Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PMI Banjarnegara Salurkan BLT Tahap Kelima untuk 214 KK Korban Longsor Situkung

214 KK Penyintas Longsor Terima BLT214 KK Penyintas Longsor Terima BLT
MENDATA: Pemberian BLT tahap V bagi korban Situkung, Pandanarum Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Proses distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi korban bencana longsor Situkung di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, kembali dilanjutkan.

Pada Sabtu (10/1), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan tahap kelima kepada 214 kepala keluarga yang terdampak.

Dana bantuan ini bersumber dari sumbangan masyarakat yang dihimpun melalui rekening posko induk dan dikelola oleh PMI setempat.

Pendistribusian kali ini melibatkan dana sebesar Rp 107 juta, di mana setiap keluarga penerima mendapatkan Rp 500 ribu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan berdasarkan verifikasi mendetail yang dilakukan oleh pemerintah desa dan kecamatan.

“Ini sudah masuk tahap kelima. Penerimanya 214 KK sesuai hasil verifikasi di lapangan. Masing-masing menerima Rp 500 ribu,” ungkap Aji.

Selain kepala keluarga, bantuan juga diberikan kepada pelajar dan mahasiswa yang terkena dampak langsung dari bencana tersebut.

Skema bantuan ini dibagi menjadi dua kategori: pertama, untuk pelajar yang bersekolah di luar Desa Pandanarum namun masih berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, dan kedua, untuk mereka yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Untuk kategori pertama, terdapat sembilan pelajar yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 700 ribu.

Sedangkan untuk kategori kedua, meliputi 12 pelajar dan mahasiswa, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak,” kata Aji.

Camat Pandanarum, Agung Dwi Antoko, memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan upaya pendampingan oleh pemerintah daerah bersama BPBD dan PMI.

Menurut Agung, kehadiran pemerintah dan para relawan sangat dirasakan oleh warga sejak bencana terjadi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang tidak pernah putus. Pemerintah daerah, BPBD, dan PMI terus hadir bersama warga Situkung,” ujar Agung.

Hingga Sabtu (10/1), total donasi yang masuk ke rekening posko induk tercatat mencapai Rp 2,65 miliar.

Dari jumlah tersebut, sudah disalurkan dana sebesar Rp 608 juta sehingga masih tersisa saldo sekitar Rp 2,04 miliar.

Dana ini akan digunakan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan lanjutan para penyintas longsor Situkung.

Peristiwa longsor ini sendiri telah menimbulkan dampak signifikan bagi warga Situkung.

Kehidupan sehari-hari mengalami perubahan drastis akibat hilangnya tempat tinggal dan sarana prasarana umum lainnya.

Dalam situasi seperti inilah peran serta dari berbagai pihak sangat penting guna membantu pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak.

Proses verifikasi data penerima bantuan menjadi langkah krusial dalam penyaluran BLT agar tepat sasaran.

Dengan tingkat akurasi data yang tinggi diharapkan bantuan dapat diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Pendekatan ini juga mencerminkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bantuan.

Langkah-langkah konkret seperti ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama mitra terkait dalam memberikan dukungan bagi para korban bencana alam.

Kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga-lembaga seperti PMI dan BPBD menjadi model kolaborasi yang efektif dalam penanggulangan bencana di tingkat lokal.

Selain itu, kehadiran relawan juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Partisipasi aktif mereka dalam berbagai kegiatan pendampingan membantu mempercepat proses pemulihan psikologis maupun fisik bagi warga terdampak bencana.

Kedepannya, alokasi sisa dana sebesar Rp 2,04 miliar akan terus dimonitor agar dapat digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung berbagai program pemulihan pasca-bencana di Situkung.

Dengan perencanaan matang dan koordinasi antar pihak terkait diharapkan seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga kehidupan warga kembali normal sesegera mungkin.

Dalam konteks ini pula pentingnya sinergi antara masyarakat sipil dengan pemerintah ditunjukkan secara nyata melalui berbagai aksi solidaritas kemanusiaan seperti penggalangan dana serta pemberian bantuan langsung tunai kepada para korban bencana alam.

Dengan demikian upaya tanggap darurat semacam ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak namun juga membangun fondasi kuat menuju ketahanan komunitas menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.(jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tolak Berbagi Suami

Tak Ikhlas Dimadu Inara Rusli, Wardatina Mawa Mantap Gugat Cerai Insanul Fahmi

Berita Selanjutnya
Curanmor di Kos kosan Mewek Viral

Viral! Curanmor di Kos-kosan Mewek Purbalingga, Honda Beat Deluxe Dicuri