BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen terus berkomitmen dalam membangun masyarakat berbasis desa melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025.
Sebanyak 517 mahasiswa secara resmi dilepas dalam acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen pada Rabu (6/8). Program KKN ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan KKN tersebut, sebanyak 201 mahasiswa akan ditempatkan di 16 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Kebumen, yaitu Padureso, Prembun, dan Poncowarno.
Sementara itu, mahasiswa lainnya akan ditugaskan di Banjarnegara dan Purbalingga, serta ada yang melaksanakan KKN internasional hingga ke Malaysia. Hal ini menunjukkan luasnya cakupan serta dampak dari program ini.
Rektor UMNU Kebumen, Dr H Imam Satibi, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN adalah momen penting dalam perjalanan akademik mahasiswa.
“Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk learning together bersama masyarakat, yaitu belajar langsung di masyarakat untuk memahami kondisi nyata di lapangan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan desa. Kami juga telah membekali mereka dengan berbagai program strategis yang relevan dengan potensi dan kebutuhan desa,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dr Imam menambahkan bahwa tema besar KKN tahun ini adalah “Bersama UMNU Berdayakan Potensi Desa Menuju Lebih Sejahtera”.
Tema ini mencerminkan visi UMNU dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga peka terhadap realitas sosial serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan tema tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menemukan inovasi-inovasi baru yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
Lebih lanjut, Dr Imam Satibi menyampaikan harapannya agar mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang sudah direncanakan tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat desa.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya memberikan solusi sementara tetapi mampu membuka cakrawala berpikir masyarakat, memberikan edukasi yang mencerahkan, serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Kami juga berharap mahasiswa bisa belajar dan mengambil pengalaman berharga secara langsung di masyarakat,” ucapnya sambil menekankan pentingnya interaksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Program KKN ini bukan sekadar kegiatan tahunan rutin tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi UMNU Kebumen untuk terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Pengalaman langsung yang diperoleh mahasiswa selama KKN diyakini akan menjadi bekal berharga ketika mereka terjun ke dunia kerja nanti. Selain itu, interaksi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat menghasilkan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai permasalahan lokal.
Lebih jauh lagi, Dr Imam juga berharap program KKN ini bisa memberikan dampak positif bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi para mahasiswanya sendiri.
Dengan terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa serta memahami kebutuhan dan tantangan yang ada, para mahasiswa akan mendapatkan wawasan baru yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tetapi juga mengasah kemampuan interpersonal serta kepemimpinan.
UMNU Kebumen dengan bangga melanjutkan tradisi pengabdian melalui program-program seperti KKN ini karena percaya bahwa pendidikan tinggi memiliki peran kunci dalam pembangunan sosial-ekonomi Indonesia.
Dengan memfasilitasi partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, universitas berusaha membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya sekaligus siap menghadapi tantangan global.
Dalam konteks ini pula, keberadaan para mahasiswa di tengah-tengah masyarakat bukan semata-mata sebagai pelaksana program kerja tetapi lebih sebagai mitra kolaboratif yang siap mendengarkan aspirasi serta bekerja sama mencari solusi terbaik demi kemajuan bersama.
Mahasiswa diharapkan dapat membawa semangat gotong royong serta nilai-nilai luhur lainnya ke tengah-tengah komunitas tempat mereka bertugas sehingga tercipta sinergi positif antara dunia akademik dan dunia nyata.
Melalui sinergi inilah UMNU Kebumen berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa-desa mitra sekaligus mempersiapkan mahasiswanya menjadi pribadi-pribadi tangguh berwawasan luas dengan jiwa sosial tinggi.
Harapan besar ini tentu sejalan dengan visi besar UMNU Kebumen yaitu mencetak lulusan berkualitas tinggi baik dari segi intelektual maupun moral sehingga mampu bersaing secara global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Dengan demikian jelaslah bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar tugas akhir kuliah biasa tetapi lebih merupakan perjalanan transformasi diri menuju kedewasaan intelektual sekaligus kesempatan emas bagi setiap peserta untuk benar-benar merasakan denyut nadi kehidupan pedesaan Indonesia modern saat ini.
Semoga setiap langkah kecil selama masa tugas nantinya akan membawa perubahan besar menuju masa depan lebih cerah baik bagi individu maupun komunitas terlibat. (mam/stch)
















