BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP — Menjelang akhir Agustus, realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Dari target sebesar 73 persen untuk serapan anggaran fisik, baru sekitar 69 persen yang terealisasi.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Cilacap, Buddy Haryanto, menuturkan bahwa capaian ini memang belum sesuai dengan harapan. Namun demikian, ia optimis bahwa serapan anggaran dapat dikejar hingga akhir tahun.
“Kalau saat ini sudah mulai dilakukan percepatan, maka kami optimis hingga akhir 2025 serapan anggaran bisa mencapai 100 persen,” ungkap Buddy dalam wawancara dengan Banyumas Ekspres pada Senin (22/9).
Dalam upaya meningkatkan serapan anggaran, Buddy menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Cilacap. Ia menyebutkan bahwa masih ada beberapa dinas atau OPD yang serapan anggarannya tergolong rendah.
“Ada beberapa OPD yang masih sangat rendah capaiannya. Kami minta agar segera dikoordinasikan dan dipercepat agar bisa terlaksana sesuai target,” tegasnya.
Pentingnya koordinasi lintas sektor dan percepatan realisasi program menjadi sorotan utama dalam usaha mengejar target serapan APBD.
“Kita juga akan terus melakukan evaluasi rutin untuk memastikan tidak ada hambatan berarti di lapangan,” tandas Buddy.
Serapan anggaran daerah merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pembangunan dan pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap berkomitmen melalui langkah percepatan yang dimulai sejak September untuk memastikan seluruh program pembangunan dapat terlaksana tepat waktu.
“Jika seluruh program pembangunan dapat terlaksana tepat waktu, manfaatnya akan segera dirasakan masyarakat,” pungkas Buddy.
Keberhasilan dalam mempercepat serapan anggaran tidak hanya bergantung pada satu pihak saja tetapi memerlukan kerjasama dari berbagai sektor terkait.
Koordinasi lintas sektor merupakan kunci dalam memastikan bahwa setiap dinas bekerja secara sinergis untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tantangan serupa juga pernah dihadapi oleh Pemkab Cilacap. Namun melalui perencanaan yang matang dan strategi pelaksanaan yang tepat, target serapan anggaran dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi.
Dalam konteks pembangunan daerah, penggunaan APBD secara efektif dan efisien merupakan aspek krusial yang harus diperhatikan oleh setiap pemerintah daerah.
Hal ini tidak hanya berdampak pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Buddy menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam pencapaian target adalah adanya program-program prioritas yang memerlukan koordinasi lebih intensif antar OPD.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Cilacap berencana mengadakan rapat mingguan guna memantau perkembangan setiap program secara berkala.
Selain itu, Pemkab juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di setiap OPD melalui pelatihan-pelatihan teknis terkait pengelolaan anggaran dan implementasi program pembangunan.
Lebih lanjut Buddy mengatakan bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam mempercepat serapan anggaran adalah adanya dukungan dari masyarakat dan pihak swasta.
Pemkab Cilacap terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan serta membuka peluang kerjasama dengan pihak swasta untuk proyek-proyek strategis. (jul/dda)
















