Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

DLH Banyumas Genjot Perluasan RTH, Prioritaskan Taman dan Penghijauan Jalan

Rth bertambah enam hektarRth bertambah enam hektar
Salah satu pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pasir Kidul yang sudah rampung tahap I, Rabu (1/10)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas secara konsisten berupaya memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan menjaga keseimbangan ekologi di wilayah perkotaan.

Hingga September 2025, luas keseluruhan RTH telah mencapai 392,3 hektare, meningkat sekitar enam hektare dari akhir 2024 yang tercatat 386,3 hektare. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,55 persen.

Kepala Bidang RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, Antik Kusharyanti, menjelaskan bahwa penambahan RTH tidak hanya terbatas pada pembangunan taman baru.

Strategi lain yang diterapkan adalah penanaman pohon, yang dinilai efektif dalam memperluas kawasan hijau baik di perkotaan maupun di tepi jalan.

“Setiap tahun harus selalu ada penambahan RTH. Kalau memang tidak ada anggaran untuk membangun taman, alternatifnya bisa memanfaatkan tepi jalan yang masih gersang,” ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu (1/10).

Rencana strategis DLH untuk tahun 2025 mencakup tidak hanya pembangunan taman baru tetapi juga fokus pada penanaman pohon serta perbaikan median jalan di area perkotaan.

Langkah ini diharapkan dapat menambah luasan hijau sekaligus memperindah lingkungan kota.

Namun demikian, Antik mengakui terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan lahan dan minimnya alokasi anggaran untuk proyek-proyek tersebut.

“Keterbatasan lahan mengharuskan kami untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang yang ada agar target penambahan tetap berjalan,” jelas Antik lebih lanjut.

Pemkab Banyumas menargetkan agar upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekologi di daerah perkotaan yang terus berkembang.

Dengan sisa waktu tiga bulan hingga akhir tahun 2025, Antik optimistis bahwa luas RTH akan terus bertambah sejalan dengan upaya intensif yang dilakukan oleh DLH dan berbagai pihak terkait lainnya.

Pembangunan RTH di Pasir Kidul adalah salah satu proyek yang telah rampung tahap pertama pada awal Oktober.

Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menambah area hijau demi kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks pengembangan perkotaan berkelanjutan, langkah-langkah seperti ini menjadi sangat penting.

Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat sering kali mengancam keberlanjutan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, pemerintah daerah memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur sejalan dengan pelestarian lingkungan.

Program penambahan RTH juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

Dengan adanya lebih banyak ruang hijau, warga memiliki akses ke tempat rekreasi publik yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Selain itu, peningkatan luas RTH juga berdampak positif terhadap pengendalian suhu udara dan polusi di wilayah perkotaan.

Ruang hijau diketahui mampu menyerap karbon dioksida serta memproduksi oksigen yang sangat diperlukan bagi kesehatan masyarakat kota.

Namun demikian, tantangan berupa keterbatasan anggaran tetap menjadi faktor utama yang harus dihadapi oleh DLH Banyumas dalam merealisasikan rencana-rencananya.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas lokal sangat diperlukan untuk mendukung pembiayaan serta pelaksanaan program-program tersebut.

Antik berharap ke depannya semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan ini. Ia menambahkan bahwa kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat merupakan elemen penting dalam menciptakan kota yang lebih hijau.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu-isu lingkungan global saat ini, inisiatif seperti penambahan RTH di Banyumas bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola perkembangan kota secara berkelanjutan. (zet/dda)

Berita Sebelumnya
Saat sosialisasi penggunaan pupuk organik cair di desa suruh, kecamatan tasikmadu, kabupaten karanganyar 1

Contohkan Bill Gates Beli Lahan, Sumanto Sebut Pertanian dan Peternakan jadi Sektor Unggulan Masa Depan

Berita Selanjutnya
Layanan investasi jangka pendek dan panjang dari krom bank

Krom Max dan Krom Flex Solusi Investasi Cerdas Bagi Anak Muda