Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Progres Pembangunan 85 Persen, TPS3R Desa Pangebatan Tunggu Dana Termin Dua

Tps3r tunggu dana termin duaTps3r tunggu dana termin dua
Sempat terjeda karena terlalu cepat, progres pembangunan TPS3R Pangebatan sudah diatas 80 persen, Kamis (7/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Desa Pangebatan di Kabupaten Banyumas sedang dalam proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang telah mencapai tahap kemajuan sebesar 85 persen.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun saat ini, penyelesaian proyek masih menunggu pencairan dana termin kedua.

Pantauan di lokasi pada Kamis (7/8) menunjukkan bahwa bangunan TPS3R tersebut sudah dilengkapi dengan atap dan dinding.

Sisa pekerjaan terutama terkait dengan pemasangan pintu besi, pembangunan toilet, dan kantor pengelola. Kaur Perencanaan Desa Pangebatan, Sukir, menyampaikan bahwa pintu besi ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Pintu besi ditarget selesai dua sampai tiga hari ke depan. Sekarang progresnya sudah 85 persen,” ujar Sukir kepada awak media Banyumas Ekspres.

Meskipun pembangunan fisik hampir rampung, pencairan dana termin kedua sebesar 40 persen masih belum terealisasi. Pihak desa yang bertindak sebagai tim pelaksana swakelola sedang dalam proses menyempurnakan laporan pertanggungjawaban untuk termin pertama.

“Laporan sudah kami ajukan, tapi masih ada revisi. Prosesnya bareng Karangnangka, tapi mereka mungkin lebih dulu cair,” jelas Sukir lebih lanjut.

Setelah dana termin kedua cair, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembelian motor roda tiga dan mesin pengolahan sampah yang sangat krusial bagi operasional TPS3R. Uji coba fasilitas ini diharapkan dapat dilakukan bulan depan setelah semua peralatan siap.

“Rencananya, peresmian seluruh TPS3R di Banyumas juga dipusatkan di Pangebatan,” tambah Sukir dengan optimisme.

Kehadiran TPS3R ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat di wilayah tersebut. Desa Pangebatan sendiri tercatat sebagai desa dengan laju pembangunan TPS3R tercepat di wilayah Banyumas.

Inisiatif ini tidak hanya akan membantu mengurangi volume sampah yang harus ditangani oleh sistem pembuangan kota tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan di kalangan warga desa.

Selain itu, keberadaan fasilitas seperti TPS3R dinilai penting dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah lokal yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak desa di Indonesia termasuk Banyumas.

Dengan adanya fasilitas ini, sampah dapat diolah secara lebih efisien dan dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Melalui program ini pula, Desa Pangebatan berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dengan melibatkan masyarakat setempat secara aktif dalam operasionalisasi TPS3R, diharapkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan semakin meningkat.

Peranan penting dari instansi pemerintah daerah serta dukungan dari komunitas lokal sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program ini ke depannya.

Kerja sama semua pihak akan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

Progres cepat yang dicapai oleh Desa Pangebatan tidak lepas dari kerjasama erat antara pemerintah desa dan masyarakat setempat yang antusias mendukung proyek tersebut sejak awal perencanaannya.

Antusiasme inilah yang membuat proyek ini berjalan dengan lancar meskipun sempat terjeda karena kendala administratif terkait pencairan dana.

Pendekatan pembangunan partisipatif seperti ini diyakini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek-proyek serupa di masa depan sekaligus memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sekitar mereka.

Saat ujicoba nanti dilakukan, Desa Pangebatan berharap bisa menunjukkan hasil nyata dari usaha bersama mengolah sampah menjadi sumber daya berguna bagi warga setempat serta alam sekitar mereka. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Chaos di laga uji coba

Viral Laga Uji Coba Real Betis vs Como 1907 Berakhir Ricuh Baku Hantam

Berita Selanjutnya
Umnu kebumen lepas, 517 mahasiswa kkn 2025

UMNU Kebumen Lepas, 517 Mahasiswa KKN 2025