain perbaikan infrastruktur fisik, diperlukan juga pendekatan holistik yang mencakup pengelolaan tata ruang dan penggunaan lahan secara bijaksana.
Hal ini dimaksudkan agar kemampuan tanah menyerap air dapat ditingkatkan sehingga aliran air tidak melulu berujung pada sungai yang akhirnya meluap.
Selama pengecekan berlangsung, tim dari BBWS Citanduy melakukan pemetaan menyeluruh di sepanjang aliran sungai Cirajayu dan Cikawung.
Mereka mencatat setiap potensi hambatan seperti sedimentasi atau vegetasi liar yang dapat memperburuk kondisi aliran air saat terjadi hujan deras.
Tidak kalah pentingnya adalah kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir.
Program sosialisasi mengenai cara-cara mitigasi sederhana serta penggunaan teknologi peringatan dini menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih sigap dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir sebelum infrastruktur penanggulangan sepenuhnya berfungsi.
Meskipun proyek pembangunan baru akan dimulai beberapa tahun ke depan, BBWS Citanduy terus melakukan upaya-upaya kecil namun signifikan untuk mengurangi dampak langsung dari curah hujan tinggi.
Melalui tindakan-tindakan sederhana seperti normalisasi aliran sungai atau pembersihan sampah dan puing-puing di sekitar aliran air sudah mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. (jul/dda)
















