BANYUMASEKSPRES.ID, Sebanyak 3,5 juta siswa SMA dan sederajat di seluruh Indonesia dipastikan akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2025 mendatang, berdasarkan pengumuman resmi pemerintah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Jumlah peserta TKA tahun ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, menunjukkan peningkatan minat pelajar terhadap seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional dan berbasis tes.
Kementerian menilai tingginya partisipasi ini mencerminkan semangat belajar dan komitmen siswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara lebih kompetitif dan adil.
“Peserta TKA 2025 mencapai lebih dari 3,5 juta siswa SMA dan sederajat. Ini menandakan keseriusan dan semangat belajar generasi muda kita,” ujar Prof. Adi Kusuma, Ketua Panitia Nasional.
Ia menambahkan bahwa TKA menjadi bagian dari proses seleksi masuk PTN yang lebih objektif, bersanding dengan nilai rapor serta prestasi non-akademik lainnya sebagai bahan pertimbangan kelulusan.
“TKA bukan hanya ujian akademik. Ini bagian dari proses seleksi yang objektif dan inklusif,” tambah Prof. Adi Kusuma saat menjelaskan prinsip dasar sistem seleksi baru ini.
Kemendikbudristek menyebutkan seluruh tahapan TKA 2025 akan dilakukan secara digital, termasuk pendaftaran, pelaksanaan tes, hingga pengumuman hasil akhir yang terintegrasi secara nasional dan efisien.
“Seluruh proses seleksi TKA akan berbasis digital untuk menjamin kemudahan akses, efisiensi waktu, dan akurasi penilaian,” jelas Dr. Luki Santoso, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
Soal dalam TKA 2025 akan menguji kemampuan berpikir kritis siswa, bukan hanya hafalan, dengan sistem adaptive test yang menyesuaikan tingkat kesulitan berdasarkan respons peserta secara langsung.
“TKA dirancang agar tidak membebani siswa. Soal-soal menguji kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan,” jelas Dr. Luki Santoso menekankan pendekatan yang digunakan dalam desain soal TKA.
Materi belajar dan simulasi resmi TKA akan tersedia secara gratis melalui portal SNPMB mulai November 2024. Materi meliputi literasi, numerasi, penalaran umum, dan pemahaman bacaan kontekstual.
Pemerintah mendorong siswa memanfaatkan fasilitas belajar ini agar bisa memahami struktur soal serta mengembangkan strategi pengerjaan tes sejak dini untuk menghadapi ujian secara optimal.
Syarat Mengikuti TKA 2025
Siswa yang ingin mengikuti TKA 2025 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Telah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
- Sedang berada di tahun terakhir
- SMA/MA/SMK atau sudah lulus tahun sebelumnya
- Telah memiliki akun SNPMB dan mengisi biodata lengkap
- Mengunggah dokumen pendukung sesuai petunjuk yang ada di portal resmi
Panitia juga mengimbau agar proses pendaftaran tidak dilakukan mendekati batas waktu untuk menghindari kendala teknis akibat lonjakan akses.
Pemerintah menargetkan peningkatan partisipasi siswa dari daerah tertinggal melalui program afirmasi, termasuk bantuan pembiayaan seleksi bagi calon peserta dari keluarga tidak mampu.
“Pemerataan akses pendidikan tinggi adalah prioritas kami. TKA menjadi sarana untuk itu,” ujar Dr. Yuni Prasetyawati, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, dalam kesempatan yang sama.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendampingi siswa selama proses pendaftaran dan persiapan menghadapi ujian agar berjalan lebih tertib dan lancar di seluruh daerah.
Dengan sistem adaptive test dan proses digital penuh, TKA 2025 diharapkan menjadi mekanisme seleksi yang lebih transparan, adil, dan tepat sasaran untuk menjaring calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia.
Kementerian menyebut bahwa sistem ini telah diuji coba sejak 2023 dan menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan akurasi penilaian berdasarkan kemampuan aktual peserta.
Informasi Resmi Dapat Diakses Online
Seluruh informasi resmi mengenai pelaksanaan TKA 2025, termasuk petunjuk teknis, panduan belajar, dan jadwal terbaru, tersedia di laman snpmb.bppp.kemdikbud.go.id secara terbuka bagi publik.
Panitia mengimbau seluruh siswa dan sekolah untuk selalu mengikuti informasi hanya dari kanal resmi demi mencegah kesalahan data atau informasi palsu yang beredar di luar. (Okt)
















