BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan parkir yang kerap membayangi Jakarta International Stadium (JIS) dengan merencanakan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan wisata Ancol dengan stadion megah tersebut di Jakarta Utara.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking JPO Ancol-JIS ini dijadwalkan akan berlangsung pada 25 Januari 2026.
Dalam sebuah kesempatan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Minggu, 11 Januari 2026, Pramono menyampaikan, “Pada tanggal 25 Januari ini saya juga akan melakukan groundbreaking untuk menghubungkan Ancol dengan JIS.”
Pernyataan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menangani masalah parkir yang selama ini menjadi sorotan publik.
Dengan adanya JPO sepanjang 350 meter tersebut, pengunjung JIS yang ingin menyaksikan konser musik atau mendukung Persija dapat memanfaatkan area parkir yang tersedia di kawasan Ancol.
Dari sana, mereka dapat berjalan kaki menuju stadion melalui jembatan yang direncanakan tersebut.
“Nanti semuanya akan kita atur parkirnya di Ancol kalau mau nonton ke JIS apakah itu konser, Persija lagi main dan sebagainya,” lanjut Pramono.
Strategi ini tidak hanya menawarkan solusi bagi masalah parkir tetapi juga meningkatkan seluruh pengalaman para pengunjung.
Bagi mereka yang enggan berjalan kaki dari Ancol ke JIS, pemerintah daerah telah mempersiapkan layanan bus antar-jemput serta buggy car yang siap melayani.
“Maka dengan demikian persoalan parkir yang selama ini menjadi masalah di JIS bisa parkir di Ancol,” ucap Pramono dengan yakin.
Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman wisata di kawasan tersebut, Pramono juga berencana membangun Museum Persija di Ancol.
Museum ini nantinya akan menjadi pusat penjualan berbagai merchandise klub sepak bola berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Dalam rangka memaksimalkan aksesibilitas menuju dan dari stadion, koordinasi telah dilakukan dengan pihak Kereta Rel Listrik (KRL) untuk membuka stasiun baru dekat JIS.
Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum menuju stadion yang dibangun semasa Gubernur Anies Baswedan tersebut.
Selain itu, penataan ulang jalan-jalan sekitar JIS juga akan dilaksanakan demi memperlancar arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat menuju stadion kebanggaan warga Jakarta.
“Kalau jalannya tidak diperbaiki, KRL-nya tidak dijalankan sampai kapan pun JIS itu akan menjadi problem,” pungkas Pramono menegaskan pentingnya integrasi antara pembangunan infrastruktur fisik dan sistem transportasi untuk keberhasilan proyek ini.
Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, harapannya adalah agar Jakarta International Stadium dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan olahraga dan hiburan di ibu kota tanpa terkendala masalah logistik seperti lahan parkir.
Langkah maju ini menunjukkan bagaimana pemerintah daerah berupaya untuk mengintegrasikan berbagai elemen kota demi kenyamanan warga dan pengunjung dari luar daerah. (*/stch/dda)
















