BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tanggul di Pantai Cemara Jajar, yang mengalami kerusakan akibat terjangan ombak besar beberapa minggu yang lalu, hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan.
Namun kondisi ini tampaknya tidak mengurangi minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata ini. Pantai Cemara Jajar, yang terletak strategis di antara Pantai Tegal Kamulyan dan Teluk Penyu, tetap menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat, terutama saat akhir pekan.
Meskipun sebagian area tanggul mengalami kerusakan, para pedagang di sekitar pantai masih aktif beroperasi. Sejumlah warung tetap buka dan melayani pengunjung yang datang.
Sedyono, salah seorang penjaga pantai, mengatakan bahwa ketika tanggul pertama kali rusak, masih ada beberapa gubuk yang terus berjualan dan tidak menutup usaha mereka sepenuhnya.
“Dari awal rusak tanggulnya memang masih ada beberapa gubuk yang tetap berjualan. Tidak tutup semua,” ungkap Sedyono saat ditemui pada Minggu (21/9).
Dia menambahkan bahwa jumlah pengunjung yang datang untuk berpiknik masih cukup banyak, terutama ketika akhir pekan tiba.
Namun demikian, menurut Sedyono, aktivitas jogging yang biasanya ramai dilakukan di area tanggul kini sudah tidak terlihat lagi. Kerusakan pada tanggul membuat kondisi tempat tersebut tidak memungkinkan untuk aktivitas tersebut.
Sri, salah seorang pengunjung dari Kesugihan, mengaku tetap menikmati liburannya bersama keluarga besar di pantai tersebut meskipun ada kerusakan pada tanggul.
“Kami biasa piknik sekeluarga sih mba, sekalian arisan. Kemarin di Kemiren sekarang di Cemara Jajar,” tuturnya dengan ceria.
Sri juga menyatakan bahwa dia tidak terlalu khawatir dengan kondisi tanggul yang rusak karena saat ini ombak tidak terlalu besar. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak pengunjung seperti dirinya masih merasa nyaman berkunjung ke pantai tersebut.
Pantai Cemara Jajar memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Keindahan alam serta suasana pantainya yang menenangkan membuat banyak orang ingin melepas penat di sini.
Meski tantangan berupa kerusakan infrastruktur hadir, namun hal itu belum mampu meredam antusiasme para pengunjung.
Seiring waktu berjalan tanpa adanya langkah perbaikan konkret terhadap tanggul tersebut, nampaknya ada kebutuhan mendesak dari pihak terkait untuk segera mengambil tindakan. Perbaikan infrastruktur seperti tanggul sangat penting bukan hanya untuk kenyamanan tetapi juga keselamatan pengunjung.
Keberadaan pedagang yang tetap setia membuka warung mereka meskipun dalam keadaan sulit menunjukkan semangat kuat dari masyarakat sekitar dalam mendukung pariwisata lokal.
Keberlangsungan ekonomi kecil menengah ini sangat bergantung pada kunjungan wisatawan sehingga menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, meskipun jogging sudah tidak bisa dilakukan di area tanggul karena kondisinya sekarang, namun kegiatan lain seperti bermain pasir atau menikmati deburan ombak tetap bisa dinikmati oleh para pelancong.
Banyak keluarga yang datang membawa anak-anak mereka untuk bermain dan bersenang-senang di tepi pantai.
Dengan ramainya kunjungan ke Pantai Cemara Jajar setiap akhir pekan, menunjukkan bahwa pantai ini masih menjadi magnet bagi wisatawan meski dalam kondisi infrastruktur yang kurang optimal.
Ini adalah bukti nyata bahwa pesona alam Indonesia memiliki daya tarik luar biasa dan mampu menyajikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.
Pantai Cemara Jajar memerlukan perhatian lebih agar potensi wisatanya dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat segera mencari solusi terbaik untuk memperbaiki kondisi infrastruktur sehingga bisa menjamin keselamatan serta kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam sektor pariwisata ini. (gia/stch)
















