BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah memutuskan untuk tidak mengadakan pesta kembang api dalam perayaan malam pergantian tahun ini.
Sebagai gantinya, mereka akan menyediakan 20 ribu porsi makanan gratis bagi warga yang merayakan di Alun-alun Pancasila. Keputusan ini diambil sebagai wujud empati dan keprihatinan terhadap bencana yang baru-baru ini terjadi di wilayah Sumatera.
Awalnya, Pemkab Kebumen berencana menggelar pesta kembang api sederhana untuk menyemarakkan malam tahun baru.
Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah adanya imbauan dari kepolisian serta surat edaran Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Surat tersebut mengajak masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api demi menjaga kondusivitas serta memberikan penghormatan kepada para korban bencana.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menyatakan bahwa keputusan ini juga selaras dengan imbauan dari pihak kepolisian. Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana damai dan menunjukkan rasa empati pada momen pergantian tahun.
“Pihak kepolisian telah mengimbau untuk menghindari pesta kembang api. Selain itu, Ibu Bupati juga sudah mengeluarkan surat edaran. Maka kami dari Dinas Pariwisata mensosialisasikan agar malam pergantian tahun diisi dengan doa bersama dan refleksi akhir tahun,” ujarnya, Senin (29/12).
Meskipun tanpa kembang api, Pemkab Kebumen tetap berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan menarik guna menghibur masyarakat yang berkumpul.
Beragam acara akan digelar di antaranya orkestra, fashion show batik karnaval, musik live dan sendratari bertajuk “Tales of Karangbolong”.
Tak hanya itu, acara ini juga akan dilengkapi dengan doa bersama lintas agama sebagai simbol keragaman dan persatuan.
Dalam upaya menyemarakkan suasana sekaligus membangun solidaritas, Pemkab Kebumen menggandeng lebih dari 200 Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menyediakan makanan dan minuman gratis bagi pengunjung.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa para pedagang ini berasal dari pusat jajanan Kapal Mendoan serta pedagang sekitar alun-alun.
“Kita menyediakan makanan dan minuman sebanyak 20 ribu porsi,” ungkap Haryono.
Ia menambahkan bahwa pembagian makanan dan minuman gratis tersebut akan dimulai pada Rabu (31/12) pukul 18.00 WIB tanpa menggunakan sistem kupon sehingga masyarakat bisa langsung mengambil bagian mereka.
“Tidak pakai kupon, masyarakat bisa langsung mengambil,” tambahnya.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar upaya memberikan hiburan semata tetapi juga sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakatnya.
Dengan menghadirkan acara yang berfokus pada kebersamaan dan solidaritas sosial, Pemkab Kebumen berharap warga dapat merasakan makna mendalam dari pergantian tahun kali ini.
Bagi banyak orang, pergantian tahun adalah momen refleksi sekaligus harapan baru.
Tanpa kemeriahan kembang api yang biasa menghiasi langit malam saat detik-detik terakhir menjelang tahun baru, Pemkab Kebumen memilih untuk memberikan pengalaman berbeda yang lebih bermakna dengan menekankan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung di antara sesama warga.
Langkah Pemkab Kebumen ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat yang memahami betapa pentingnya menunjukkan rasa empati kepada mereka yang terkena musibah bencana alam.
Di sisi lain, acara seperti ini juga memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dengan melibatkan PKL dalam penyediaan makanan gratis.
Dengan adanya doa bersama lintas agama sebagai salah satu agenda utama acara malam tahun baru ini menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus memperkuat persatuan di tengah keragaman budaya Indonesia.
Ini merupakan langkah nyata bagaimana pemerintah daerah dapat memainkan peran penting dalam menciptakan harmoni sosial melalui perayaan tradisional yang lebih bermakna.
Hadirnya beragam hiburan kreatif seperti orkestra hingga sendratari “Tales of Karangbolong” juga memberikan nuansa berbeda dalam perayaan kali ini dimana seni budaya lokal turut mendapat perhatian khusus sebagai bagian integral identitas budaya daerah.
Dengan semua persiapan tersebut sudah dilakukan dengan matang oleh Pemkab Kebumen bersama seluruh pihak terkait, maka direncanakan perayaan malam tahun baru di Alun-alun Pancasila akan menjadi salah satu peristiwa yang tak terlupakan bagi warga setempat.
Melalui kegiatan semacam ini pula, diharapkan dapat membangun kembali semangat gotong royong serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Pasalnya, ketika kita bersatu, maka segala tantangan apapun bisa dilalui bersama-sama menuju masa depan lebih baik lagi bagi seluruh warga Kabupaten Kebumen khususnya maupun bangsa Indonesia pada umumnya. (mam/stch/fam)
















