BANYUMASEKSPRES.ID, SULAWESI UTARA – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor kelautan di Tanah Air, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan peluncuran program transformasi besar-besaran yang bernama Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program ini dirancang untuk membangun infrastruktur yang mendukung kegiatan nelayan di seluruh pelosok pesisir Indonesia.
Pada kunjungan kerja ke Pulau Miangas yang berlangsung pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sebanyak 1.386 desa nelayan akan diresmikan secara serentak pada bulan Desember mendatang.
Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak taraf hidup para nelayan yang selama ini berjuang dalam menghadapi berbagai kendala.
Presiden Prabowo menyatakan, “Kita akan besar-besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh Indonesia. Tahun ini, bulan Desember akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh Indonesia.”
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan kecil yang sering kali terpinggirkan dalam perekonomian nasional.
Program KNMP tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan desa nelayan, tetapi juga menyediakan infrastruktur modern yang menjadi kebutuhan mendasar bagi para nelayan.
Di antara fasilitas yang akan disediakan adalah alat pembuat es, gudang pendingin atau cold storage, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Dengan adanya alat pembuat es dan cold storage, para nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan mereka agar tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.
Hal ini tentunya akan meningkatkan nilai jual ikan dan produk perikanan lainnya.
Lebih jauh lagi, keberadaan SPBN sangat penting karena dapat memangkas biaya operasional nelayan melalui penyediaan bahan bakar dengan harga lebih terjangkau.
“Lima bulan saudara akan punya desa nelayan yang cukup bagus ya. Hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah,” ungkap Presiden Prabowo dengan harapan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pulau Miangas.
Pulau Miangas merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya perikanan.
Dengan dukungan pembangunan infrastruktur dan operasional bandara setempat, Presiden optimis bahwa hasil tangkapan ikan dari wilayah ini bisa dipasarkan secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*/stch/dda)
















