Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Program Becak Listrik di Banyumas Belum Tingkatkan Pendapatan Pengemudi

Tenaga Terbantu Pendapatan Belum MenentuTenaga Terbantu Pendapatan Belum Menentu
MENUNGGU PENUMPANG: Penerima becak listrik di titik lokasi mangkal berbeda merasakan hal sama, Selasa (13/1). Secara tenaga sudah terbantu tapi soal pendapatan masih belum menentu

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Program bantuan becak listrik yang diberikan kepada pengemudi di Banyumas belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan mereka.

Para pengemudi, yang sebelumnya menggunakan becak ontel, mengungkapkan bahwa penghasilan yang mereka peroleh saat ini cenderung sama dengan ketika mereka masih menggunakan moda transportasi tradisional tersebut.

Simin, salah satu penerima bantuan becak listrik, mengungkapkan bahwa pendapatannya tidak mengalami perubahan berarti setelah beralih ke becak bertenaga listrik.

“Pendapatan itu tidak menentu. Alhamdulillah, saya masih memiliki pelanggan setia yang menggunakan jasa saya,” ungkap Simin saat ditemui oleh awak media pada Selasa (13/1) di lokasi mangkalnya.

Meskipun pendapatan tidak meningkat, Simin mengapresiasi keberadaan becak listrik yang dirasanya sangat membantu, terutama bagi pengemudi yang sudah lanjut usia seperti dirinya.

Dengan tenaga listrik, beban fisik berkurang dibandingkan harus mengayuh secara manual.

“Ada penumpang yang penasaran ingin merasakan naik becak listrik. Katanya nyaman dan tidak berisik,” tambahnya.

Senada dengan Simin, Solih, penerima bantuan becak listrik lainnya, juga menuturkan bahwa dari sisi penghasilan belum ada perbedaan nyata antara menggunakan becak listrik dengan ontel.

“Ramai atau sepi penumpang, dapat atau tidak, tetap saja kita harus terus bekerja. Sudah ada bantuan, jadi kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Solih.

Meski sudah diberikan penjelasan mengenai daya tahan baterai dan jarak tempuh maksimal ketika berada di kabupaten Banyumas, Solih mengaku sering merasa khawatir baterai akan habis di tengah perjalanan jika harus menempuh jarak jauh.

Namun demikian, selama ini ia masih mendapatkan penumpang dengan jarak yang terjangkau sehingga kekhawatiran tersebut bisa diminimalisir.

Selain itu, Solih juga merasa terbantu dari sisi tenaga kerja. Becak listrik memudahkan dirinya dalam membawa beban penumpang dan barang-barang bawaan mereka.

Harapannya adalah agar rejeki selalu lancar melalui penggunaan becak listrik yang sudah diterimanya.

Para pengemudi becak listrik ini setiap harinya tetap beroperasi di berbagai titik lokasi mangkal di Banyumas.

Mereka berbagi cerita serupa mengenai pengalaman mereka dengan moda transportasi baru ini.

Meski dari segi fisik tenaga mereka lebih ringan karena terbantu oleh tenaga listrik, namun soal pendapatan masih menjadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi ini.

Program bantuan becak listrik seharusnya dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di Banyumas.

Namun kenyataannya, hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan signifikan terhadap pendapatan mereka meskipun dari sisi efisiensi kerja sudah lebih baik.

Pemerintah daerah maupun pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap implementasi program ini agar manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh para pengemudi becak secara nyata dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari inisiatif untuk mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan serta mendukung perekonomian lokal, dukungan lanjutan dan strategi pemasaran mungkin diperlukan untuk menarik minat masyarakat lebih luas terhadap penggunaan jasa becak listrik. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Berat Badan Turun 20 Kg

Ammar Zoni Turun 15–20 Kg Selama Masa Penahanan, Dokter Kamelia Beri Dukungan

Berita Selanjutnya
Bansos PKH 2026 Akan Cair Sebesar Rp225 Ribu Rp2,7 Juta dengan Tahap 1 Diperkirakan Mulai Januari

Bansos PKH Tahap I Januari–Maret 2026 Sudah Cair, Cek NIK Kamu Sekarang