BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kasus pencurian sepeda motor yang terekam kamera pengawas di sebuah rumah kos di Kelurahan Mewek, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, menjadi buah bibir masyarakat.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 00.21 WIB dan rekamannya telah menyebar luas melalui media sosial, memicu kekhawatiran dan kemarahan publik.
Rekaman CCTV yang menghebohkan ini memperlihatkan empat pelaku yang tampak beraksi dengan tenang dan terorganisir.
Dalam tempo singkat, mereka berhasil menggondol satu unit sepeda motor yang terparkir di dalam pagar rumah kos tersebut.
Setiap adegan dalam video menunjukkan betapa rapi dan terencananya aksi para pelaku ini, seolah tidak ada ruang untuk kesalahan.
Salah satu pelaku terlihat fokus membuka pintu pagar rumah, sementara tiga pelaku lainnya berjaga di luar pagar menggunakan dua sepeda motor untuk mengawasi situasi sekitar.
Mereka memastikan tidak ada gangguan sehingga aksi mereka dapat berjalan lancar.
Begitu pagar terbuka, salah satu dari mereka segera masuk dan dengan cekatan membawa kabur sepeda motor korban.
Pemilik kendaraan, Roma Saputra, warga Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, sempat menyadari aksi pencurian tersebut.
Ia bahkan mencoba mengejar para pelaku dengan berlari keluar rumah. Sayangnya, usaha itu sia-sia karena para pelaku lebih gesit dan cepat menghilang dalam kegelapan malam.
Sepeda motor yang dicuri diketahui adalah Honda Beat Deluxe keluaran terbaru berwarna silver dengan nomor polisi R 2570 IAC.
Insiden ini menambah panjang daftar kasus pencurian kendaraan bermotor yang membuat warga semakin resah.
Kapolsek Kalimanah AKP Mubarok mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Banyumas Ekspres pada Minggu (11/1/2026).
Ia menyatakan bahwa kasus pencurian ini telah dilaporkan secara resmi dan kini ditangani oleh Satreskrim Polres Purbalingga.
“Perkaranya sudah kami limpahkan dan ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Purbalingga,” ungkap AKP Mubarok.
Ia menambahkan bahwa Unit Identifikasi Satreskrim Polres Purbalingga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan petunjuk awal terkait identitas para pelaku.
“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku,” imbuhnya.
Kehadiran video pencurian ini di berbagai platform media sosial menambah keresahan masyarakat.
Banyak warganet menyoroti keberanian para pelaku yang melakukan aksinya dengan modus operandi yang terorganisir dan semakin meresahkan publik.
Kerisauan ini mendorong harapan agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.
Seiring meningkatnya angka kejahatan serupa di wilayah tersebut, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli serta pengawasan keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Rasa aman yang terusik oleh aksi nekat seperti ini harus segera dipulihkan agar warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
Tidak hanya di Purbalingga, kasus curanmor dengan modus operandi terorganisir telah menjadi masalah serius di berbagai daerah lain.
Modus seperti ini menunjukkan peningkatan level ancaman bagi keamanan masyarakat sehari-hari karena melibatkan kelompok yang memiliki perencanaan matang dan koordinasi baik dalam melancarkan aksinya.
Masyarakat pun diajak untuk lebih waspada dan meningkatkan sistem keamanan pribadi maupun lingkungan sekitar sebagai langkah preventif terhadap tindak kejahatan serupa.
Penggunaan teknologi seperti kamera CCTV terbukti sangat membantu dalam proses pengungkapan kasus-kasus kriminal namun pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan jalanan.
Diharapkan juga adanya sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan agar informasi mengenai potensi kejahatan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang. (tya/dda)
















