BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sarjono, seorang pria berusia 62 tahun yang merupakan warga RT 5 RW 10 Kebayoran Lama Selatan Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta, ditemukan meninggal dunia di Pintu Air Daerah Aliran Sungai Kedungsamak, Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan.
Penemuan mayat tersebut terjadi pada Selasa, 5 Mei sekitar pukul 07.00 WIB, setelah laporan dari warga setempat.
Heri Purwoto, Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tenggelam di bawah Pintu Air DAS Kedungsamak.
“Berawal dari laporan warga, ada ditemukan sosok laki-laki tenggelam di bawah Pintu Air DAS Kedungsamak Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan berjenis kelamin laki-laki. Selanjutnya korban dievakuasi,” ujar Heri kepada awak media pada hari yang sama.
Dari penuturan pihak keluarga, kejadian tragis ini bermula ketika Sarjono berpamitan kepada adik kandungnya, Saebani, yang tinggal di RT 3 RW 2 Dukuh Mandalangu, Desa Kuwayuhan Pejagoan pada malam sebelumnya.
“Kepada keluarganya, korban pamit akan keluar rumah. Namun, hingga pagi hari dia tak kunjung kembali,” papar Heri.
Pencarian pun dilakukan dan hasilnya cukup mengejutkan. Sekitar pukul 07.00 WIB pada hari Selasa, Sarjono ditemukan oleh seorang pemancing yang kebetulan berada di lokasi tersebut.
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Puskesmas Pejagoan serta Forkompimcam Kecamatan Pejagoan untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam proses identifikasi yang dilakukan oleh pihak berwenang, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Dengan demikian, pihak medis menyatakan bahwa Sarjono meninggal dunia akibat tenggelam.
Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kenyataan pahit ini dengan penuh rasa ikhlas.
Menurut mereka, kejadian ini adalah suatu musibah yang tidak terduga dan tidak ada yang bisa dipersalahkan atas peristiwa tersebut.
Rasa kehilangan yang mendalam menyelimuti keluarga Sarjono setelah mengetahui berita duka ini. (cah/stch/dda)
















